Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Girona, Kota Kuno yang Jadi Rebutan Peradaban Besar Eropa
Kota Girona, Spanyol (commons.wikimedia.org/Patronat de Turisme Costa Brava Pirineu de Girona)
  • Girona di Catalonia, Spanyol, menjadi kota benteng strategis yang terus diperebutkan sejak era Romawi karena posisinya di jalur penghubung Semenanjung Iberia dan Eropa Tengah.
  • Kota ini mengalami pergantian kekuasaan dari Romawi, Visigoth, Khilafah Umayyah, hingga Kerajaan Frank, serta menjadi sasaran invasi besar seperti pengepungan pasukan Napoleon pada 1809.
  • Selain sejarah militernya, Girona dikenal sebagai pusat studi Kabbalah abad ke-12 dan memiliki Katedral Gotik dengan ruang tengah tunggal terluas di dunia yang masih berdiri megah hingga kini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kawasan utara Catalonia, Spanyol, menyimpan sebuah kota benteng tangguh yang menjadi target perebutan berbagai kekuatan besar selama ribuan tahun. Letaknya yang strategis di jalur penghubung Semenanjung Iberia dan Eropa Tengah membuat Girona terus berada dalam jalur konflik sejak era kuno. Kota ini juga dikenal memiliki sistem perbentengan batu berlapis yang dibangun untuk menghadapi ancaman serangan dari berbagai arah.

Pergantian kekuasaan antara berbagai kekaisaran besar turut membentuk perkembangan kota Girona dari waktu ke waktu. Jejak pengaruh tersebut masih terlihat melalui kawasan kota tua, sistem benteng, serta deretan bangunan batu kuno yang tetap dipertahankan hingga sekarang. Suasana historisnya pun masih terasa kuat di berbagai sudut kota lama Girona. Yuk, simak lima fakta sejarah dari kota Girona berikut ini!

1. Kota kuno yang diperebutkan Kekaisaran Romawi

Força Vella, Kota Girona, Spanyol (commons.wikimedia.org/Enric)

Sebelum menjelma menjadi pemukiman padat, wilayah geografis kota ini sebenarnya dihuni oleh suku asli kelompok Indiketes. Dilansir laman Njoy Costa Brava, sejarah formal kota ini baru dimulai ketika Jenderal Romawi bernama Gnaeus Pompeius Magnus mendirikan sebuah benteng pertahanan segitiga pada tahun 77 SM. Benteng militer yang dibangun menggunakan material batu pasir kokoh ini kemudian diberi nama resmi Gerunda.

Tujuan utama pembangunan kompleks militer di area perbukitan tinggi ini adalah sebagai pos kontrol strategis selama pecahnya Perang Sertorian. Posisi benteng dirancang sedemikian rupa agar dapat mengawasi jalur lalu lintas Via Augusta, yang menjadi satu-satunya akses jalan penghubung utama menuju Roma. Sisa-sisa fondasi struktur perbentengan kuno yang dikenal sebagai Força Vella tersebut masih utuh dan dapat disaksikan langsung di area kota tua hingga hari ini.

2. Rebutan kekuasaan Khilafah Umayyah dan Franken

Kota Girona, Spanyol (commons.wikimedia.org/Ermell)

Letak geografisnya yang berada tepat di jalur perbatasan benua membuat kepemilikan benteng pertahanan ini terus berganti seiring runtuhnya hegemoni Romawi. Masih dari laman Njoy Costa Brava, kendali atas kota kuno ini sempat diambil alih oleh bangsa Visigoth sebelum akhirnya jatuh ke tangan pasukan Muslim Khilafah Umayyah pada tahun 715. Proses transisi kekuasaan ini berlangsung damai tanpa adanya kerusakan fisik yang berarti pada struktur bangunan kota.

Akan tetapi, masa kekuasaan Arab di wilayah ini hanya bertahan selama tujuh puluh tahun karena adanya desakan militer dari Kerajaan Frank di utara. Pada tahun 785, sekelompok bangsawan lokal yang menentang kepemimpinan Muslim memutuskan untuk menyerahkan kunci gerbang kota kepada Charlemagne. Peristiwa tersebut menandai awal integrasi Girona ke dalam wilayah barisan pertahanan cikal bakal wilayah Catalunya.

3. Target invasi militer Prancis dan Napoleon

Kota Girona, Spanyol (commons.wikimedia.org/Ben Bender)

Ketangguhan barisan tembok pengaman kota ini terus diuji secara berkala melalui rangkaian konflik bersenjata berskala besar pada abad-abad berikutnya. Dilansir laman Britannica, Girona terlibat aktif dalam perang perebutan wilayah antara Spanyol melawan Prancis sepanjang abad ke-17 hingga ke-18. Posisi kota yang berada dekat dengan area perbatasan menjadikannya target serangan utama yang berulang kali dikepung oleh kedua belah pihak.

Konfrontasi militer yang paling masif terjadi ketika pasukan Napoleon Bonaparte melakukan pengepungan ketat selama tujuh bulan penuh pada tahun 1809. Meskipun digempur menggunakan artileri berat, barisan pertahanan lokal di dalam kota terus memberikan perlawanan gigih demi mempertahankan kedaulatan wilayah. Ketahanan fisik tembok kota kuno yang dibantu oleh perlindungan benteng atas bukit Castell de Montjuïc berhasil menahan laju penetrasi pasukan asing.

4. Menjadi pusat kajian kabbalah terkemuka di Eropa

Kompleks El Call , Kota Girona, Spanyol (commons.wikimedia.org/Georges Jansoone)

Di balik catatan konflik perbentengan yang panjang, kota ini sempat menjadi ruang aman bagi pertumbuhan peradaban komunitas minoritas yang sangat berpengaruh. Dilansir laman Kupi, pembentukan kawasan pemukiman El Call pada abad ke-12 berhasil mengubah Girona menjadi pusat studi Kabbalah atau ajaran mistisisme Yahudi terkemuka di Eropa. Labirin jalan sempit ini diisi oleh para intelektual yang mengkaji makna spiritual rahasia di balik teks suci.

Masa keemasan intelektual di bawah bimbingan tokoh besar seperti Nahmanides ini terus berkembang dinamis sebelum akhirnya runtuh akibat persekusi pada akhir abad ke-14. Seluruh aktivitas kajian resmi terhenti total setelah dikeluarkannya dekret pengusiran massal oleh otoritas kerajaan Spanyol pada tahun 1492. Pengosongan paksa tersebut justru membuat arsitektur asli kompleks El Call tetap awet terisolasi dari modernisasi zaman.

5. Memiliki rekor ruang tengah gotik terluas

Cathedral of Girona (commons.wikimedia.org/Krzysztof Golik)

Sisa peninggalan dari berbagai peradaban yang pernah menguasai kota ini tercermin secara visual melalui pembangunan monumen keagamaan di pusat kota. Masih dari laman Kupi, para arsitek abad pertengahan mengambil keputusan berani pada tahun 1416 untuk membangun sebuah ruang tengah tunggal (nave) tanpa kolom penyangga pada Katedral Girona. Struktur ruang utama bergaya Gotik Catalan ini memiliki bentang lebar mencapai 23 meter.

Keputusan rekayasa teknik yang radikal pada masa itu berhasil menciptakan rekor sebagai ruang tengah Gotik terluas di dunia. Kompleks katedral ini sendiri dibangun secara bertahap di atas situs bersejarah yang dulunya merupakan bekas kuil Romawi dan masjid kuno. Keberadaan menara tinggi katedral ini kemudian menjadi salah satu ciri paling ikonik di kawasan kota tua Girona sekaligus simbol perkembangan arsitektur Catalonia pada masa abad pertengahan.

Sisa perbentengan Girona kini masih berdiri sebagai bagian penting dari kawasan kota tua yang dipenuhi jejak sejarah berbagai peradaban besar. Upaya konservasi yang dilakukan di area benteng, dinding Romawi, dan bangunan batu kuno membantu menjaga karakter historis kota ini tetap bertahan hingga sekarang. Keberadaan Girona pun terus dikenal sebagai salah satu kota bersejarah paling penting di wilayah Catalonia, Spanyol.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article