Setiap harinya ilmu sains terus berkembang dan penemuan baru selalu muncul. Perkembangan ilmu sains mendorong manusia lebih maju dan memberikan pemahaman yang luas terhadap bagaimana dunia bekerja. Namun, ilmu sains tak selamanya maju dan diakui oleh banyak orang. Justru, ada banyak ilmu sains yang dulu tidak diakui.
5 Ilmu Sains yang Dulu Tidak Diakui, Bagaimana Perkembangannya?

- Dulu banyak teori sains seperti bentuk bumi, penyebab penyakit, dan evolusi manusia sempat ditolak karena dianggap bertentangan dengan kepercayaan atau pemahaman zaman itu.
- Penemuan ilmiah dari Aristarchus, Galileo, hingga Darwin perlahan membuktikan kebenaran ilmiah tentang bumi bulat, pergerakan planet, serta asal-usul manusia melalui bukti dan penelitian mendalam.
- Perjalanan panjang penerimaan ilmu sains menunjukkan bahwa pengetahuan manusia terus berkembang dari mitos menuju fakta ilmiah yang kini menjadi dasar pemahaman modern.
Salah satunya adalah ilmu sains terkait bentuk dan revolusi bumi. Di zaman dulu, penyakit juga selalu dikaitkan dengan hal mistis atau supernatural. Adapun, teori evolusi manusia juga terus ditentang sejak pertama kali dicetuskan oleh Charles Darwin. Bagaimana perkembangan semua ilmu tersebut? Yuk, temukan jawabannya!
1. Bumi mengitari matahari

Di era sebelum masehi, ahli astronomi dan masyarakat umum percaya kalau bumi adalah pusat dari alam semesta. Jadi, bumi berada di tengah dan alam semesta mengelilinginya. Namun, anggapan tersebut mulai berubah pada tahun 230 sebelum masehi. Dilansir Astronomy.com, Aristarchus jadi orang pertama yang berhipotesis kalau bumi mengelilingi matahari dan bukan pusat alam semesta.
Pada 1610, Galileo yang sedang menggunakan teleskopnya juga membuktikan hal tersebut. Kemudian, pada tahun 1838 saat teknologi teleskop sudah sangat canggih akhirnya para ahli berhasil membuktikan secara konkrit kalau bumi berputar mengelilingi matahari. Penemuan tersebut menjadi revolusi besar bagi pemahaman manusia terkait antariksa dan bumi itu sendiri.
2. Bumi berbentuk bulat

Berbagai peradaban kuno meyakini kalau bumi berbentuk datar. Dilansir Britannica, bangsa Mesopotamia dan Mesir kuno meyakini kalau bumi berbentuk lingkaran datar yang dikelilingi lautan serta terdapat surga di bagian bawahnya. Bangsa Irak dan Babilonia juga memiliki konsep bumi datar. Adapun, mitologi Norse meyakini kalau bumi datar, dikelilingi lautan, dan punya satu pohon raksasa di bagian tengah.
Barulah pada tahun 500 sebelum masehi bangsa Yunani kuno mulai percaya kalau bumi bulat. Namun, hal tersebut baru bisa dibuktikan oleh Eratosthenes pada tahun 240 sebelum masehi. Aristoteles juga menjadi orang yang mempopulerkan teori bumi bulat. Awalnya, teori bumi bulat hanya dipercaya bangsa barat. Namun, bangsa Eropa mulai menyebarkannya ke daerah lain seperti Amerika, Afrika, hingga Asia.
3. Penyakit disebabkan oleh virus, kuman, atau bakteri

Di masa modern, manusia sudah tahu kalau penyakit disebabkan oleh virus, bakteri, polusi, atau lemahnya imun manusia. Namun, masyarakat di masa kuno tidak memahami semua hal tersebut. Dilansir Pshycology Town dan Medical News Today, berbagai peradaban kuno menganggap kalau penyakit disebabkan oleh hal mistis, ghaib, dan supernatural.
Karena itu, penyembuhan penyakit selalu dilakukan dengan metode non-medis, entah itu doa atau jampi-jampi. Penyakit juga dikaitkan dengan iblis, dosa penderita, atau adanya kekuatan jahat yang hendak menyerang seseorang. Selain itu, ada banyak tuduhan tidak berdasar yang mengaitkan penyakit dengan ilmu hitam, seperti tuduhan penyakit disebabkan oleh penyihir atau tuduhan melanggar hukum adat.
4. Fosil hewan purba ditafsirkan sebagai makhluk mitologi

Penemuan fosil hewan purba selalu menjadi penemuan yang ditunggu-tunggu banyak orang. Dari fosil kita belajar tentang kehidupan di masa lalu dan bisa mengungkap hubungan antara hewan purba dengan hewan modern. Namun, di masa lalu penemuan fosil hewan purba memiliki pemaknaan yang jauh berbeda.
Dilansir ILFSCIENCE, bangsa Yunani dan Romawi kuno merupakan dua peradaban pertama yang tercatat pernah menemukan fosil hewan purba. Kala itu, mereka menafsirkan fosil hewan purba sebagai makhluk mitologi raksasa, hewan aneh, atau makhluk dengan kekuatan supernatural. Sebab, fosil hewan purba memiliki keunikan dan keanehan yang tak dapat ditemukan pada hewan modern.
5. Teori evolusi manusia

Teori evolusi manusia yang kita kenal sekarang dicetuskan dan dikembangkan oleh Charles Darwin pada era 1800an. Setelah itu, laman BBC menjelaskan kalau Darwin menerbitkan buku berjudul On the Origin of Species by Means of Natural Selection yang menjadi salah satu literatur paling penting dalam memahami teori evolusinya. Namun, teori evolusi Charles Darwin sempat ditentang oleh banyak pihak.
Mereka beranggapan kalau teori evolusi Darwin tidak berdasar. Sebab, Darwin menjelaskan kalau manusia memiliki satu nenek moyang yang sama dengan semua primata. Darwin juga menyebutkan kalau ciri fisik dan semua kemampuan manusia merupakan sebuah adaptasi untuk menyesuaikan lingkungan. Walau banyak yang menentang, tetapi teori tersebut akhirnya diterima hingga saat ini.
Perdebatan dan perbedaan pendapat merupakan hal yang lumrah di bidang sains. Justru, berbagai perbedaan bisa menjadi jalan untuk menemukan kebenaran dari suatu masalah. Adanya ilmu sains yang dulu tidak diakui juga menunjukan kalau pengetahuan manusia terus berkembang. Dari yang awalnya tidak diterima, suatu keilmuan akan berjalan, berkembang, dan akhirnya diakui.


















