5 Fakta Casa Batlló, Mahakarya Antoni Gaudí di Barcelona

- Casa Batlló awalnya bangunan tahun 1877 karya Emili Sala Cortés, lalu direnovasi total oleh Antoni Gaudí antara 1904–1906 atas permintaan pengusaha Josep Batlló.
- Bangunan ini beberapa kali berganti kepemilikan hingga akhirnya dibuka untuk umum pada 1995 dan menjadi lokasi populer untuk berbagai acara di Barcelona.
- Desainnya menonjol dengan bentuk mirip naga, teknik mosaik trencadís, serta simbolisme legenda Santo George yang membuatnya diakui UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada 2005.
Antoni Gaudí dikenal luas sebagai arsitek jenius asal Spanyol sekaligus pelopor utama gerakan Modernisme Katalan. Karyanya yang visioner hampir gak punya garis lurus, dengan bentuk-bentuk yang terinspirasi dari alam, tumbuhan, dan hewan. Salah satu mahakarya terbaiknya yang bisa kita saksikan hari ini adalah Casa Batlló di Barcelona, Spanyol. Bangunan unik ini sekarang berfungsi sebagai museum, situs warisan budaya, dan destinasi wisata populer yang dibuka untuk umum.
Tapi, bagaimana ya awal mula bangunan ini hingga menjadi gedung berbentuk naga yang begitu memukau? Yuk, telusuri sejarah dan keunikan arsitekturnya dalam artikel ini!
1. Gak dibangun dari nol, tapi renovasi

Banyak yang mengira Casa Batlló dibangun dari nol oleh Antoni Gaudí. Padahal, gedung ini aslinya sudah berdiri sejak tahun 1877 dan dirancang oleh salah satu guru arsitekturnya sendiri, yaitu Emili Sala Cortés. Jadi, Gaudí sebenarnya gak membangunnya dari awal, tapi mengubah bangunan lama yang sudah ada.
Pada tahun 1903, gedung ini dibeli oleh pengusaha tekstil kaya bernama Josep Batlló yang awalnya berniat merobohkan bangunan tersebut. Namun, Gaudí berhasil meyakinkannya bahwa rumah itu gak perlu dihancurkan, tapi cukup direnovasi total saja. Akhirnya, proyek renovasi besar-besaran pun berjalan dari tahun 1904 sampai 1906, hingga menjelma menjadi karya seni raksasa yang kita kenal sekarang.
2. Beberapa kali ganti kepemilikan hingga menjadi tempat acara populer

Setelah Josep Batlló meninggal pada tahun 1934, rumah ini sempat dirawat oleh istri dan anak-anaknya sebelum akhirnya dibeli oleh perusahaan asuransi Seguros Iberia pada tahun 1954 untuk dijadikan kantor. Sejak saat itu, Casa Batlló mulai bersolek lewat berbagai renovasi penting. Mulai dari perbaikan ruangan dalam pada tahun 1970, pengembalian warna asli balkon pada tahun 1983, hingga fasad luarnya yang mulai dihiasi lampu-lampu cantik setahun kemudian.
Memasuki tahun 1993, kepemilikan rumah beralih ke pemilik yang sekarang, yang kemudian melanjutkan renovasi besar-besaran di seluruh area bangunan. Dua tahun setelahnya, tepatnya pada 1995, Casa Batlló mulai membuka pintu untuk umum dengan menyewakan areanya seluas lebih dari 2.500 meter persegi. Karena tempatnya yang strategis dan punya visual super estetik, gedung ini pun laris manis menjadi lokasi favorit untuk berbagai acara penting di kota Barcelona.
3. Dijuluki "rumah tulang"

Warga lokal Barcelona menjuluki Casa Batlló sebagai Casa dels Ossos alias "Rumah Tulang" karena arsitekturnya yang mirip kerangka makhluk hidup tanpa garis lurus sama sekali. Keunikan ini langsung terlihat di lantai dasar yang dipenuhi pahatan batu mengalir dan jendela oval meliuk-liuk, serta bagian atap melengkung yang bentuknya menyerupai punggung seekor naga atau dinosaurus.
Masuk ke bagian loteng, ruangan yang dulunya dipakai untuk tempat cuci baju dan gudang ini punya desain yang unik banget meski dindingnya polos berwarna putih. Di dalamnya terdapat 60 lengkungan berjejer yang menyerupai bentuk tulang rusuk hewan. Banyak yang percaya kalau lengkungan ini sengaja dibuat Gaudí sebagai simbol dari tulang rusuk sang naga yang ada di atap bangunan.
4. Menggunakan teknik trencadís dan gradasi warna cahaya

Sebagai karya Antoni Gaudí, Casa Batlló merupakan ikon aliran Modernisme yang unik karena hampir gak memiliki garis lurus sama sekali. Bagian depan atau fasad gedung ini dihiasi oleh mosaik warna-warni dari pecahan ubin keramik yang disebut teknik trencadís. Warnanya dibuat sangat cantik dengan efek gradasi, mulai dari warna oranye keemasan di bagian bawah yang perlahan berubah menjadi biru kehijauan di bagian atasnya.
Masuk ke bagian dalam, terdapat atrium atau sumur cahaya di tengah rumah yang berfungsi sebagai sumber udara segar dan lampu alami. Karena Gaudí sangat terobsesi dengan pantulan cahaya, ia mengecat dinding ubin ini dengan warna biru tua di bagian atas dan semakin muda ke arah bawah agar penyebaran cahaya matahari bisa merata ke setiap lantai. Ditambah lagi dengan jendela kayu yang bisa diatur ventilasinya, area ini sengaja dibuat agar memberikan sensasi magis seperti sedang berada di dasar laut.
5. Simbolisme legenda santo george

Desain atap Casa Batlló yang melengkung dan bersisik diyakini kuat merepresentasikan punggung naga, makhluk mitologis dalam legenda Santo George (Sant Jordi) yang merupakan pelindung wilayah Katalonia. Genting keramiknya yang berkilau membuat atap ini terlihat hidup seperti punggung naga atau dinosaurus raksasa.
Teori yang paling populer menyebutkan bahwa menara bulat di bagian atas yang dilengkapi dengan salib melambangkan tombak milik Santo George. Gaudí sengaja mendesainnya seolah-olah tombak tersebut sedang ditancapkan langsung ke punggung sang naga, menciptakan visualisasi cerita rakyat yang sangat epik pada sebuah bangunan.
Melihat segala keunikan dan detail magisnya, gak heran jika Casa Batlló terus mengundang decak kagum dari siapa pun yang berkunjung. Karena keunikan kreatif serta kontribusi arsitekturalnya yang luar biasa itulah, UNESCO akhirnya menetapkan Casa Batlló sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 2005.

















