5 Fakta Hamerkop, Membangun Sarang Raksasa untuk Banyak Spesies Burung

- Hamerkop adalah burung air asal Sub Sahara Afrika dan Jazirah Arab dengan ciri khas kepala menyerupai palu serta ukuran tubuh sedang berwarna coklat kusam.
- Burung ini dikenal karena membangun sarang raksasa bertingkat dari ranting dan rumput, yang juga dihuni berbagai spesies lain seperti burung hantu, elang, hingga ular.
- Sistem reproduksi hamerkop melibatkan 3–7 telur dengan masa inkubasi sekitar 30 hari, sementara masyarakat lokal mengaitkannya dengan mitos pertanda buruk.
Burung hamerkop berasal dari famili scopidae dan menjadi satu-satunya spesies yang masih hidup dalam kelompoknya yakni scopus. Kata hamerkop diambil dari bahasa Afrikaans artinya 'kepala palu'.
Hamerkop adalah jenis burung air yang tinggal di Sub Sahara Afrika dan juga Jazirah Arab. Habitat perairan hamerkop seperti muara sungai, tepi danau, kolam ikan, tepi sungai dan pantai berbatu.
Hamerkop adalah burung yang dikenal reputasinya dalam membangun sarang raksasa. Ternyata luasnya sarang itu bukan hanya untuk hamerkop sendiri, tetapi banyak spesies burung yang menikmati sarang raksasanya juga. Simak lebih lanjut trivia hamerkop sekarang.
1. Karakteristik fisik hamerkop

Hamerkop adalah burung air termasuk berukuran sedang, paruhnya 8,5 cm, tingginya 56 cm dan berat mencapai 1 pon. Bulunya berwarna coklat kusam, punggungnya memancarkan kilauan ungu, kakinya berwarna hitam dan sebagian berselaput.
Ekornya hamerkop pendek, sayapnya besar, lebar dan membulat di ujungnya. Bicara tentang paruhnya berukuran agak tipis dan agak mirip dengan paruh burung shoebill. Saat ia melayang dan meregangkan lehernya ke depan seperti bangau dan saat ia menarik lehernya ke belakang seperti kunti.
2. Diet hamerkop

Cara hamerkop mengincar mangsa adalah terbang perlahan di atas air, kakinya menjuntai dan kepalanya menunduk. Saat mangsa muncul di permukaan air, hamerkop menangkap mangsa dengan paruhnya dan menelannya sambil tetap terbang. Mangsa di dalam air adalah ikan, katak dan udang.
Saat hamerkop menangkap hewan di darat, metodenya berbeda dengan hewan air. Hamerkop memburu rayap saat sedang berkerumun dalam keadaan terbang. Saat mengincar serangga, hamerkop di rerumputan. Hamerkop pun memburu luwak bergaris saat hewan ini sedang menangkap katak.
3. Sarang hamerkop yang raksasa menjadi rumah bagi banyak spesies burung

Dilansir seaword, hamerkop dapat membangun sarang raksasa dalam bentuk bertingkat tiga. Tinggi sarang mencapai 6 kaki, lebar 180 cm dan berat mencapai 110 pon. Sarangnya terbuat dari ranting, alang-alang, rumput dan batang tanaman mati.
Dengan sarang sebesar itu, proses pembangunan sarang membutuhkan waktu 3-4 bulan. Hamerkop tidak keberatan jika sarangnya juga menjadi tempat tinggal dari banyak spesies burung: burung hantu, angsa, bebek, elang dan merpati. Uniknya bahkan ular menjadikan sarang ini sebagai tempat tinggal.
4. Sistem reproduksinya

Pasangan hamerkop melakukan pertunjukan perkawinannya berlokasi di sarangnya. Hasilnya, betina bisa menghasilkan 3-7 butir telur. Telurnya awalnya berwarna putih dan bisa berubah warna seiiring waktu dengan ukuran 1,33 inci dan berat 1 ons.
Sebagian besar mengerami telur dilakukan oleh betina dibandingkan jantan dan inkubasi berlangsung sekitar 30 hari sejak telur pertama diletakkan. Setelah sang anak menetas, induk cenderung meninggalkan anak-anaknya untuk pergi berburu dalam waktu yang lama.
Kurang lebih 2,5 bulan setelah lahir, anak-anak hamerkop dengan bulu yang mulai berkembang, mulai meninggalkan sarangnya. Namun mereka belum pergi permanen karena masih tidur di sarangnya pada malam hari.
5. Adanya hamerkop dianggap pertanda buruk

Pernyataan pertanda buruk dari masyarakat setempat tak hanya soal budaya dan takhayul. Habitat sarang hamerkop yang raksasa itu cocok sebagai tempat ular bersembunyi. Ini lah yang ditakutkan masyarakat di habitat hamerkop karena berpotensi ular menyelinap ke pemukiman warga juga.
Kembali ke persoalan mitos atau takhayul. Jika mendengar suara hamerkop memanggil di malam hari, pertanda akan ada seorang meninggal di malam hari. Jika manusia mendekati sarang hamerkop, akan ada petir yang menyambar. Sebagian masyarakat menyebut hamerkop sebagai burung petir.
Hamerkop pertama kali dideskripsikan oleh ilmuwan Prancis bernama Mathurin Jacques Brisson pada 1760. Untuk populasinya hamerkop sekarang sebenarnya masih stabil dan aman dari kepunahan oleh IUCN. Demikian Fakta keren dari burung hamerkop.


![[QUIZ] Kalau Kamu Menjadi Cabang Ilmu Sains, Cocoknya jadi Apa?](https://image.idntimes.com/post/20250520/pexels-photo-212286-603df6f641b54ac4de18f293915a6c9d-acba7f8f4b2c603b1492ef710b5afc96.jpeg)




![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Seberapa Langka Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20250526/img-20250524-171040-59d926335e45a3f62b89089b95e5200f.jpg)

![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kamu Bisa Time Travel ke Masa Lalu atau Masa Depan?](https://image.idntimes.com/post/20250506/1000008112-a9936ff4ece60dc64a0fc7d3e0c841a5.png)



![[QUIZ] Kami Tahu Sifat Asli Kamu Sebenarnya dari Permata yang Dipilih](https://image.idntimes.com/post/20220927/edz-norton-lvd5b63876g-unsplash-c471a1d3da7de9cfa23c5368d33f03b1.jpg)






