Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa yang Menyebabkan Cahaya Zodiak Muncul di Langit?

Apa yang Menyebabkan Cahaya Zodiak Muncul di Langit?
ilustrasi cahaya zodiak (pexels.com/Marek Piwnicki)
Intinya Sih
  • Cahaya zodiak muncul karena pantulan sinar Matahari pada debu antarplanet yang tersebar di sepanjang bidang orbit planet, membentuk cahaya lembut berbentuk segitiga di langit.
  • Debu penyebab cahaya zodiak berasal dari komet yang menguap saat mendekati Matahari dan tabrakan asteroid yang menghasilkan partikel halus yang terus mengorbit di Tata Surya.
  • Fenomena ini paling jelas terlihat saat senja atau fajar di langit gelap tanpa polusi cahaya, serta membantu ilmuwan memahami sebaran debu dan evolusi materi dalam Tata Surya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kalau suatu saat kamu melihat cahaya redup berbentuk segitiga yang memanjang dari ufuk setelah Matahari terbenam atau sebelum Matahari terbit, jangan buru-buru mengira itu adalah cahaya kota atau galaksi Bima Sakti. Bisa jadi, kamu sedang menyaksikan cahaya zodiak (zodiacal light), salah satu fenomena langit yang cukup langka terlihat oleh mata telanjang.

Meski namanya mengandung kata "zodiak", fenomena ini sama sekali tidak berkaitan dengan ramalan bintang. Cahaya zodiak adalah hasil interaksi antara sinar Matahari dan debu antariksa yang tersebar di dalam Tata Surya. Lalu, bagaimana cahaya ini bisa terbentuk?

1. Cahaya zodiak berasal dari debu antariksa

Penyebab utama munculnya cahaya zodiak adalah debu antarplanet (interplanetary dust). Debu ini ukurannya sangat kecil, bahkan sering digambarkan hanya sebesar partikel asap. Meskipun ukurannya nyaris tak terlihat, jumlahnya sangat banyak dan tersebar di sepanjang bidang orbit planet-planet yang mengelilingi Matahari.

Ketika sinar Matahari mengenai kumpulan debu tersebut, sebagian cahaya dipantulkan atau dihamburkan ke arah Bumi. Hamburan inilah yang tampak sebagai cahaya lembut berbentuk kerucut atau segitiga di langit.

Karena debu terkonsentrasi di sepanjang bidang ekliptika—jalur yang dilalui Matahari, Bulan, dan sebagian besar planet di langit—maka cahaya zodiak juga mengikuti jalur tersebut.

2. Dari mana asal debu yang membentuk cahaya zodiak

Debu antarplanet bukan muncul begitu saja. Para astronom meyakini bahwa sebagian besar partikel ini berasal dari dua sumber utama.

Yang pertama adalah komet. Saat komet mendekati Matahari, panas yang diterimanya membuat es dan material penyusunnya menguap. Proses ini melepaskan banyak partikel debu ke ruang angkasa.

Sumber kedua berasal dari tabrakan asteroid. Ketika asteroid saling bertumbukan, benturan tersebut menghasilkan serpihan dan debu halus yang kemudian terus mengorbit Matahari.

Debu-debu ini tidak diam di satu tempat. Mereka terus bergerak mengelilingi Matahari dan membentuk awan debu yang tipis tapi sangat luas, membentang di sebagian besar wilayah Tata Surya bagian dalam. Itulah sebabnya cahaya zodiak dapat muncul berulang kali dan bukan hanya fenomena sesaat.

3. Mengapa paling jelas terlihat saat senja atau fajar

ilustrasi cahaya zodiakal
ilustrasi cahaya zodiakal (treehugger.com)

Waktu terbaik untuk melihat cahaya zodiak adalah ketika Matahari berada sedikit di bawah cakrawala, tetapi langit sudah cukup gelap. Setelah Matahari terbenam, cahaya zodiak biasanya muncul di langit sebelah barat. Sebaliknya, sebelum Matahari terbit, fenomena ini tampak di ufuk timur.

Fenomena ini juga cenderung lebih mudah diamati di sekitar waktu ekuinoks, yaitu saat panjang siang dan malam hampir sama. Pada periode tersebut, bidang ekliptika tampak lebih tegak terhadap cakrawala sehingga cahaya dari debu antariksa terlihat lebih tinggi dan lebih mudah dipisahkan dari cahaya senja atau fajar.

Meski begitu, kondisi langit tetap menjadi faktor penting. Langit yang cerah, minim polusi cahaya, dan tidak ada cahaya Bulan terang akan memberikan peluang terbaik untuk menyaksikan fenomena ini.

4. Jangan sampai tertukar dengan Bima Sakti

Sekilas, cahaya zodiak memang bisa disangka sebagai Bima Sakti. Namun, keduanya memiliki karakter yang berbeda.

Bima Sakti memiliki struktur yang kaya dengan pita-pita gelap, kumpulan bintang, dan tekstur yang tidak merata. Sebaliknya, cahaya zodiak tampak jauh lebih halus dan seragam, membentuk kerucut redup yang memanjang dari ufuk menuju langit. Karena cahayanya sangat lemah, sedikit saja gangguan seperti polusi cahaya kota atau cahaya Bulan purnama sudah cukup untuk membuatnya sulit terlihat.

5. Mengapa cahaya zodiak penting dipelajari

Selain indah dipandang, cahaya zodiak juga memberikan informasi penting bagi para astronom. Fenomena ini menjadi bukti langsung bahwa ruang di antara planet-planet tidak benar-benar kosong, melainkan dipenuhi debu halus yang terus mengorbit Matahari.

Dengan mempelajari distribusi cahaya zodiak, ilmuwan dapat memahami bagaimana debu antarplanet tersebar, bagaimana komet dan asteroid berkontribusi terhadap lingkungan Tata Surya, hingga bagaimana materi kecil berevolusi selama miliaran tahun. Penelitian tentang debu antarplanet juga membantu ilmuwan dalam memahami pembentukan sistem planet, termasuk bagaimana Tata Surya berkembang sejak awal kelahirannya.

Meski tampak sederhana, cahaya zodiak sebenarnya merupakan pemandangan yang memperlihatkan proses besar yang berlangsung di Tata Surya. Cahaya yang kita lihat dari Bumi bukan berasal dari bintang baru ataupun fenomena atmosfer, melainkan dari sinar Matahari yang dipantulkan oleh jutaan partikel debu yang mengelilingi Matahari. Jadi, jika suatu malam kamu berada jauh dari hiruk pikuk kota dan melihat cahaya segitiga samar menjulang dari ufuk, kemungkinan besar kamu sedang menyaksikan cahaya zodiak.

Referensi

National Geographic. Diakses pada Juli 2026. A Strange Triangle of Light Appears in Late Winter Skies. Here’s What Causes It
National Geographic. Diakses pada Juli 2026. "False Dawn" This Week: Zodiacal Light Easier to See
Sentinel Mission. Diakses pada Juli 2026. Zodiacal Light – Definition & Detailed Explanation – Astronomical Phenomena Glossary
Swinburne University of Technology. Diakses pada Juli 2026. Zodiacal Light

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More