Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Kuku, Kenapa Terus Tumbuh dan Tidak Sakit saat Dipotong?

4 min read
5 Fakta Kuku, Kenapa Terus Tumbuh dan Tidak Sakit saat Dipotong?
ilustrasi seseorang sedang memotong kuku (commons.wikimedia.org/Mostafameraji)
  • Kuku tersusun dari keratin keras yang kuat dan lentur, berfungsi melindungi ujung jari dari tekanan, benturan ringan, gesekan, serta aktivitas sehari-hari.
  • Pertumbuhan kuku berasal dari matrix di bawah kulit pangkal kuku, yang terus menghasilkan sel keratin baru dan mendorongnya membentuk pelat kuku.
  • Pelat kuku yang terlihat adalah sel mati tanpa saraf atau pembuluh darah, sehingga tidak sakit dipotong; pertumbuhannya berbeda menurut lokasi, aktivitas, usia, dan kondisi kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Coba perhatikan kuku tanganmu. Meski rutin dipotong, beberapa waktu kemudian kuku akan kembali memanjang. Siklus ini terus terjadi tanpa kita sadari. Namun, pernahkah terpikir mengapa kuku bisa terus tumbuh dan mengapa kita tidak merasakan sakit ketika memotongnya?

Jawabannya ternyata berkaitan dengan struktur dan cara kuku tumbuh. Bagian yang terlihat bukanlah jaringan hidup seperti yang mungkin kita bayangkan, melainkan hasil dari sel-sel yang terus diproduksi di bagian pangkal kuku. Agar lebih jelas, yuk simak lima fakta tentang kuku berikut ini.

  1. 1. Kuku terbuat dari keratin

    kuku pada jari tangan
    kuku pada jari tangan (commons.wikimedia.org/Kommissar)

    Kuku manusia tersusun dari protein utama bernama keratin. Protein ini juga menjadi bahan pembentuk rambut dan lapisan terluar kulit, sehingga sifatnya sangat kuat sekaligus lentur. Keratin pada kuku tergolong keratin keras (hard keratin), yang memiliki ikatan lebih rapat dibanding keratin pada rambut. Itulah sebabnya kuku mampu melindungi ujung jari dari tekanan atau benturan ringan, serta membantu kita dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.

    Selain memberi kekuatan, keratin juga membuat kuku tahan terhadap gesekan maupun paparan lingkungan. Struktur keratin yang rapat membuat kuku tidak mudah rusak meskipun sering dipotong, dibersihkan, atau digunakan untuk aktivitas lain. Dengan kata lain, keberadaan keratin inilah yang menjadikan kuku bukan sekadar pelengkap tubuh, tetapi juga bagian penting yang berfungsi menjaga kesehatan dan melindungi ujung jari.

  2. 2. Pertumbuhannya berasal dari matrix

    ilustrasi kuku tangan
    ilustrasi kuku tangan (pixabay.com/Ryeowi Yang)

    Pertumbuhan kuku berawal dari sebuah jaringan khusus bernama matrix yang terletak di bawah kulit, tepat di belakang pangkal kuku. Bagian ini berfungsi sebagai “pabrik” utama pembentuk kuku, karena di sanalah sel-sel keratin baru diproduksi. Sel-sel yang dihasilkan matrix akan saling menekan dan terdorong ke depan, sehingga membentuk lapisan pelat kuku yang kita lihat sehari-hari.

    Selama matrix tetap sehat, proses pembentukan sel baru akan terus berlangsung, membuat kuku tumbuh tanpa henti sepanjang hidup kita. Itulah sebabnya kuku harus rutin dipotong agar tetap rapi dan tidak mengganggu aktivitas. Dengan kata lain, matrix adalah pusat pertumbuhan yang menentukan kondisi kuku, mulai dari panjang, ketebalan, hingga kesehatannya.

  3. 3. Bagian yang terlihat adalah sel mati

    ilustrasi kuku yang bersih dan rapi
    ilustrasi kuku yang bersih dan rapi (freepik.com/Nikitabuida)

    Bagian kuku yang terlihat di permukaan jari sebenarnya bukan jaringan hidup, melainkan kumpulan sel yang sudah mati. Sel-sel tersebut awalnya diproduksi di matrix, lalu terdorong ke depan seiring terbentuknya sel baru. Dalam proses pergeseran ini, sel kehilangan inti dan suplai darahnya, sehingga berubah menjadi lapisan keras yang kita kenal sebagai pelat kuku.

    Karena sudah tidak hidup, pelat kuku tidak memiliki saraf maupun pembuluh darah. Hal inilah yang membuat kuku bisa dipotong tanpa menimbulkan rasa sakit. Jadi, meski terlihat sederhana, bagian keras di ujung jari itu sebenarnya adalah hasil kerja panjang tubuh dalam mendorong sel-sel mati ke permukaan dan menyusunnya menjadi struktur pelindung yang kuat.

  4. 4. Tidak sakit saat dipotong, kecuali jika terlalu dalam

    ilustrasi seseorang sedang memotong kuku
    ilustrasi seseorang sedang memotong kuku (pexels.com/Yazid N)

    Memotong kuku biasanya tidak menimbulkan rasa sakit karena bagian yang dipotong hanyalah pelat kuku yang keras dan tidak memiliki saraf. Selama hanya menyentuh ujung kuku, tidak ada sinyal nyeri yang dikirim ke otak. Inilah sebabnya aktivitas merapikan kuku bisa dilakukan dengan nyaman, baik menggunakan gunting kuku maupun alat potong lainnya.

    Namun, rasa sakit bisa muncul bila potongan terlalu dalam hingga mengenai jaringan di bawah kuku, yang disebut nail bed atau kulit di sekitarnya. Di sinilah saraf dan pembuluh darah berada, sehingga bila terkena atau terluka (misalnya memotong terlalu dalam atau terjepit), barulah muncul rasa nyeri. Kepekaan rasa juga bisa meningkat bila ada iritasi, infeksi, atau cedera di sekitar area tersebut.

  5. 5. Kuku tumbuh dengan kecepatan berbeda

    kuku kaki tumbuh lebih lambat dibandingkan kuku tangan
    kuku kaki tumbuh lebih lambat dibandingkan kuku tangan (pexels.com/Valeria Boltneva)

    Pertumbuhan kuku ternyata tidak seragam di setiap bagian. Kuku tangan biasanya tumbuh lebih cepat dibanding kuku kaki. Selain itu, jari yang lebih sering digunakan atau mendapatkan lebih banyak aliran darah cenderung memiliki pertumbuhan kuku yang lebih cepat dibanding jari lainnya. Jadi, kuku bukan hanya sekadar pelindung jari, tetapi juga dipengaruhi oleh aktivitas sehari-hari yang kita lakukan.

    Kecepatan pertumbuhan kuku juga bisa dipengaruhi oleh faktor usia dan kondisi kesehatan. Pada orang yang lebih muda, kuku biasanya tumbuh lebih cepat, sedangkan seiring bertambahnya usia, laju pertumbuhannya melambat. Faktor lain seperti pola makan, adanya cedera, atau kondisi medis tertentu juga berperan dalam menentukan cepat atau lambatnya kuku bertambah panjang. Artinya, kuku menyimpan banyak cerita tentang tubuh kita, lebih dari yang terlihat di permukaan.

    Kuku memang hanya bagian kecil dari tubuh, tapi di balik pertumbuhannya tersimpan cerita tentang keratin, matrix, hingga pola hidup kita. Jadi, saat kamu merapikan kuku atau sekadar memperhatikannya, bayangkan bahwa hal sederhana ini sebenarnya sedang menunjukkan betapa luar biasanya tubuh bekerja tanpa henti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More