Referensi
Britannica. Diakses pada Mei 2026. Bot Fly
The Insect Guide. Diakses pada Mei 2026. Chigoe Flea (Tunga penetrans)
Times of India. Diakses pada Mei 2026. 9 Insects That Reside On Human Body For Their Survival
WebMD. Diakses pada Mei 2026. Creatures That Live on Your Body
WebMD. Diakses pada Mei 2026. What Are Bedbugs?
7 Serangga yang Hidup di Tubuh Manusia

- Beberapa jenis serangga seperti kutu rambut, kutu badan, dan kutu kemaluan dapat hidup di tubuh manusia dengan menghisap darah serta menyebabkan gatal atau iritasi kulit.
- Lalat botfly dan kutu chigoe termasuk parasit yang dapat masuk ke dalam kulit manusia, menimbulkan luka, nyeri, hingga infeksi serius jika tidak segera ditangani.
- Menjaga kebersihan diri, pakaian, hewan peliharaan, serta lingkungan menjadi langkah utama untuk mencegah infestasi serangga yang bisa membahayakan kesehatan manusia.
Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa beberapa serangga dapat hidup di tubuh manusia. Serangga-serangga ini menganggap kita sebagai tempat yang hangat dan aman di mana mereka dapat makan, tumbuh, dan bahkan bertelur. Beberapa bersembunyi di rambut kita, beberapa hidup di kulit kita, dan yang lainnya masuk lebih dalam ke dalam tubuh.
Mereka mungkin sangat kecil sehingga kita tidak menyadarinya, tetapi mereka tetap dapat menyebabkan masalah, seperti ruam, gatal, dan masih banyak lagi. Mungkin terdengar menakutkan, tetapi serangga-serangga ini adalah bagian nyata dari kehidupan. Berikut adalah beberapa serangga yang menjadikan tubuh manusia sebagai rumah mereka.
1. Kutu rambut
Serangga kecil ini dapat hidup di rambut dan menghisap darah dari kulit kepala. Umumnya mereka tidak berbahaya, hanya menyebabkan gatal dan menular. Kutu rambut umum ditemukan pada anak-anak sekolah dasar.
Untuk mengatasinya, kamu dapat membeli sampo yang diformulasikan untuk membunuh kutu rambut. Bisa juga meminta dokter untuk meresepkan obat. Kamu juga bisa menggunakan sisir bergigi halus yang basah untuk menyingkirkan kutu dan telurnya.
2. Kutu badan
Kutu badan adalah serangga kecil yang hidup di lipatan dan jahitan pakaian tetapi naik ke kulit untuk makan. Mereka bertahan hidup dengan menggigit kulit dan menghisap darah. Kutu badan berbeda dari kutu kepala karena mereka tidak hidup di rambut.
Kutu badan lebih umum terjadi pada orang yang jarang mengganti atau mencuci pakaian. Kutu ini dapat menyebabkan gatal dan terkadang infeksi kulit jika gigitannya sering digaruk. Kutu badan juga dapat menyebarkan penyakit tertentu. Menjaga kebersihan dan mengganti pakaian secara teratur membantu mencegah kutu badan hidup di tubuh.
3. Kutu kemaluan

Kutu kemaluan adalah serangga kecil yang hidup di rambut tubuh yang kasar, seperti rambut di sekitar alat kelamin, dada, atau terkadang alis dan bulu mata. Mereka makan dengan menggigit kulit dan meminum sedikit darah. Kutu kemaluan lebih kecil dari kutu kepala dan memiliki bentuk seperti kepiting, itulah sebabnya mereka juga disebut 'crab lice'. Kutu ini menyebabkan gatal dan iritasi di tempat mereka hidup.
Mereka menyebar terutama melalui kontak pribadi yang dekat seperti selama aktivitas seksual atau dengan berbagi pakaian atau handuk. Meskipun tidak nyaman, kutu kemaluan dapat diobati dan dihilangkan dengan sampo atau krim khusus.
4. Kutu
Kutu adalah serangga kecil yang biasanya hidup pada hewan seperti anjing dan kucing, tetapi juga dapat menggigit manusia. Mereka bertahan hidup dengan menghisap darah dari kulit. Kutu sangat pandai melompat dan dapat berpindah dengan cepat dari satu inang ke inang lainnya. Ketika kutu menggigit manusia, mereka dapat menyebabkan gatal dan bintik merah pada kulit. Kutu tidak hidup lama pada manusia, tetapi tetap dapat menjadi masalah jika jumlahnya banyak. Menjaga kebersihan hewan peliharaan dan merawat rumah membantu menghentikan kutu agar tidak mengganggu.
5. Kutu kasur
Kutu kasur adalah serangga kecil berwarna coklat kemerahan yang menghisap darah manusia dan hewan. Mereka tidak memiliki sayap dan ukurannya hanya sebesar biji apel. Tubuh mereka pipih dan berbentuk oval.
Kutu kasur muda, yang disebut nimfa, lebih kecil dan tampak tembus pandang atau kuning pucat. Jika mereka belum makan, mereka bisa sangat sulit dilihat. Telur kutu kasur sangat kecil dan berwarna putih sehingga sering luput dari pandangan manusia.
6. Lalat botfly

Lalat botfly (famili Oestridae) adalah lalat parasit yang larvanya menginfestasi mamalia, termasuk manusia. Lalat botfly manusia (Dermatobia hominis), yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, menempelkan telurnya pada nyamuk atau lalat. Ketika vektor ini menggigit manusia, larva menetas dan menggali ke dalam kulit, membentuk lesi seperti bisul dengan lubang pernapasan.
Larva memakan cairan jaringan selama 27-128 hari sebelum jatuh untuk menjadi pupa. Infestasi menyebabkan rasa sakit, gatal, dan infeksi sekunder; pengangkatannya melibatkan pencekikan dengan minyak atau pembedahan. Lalat dewasa menyerupai lebah tetapi tidak makan. Pencegahan termasuk penggunaan penolak serangga di daerah tropis.
7. Kutu chigoe
Kutu chigoe (Tunga penetrans) atau sering disebut kutu pasir adalah parasit kecil berukuran sekitar 1 mm yang banyak ditemukan di daerah tropis seperti Amerika Latin, Afrika, dan Karibia. Kutu betina yang sedang mengandung bisa masuk dan menggali ke dalam kulit manusia, terutama di area kaki atau sela jari kaki. Bagian belakang tubuhnya tetap terbuka agar bisa bernapas dan mengeluarkan telur. Setelah berada di dalam kulit, tubuh kutu akan membesar hingga sebesar kacang polong dan dapat menghasilkan sekitar 100 telur dalam waktu dua minggu sebelum akhirnya mati. Telur-telur tersebut jatuh ke tanah, lalu menetas menjadi larva dalam 3–4 hari dan berkembang menjadi kutu dewasa dalam 3–6 minggu.
Infeksi akibat kutu ini disebut tungiasis. Kondisi ini bisa menyebabkan gatal parah, nyeri, pembengkakan, bahkan infeksi serius seperti gangren jika tidak segera ditangani. Biasanya kutu diangkat menggunakan penjepit steril setelah bagian tubuhnya diberi minyak agar mudah keluar. Dokter juga dapat memberikan antibiotik untuk mencegah infeksi. Cara terbaik untuk mencegah tungiasis adalah memakai sepatu tertutup saat berada di area berpasir, terutama di tempat yang banyak terdapat hewan seperti babi.
Meski terdengar mengerikan, sebagian besar kasus serangga yang hidup di tubuh manusia sebenarnya dapat dicegah dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini, kita bisa mengambil langkah penanganan yang tepat sebelum menimbulkan masalah kesehatan yang lebih serius.








![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Seberapa Langka Kepribadianmu](https://image.idntimes.com/post/20250526/img-20250524-171040-59d926335e45a3f62b89089b95e5200f.jpg)










