Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Laba-laba Happy Face Hawaii, Wajah Tersenyumnya Bikin Gemas
Laba-laba happy face (commons.wikimedia.org/Nate Yuen)
  • Laba-laba happy face adalah spesies endemik Hawaii yang hidup di empat pulau dan bersembunyi di bawah daun hutan pegunungan lembap.
  • Pola wajah tersenyum hanya salah satu dari banyak variasi warna tubuhnya, dengan sekitar 70 persen populasi berwarna kuning polos.
  • Variasi warna laba-laba ini diwariskan secara genetik dan induk betina menunjukkan perilaku mengasuh anak hingga mereka siap hidup mandiri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kepulauan Hawaii dikenal sebagai rumah bagi banyak satwa endemik dengan bentuk yang tidak biasa. Salah satunya adalah laba-laba happy face (Theridion grallator). Laba-laba ini terkenal karena memiliki pola di tubuhnya yang menyerupai wajah tersenyum. Berkat corak unik tersebut, spesies ini menjadi salah satu laba-laba paling terkenal di dunia. Kira-kira apa fungsi dari pola senyum yang dimilikinya? Penasaran kan, yuk langsung saja simak lima fakta laba-laba happy face berikut!

1. Ditemukan di 4 pulau di Kepulauan Hawaii

Laba-laba happy face ditemukan di 4 pulau di Kepulauan Hawaii, yaitu Pulau Oahu, Molokai, Maui, dan Hawaii. (commons.wikimedia.org/Andrew Z. Colvin)

Theridion grallator merupakan laba-laba endemik Hawaii yang hanya ditemukan di Pulau Oahu, Molokai, Maui, dan Pulau Hawaii. Mereka menghuni hutan pegunungan yang lembap pada ketinggian lebih dari 1.000 meter, terutama di kawasan yang didominasi pohon ʻōhiʻa (Metrosideros polymorpha) dan koa (Acacia koa).

Ukurannya yang hanya sekitar 5 milimeter membuat laba-laba ini sangat sulit ditemukan. Mereka membuat jaring tipis menyerupai lembaran sutra di bagian bawah daun. Pada siang hari, tubuhnya menempel rapat di permukaan daun agar tidak mudah terlihat. Ketika malam tiba, mereka akan menggantung beberapa sentimeter di bawah daun menggunakan benang sutra sambil menunggu lalat-lalat kecil yang menjadi mangsa utamanya.

2. Pola wajah tersenyum ternyata hanya salah satu dari puluhan variasi warna

Laba-laba happy face (commons.wikimedia.org/Hawaii Volcanoes National Park)

Laba-laba happy face memperoleh namanya dari salah satu variasi warna tubuh yang dikenal sebagai Red Front. Pada morf ini, perpaduan bercak merah dan hitam di bagian perut membentuk pola yang menyerupai wajah tersenyum jika dilihat dari atas. Oleh karena itulah, laba-laba ini dikenal luas sebagai happy-face spider.

Namun, jangan mengira semua individu memiliki corak yang sama. Para peneliti telah menemukan puluhan morf warna berbeda, mulai dari tubuh kuning polos, bercak merah di bagian belakang, pola cincin merah atau hitam, hingga bercak putih. Sekitar 70 persen populasi hanya berwarna kuning tanpa pola, sedangkan sisanya terdiri atas berbagai kombinasi warna merah, hitam, dan putih yang membuat hampir setiap individu memiliki penampilan berbeda.

3. Pola tubuhnya diduga membantu mengelabui predator

Laba-laba happy face (commons.wikimedia.org/Nate Yuen)

Sampai sekarang, ilmuwan belum mengetahui secara pasti mengapa laba-laba happy face memiliki variasi warna yang sangat beragam. Namun, hipotesis yang paling banyak diterima menyebutkan bahwa pola tersebut merupakan bentuk kamuflase terhadap predator, terutama burung. Ketika cahaya matahari menembus dedaunan, bercak merah, hitam, atau putih pada tubuh laba-laba diduga mampu memecah siluet tubuhnya sehingga lebih sulit dikenali.

4. Pola warnanya diwariskan melalui gen

Laba-laba happy face (commons.wikimedia.org/Melissa McMasters)

Keunikan warna laba-laba happy face ternyata bukan sekadar dipengaruhi lingkungan. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pola warna dikendalikan oleh faktor genetik yang diwariskan dari induknya mengikuti pola pewarisan Mendel.

Menariknya, mekanisme genetik tersebut ternyata berbeda antar-pulau. Pada populasi di Pulau Maui, variasi warna diduga dikendalikan oleh satu lokus gen. Sementara itu, populasi di Pulau Hawaii memiliki sistem yang lebih kompleks karena melibatkan dua lokus gen berbeda. Bahkan, beberapa morf warna hanya muncul pada laba-laba jantan atau betina saja. Perbedaan inilah yang membuat laba-laba happy face menjadi salah satu spesies favorit para ahli genetika evolusi.

5. Anak-anaknya diasuh langsung oleh sang induk

Laba-laba happy face bersama dengan anak-anaknya. (commons.wikimedia.org/Forest & Kim Starr)

Tidak semua laba-laba meninggalkan telurnya setelah bertelur. Laba-laba happy face justru menunjukkan perilaku mengasuh anak yang cukup jarang dijumpai pada laba-laba. Setelah menghasilkan kantung telur, induk betina akan menjaganya dengan agresif hingga menetas. Saat waktunya tiba, sang induk bahkan membantu membuka kantung telur agar anak-anaknya dapat keluar. Selama sekitar enam hingga delapan minggu berikutnya, anak-anak laba-laba tetap tinggal bersama induknya dan memakan serangga kecil yang ditangkap oleh sang induk. Setelah cukup besar, barulah mereka meninggalkan daun tempat dilahirkan untuk hidup sendiri.

Itulah lima fakta menarik mengenai laba-laba happy face. Di balik tubuhnya yang hanya beberapa milimeter, laba-laba ini menyimpan kisah evolusi, genetika, dan perilaku yang luar biasa. Tak heran jika hingga kini laba-laba happy face masih menjadi salah satu spesies endemik Hawaii yang paling banyak dipelajari oleh para ilmuwan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article