Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Hatra Iraq, Kota Bundar yang Bertahan dari Invasi Romawi

5 Fakta Hatra Iraq, Kota Bundar yang Bertahan dari Invasi Romawi
Hatra (commons.wikimedia.org/Husseinal-mauktar)
Intinya Sih
  • Hatra di Irak utara berkembang sebagai kota bundar penting pada masa Kekaisaran Parthia, berfungsi sebagai pusat perdagangan, pertahanan, dan keagamaan dengan tata ruang yang dirancang matang.
  • Kota ini berhasil menahan dua invasi besar Romawi berkat sistem pertahanan kuat berupa tembok tinggi, menara, dan parit yang mengelilingi kota, menjadikannya simbol kekuatan Parthia.
  • Hatra memadukan pengaruh budaya Helenistik, Romawi, dan Timur serta diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia sejak 1985 karena nilai sejarah dan arsitekturnya yang luar biasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Di kawasan gurun di Irak utara berdiri reruntuhan Hatra, sebuah kota kuno yang pernah menjadi pusat perdagangan, agama, dan pertahanan pada masa Kekaisaran Parthia. Hatra berkembang dari permukiman kecil menjadi kerajaan penting pada sekitar abad kedua Masehi karena letaknya yang strategis. Kota ini juga dikenal sebagai salah satu kota Parthia yang paling terawat hingga saat ini.

Keunikan Hatra tidak hanya terletak pada usianya yang telah mencapai ribuan tahun, tetapi juga pada tata kotanya yang berbentuk bundar dan sistem pertahanannya yang sangat kuat. Kota ini bahkan berhasil menahan dua invasi besar Romawi pada tahun 116 dan 198 Masehi. Berbagai fakta tersebut menjadikan Hatra sebagai salah satu situs arkeologi paling menarik di Timur Tengah.

1. Memiliki tata kota berbentuk bundar

Hatra
Hatra (commons.wikimedia.org/Mohammed Harith Khalil)

Hatra dirancang sebagai kompleks perkotaan berbentuk bundar yang menyesuaikan kondisi bentang alam di sekitarnya. Bentuk tersebut menjadi salah satu ciri khas kota berkubu di kawasan timur pada masa Parthia. Tata kota ini juga menunjukkan perencanaan perkotaan yang matang untuk mendukung fungsi pertahanan dan aktivitas masyarakat.

Hatra termasuk contoh penting kota berbenteng dengan denah melingkar yang berkembang di jalur perdagangan kuno. Lokasinya yang berada di persimpangan rute dagang ikut mendorong pertumbuhan kota sebagai pusat perdagangan dan persinggahan. Tata ruang tersebut mendukung fungsi pertahanan sekaligus memperkuat peran Hatra sebagai pusat komersial di kawasan tersebut.

2. Bertahan dari dua invasi besar Romawi

Hatra
Hatra (commons.wikimedia.org/Véronique Dauge)

Menurut UNESCO, Hatra berhasil mempertahankan diri dari serangan pasukan Romawi yang dipimpin Kaisar Trajan pada tahun 116 Masehi serta Kaisar Septimius Severus pada tahun 198 Masehi. Keberhasilan itu membuat Hatra dikenal sebagai kota yang sangat sulit ditaklukkan. Peristiwa tersebut kemudian menjadi salah satu simbol kekuatan Kekaisaran Parthia pada masanya.

Kekuatan pertahanan Hatra berasal dari tembok batu yang tinggi dan tebal, menara pertahanan, serta parit yang mengelilingi bagian luar kota. Sistem pertahanan tersebut dirancang agar mampu menghadapi pengepungan dalam waktu lama. Selain itu, tembok bagian dalam diperkuat oleh 171 menara besar dan kecil serta memiliki empat gerbang utama yang menghadap ke empat arah mata angin.

3. Memadukan berbagai pengaruh budaya kuno

Hatra
Hatra (commons.wikimedia.org/Véronique Dauge)

Bangunan di Hatra memperlihatkan perpaduan unsur arsitektur Helenistik dan Romawi dengan hiasan berciri Timur. Perpaduan tersebut mencerminkan pertemuan berbagai tradisi budaya yang berkembang di kawasan Mesopotamia pada masa itu. Ciri arsitektur tersebut menjadi salah satu alasan Hatra diakui memiliki nilai sejarah yang luar biasa.

Mnumen, pahatan, dan prasasti di Hatra menjadi bukti berkembangnya peradaban yang dipengaruhi budaya Yunani, Parthia, Romawi, serta tradisi Assyria dan Babilonia. Warisan tersebut menjadikan Hatra sebagai sumber penting untuk memahami hubungan budaya di dunia kuno. Pengaruh budaya yang beragam itu juga tercermin pada karya seni yang ditemukan di berbagai bagian kota.

4. Menjadi pusat keagamaan yang berpengaruh

Hatra
Hatra (commons.wikimedia.org/Mohammed Harith Khalil)

Bagian tengah Hatra ditempati kawasan suci besar yang dikelilingi tembok dan berisi sejumlah kuil. Kompleks tersebut menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat di wilayah Al Jazira Irak. Faktor keagamaan juga menjadi salah satu alasan utama yang mendorong perkembangan Hatra dari sebuah wilayah kecil menjadi kerajaan besar pada pertengahan abad kedua Masehi.

Di dalam kawasan suci terdapat tujuh kuil yang masing masing dipersembahkan untuk dewa tertentu. Bangunan bangunan itu memiliki iwan berupa aula terbuka beratap lengkung tinggi yang menjadi salah satu inovasi arsitektur Parthia. Di bagian belakang kawasan suci juga berdiri Great Temple yang memiliki deretan delapan iwan besar sebagai salah satu struktur paling menonjol di Hatra.

5. Diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO

Hatra
Hatra (commons.wikimedia.org/Véronique Dauge)

Hatra resmi masuk Daftar Warisan Dunia pada tahun 1985 karena memiliki nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang luar biasa. Situs ini dinilai sebagai contoh penting kota berbenteng dari masa Parthia yang masih mempertahankan banyak unsur aslinya. Hatra juga diakui sebagai kota Parthia yang paling terawat dibandingkan situs lain dari periode yang sama.

Hatra kemudian dimasukkan ke Daftar Warisan Dunia dalam Bahaya pada tahun 2015 akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh kelompok bersenjata. Status tersebut bertujuan mendorong dukungan internasional untuk melindungi dan melestarikan warisan budaya yang sangat berharga ini. Hingga kini, UNESCO masih menempatkan Hatra dalam daftar tersebut sebagai bagian dari upaya perlindungan berkelanjutan.

Hatra menjadi bukti bahwa sebuah kota kuno dapat berkembang sebagai pusat perdagangan, keagamaan, sekaligus pertahanan dalam satu kawasan. Tata kota berbentuk bundar hingga pengakuan sebagai Warisan Dunia menunjukkan pentingnya Hatra dalam sejarah peradaban Timur Tengah. Hingga kini, reruntuhannya tetap menjadi sumber pengetahuan yang sangat berharga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More