Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Fakta Masuleh, Desa Iran dengan Atap Rumah yang Berfungsi sebagai Jalan

5 min read
5 Fakta Masuleh, Desa Iran dengan Atap Rumah yang Berfungsi sebagai Jalan
Masuleh, Iran (unsplash.com/Azin Javadzadeh)
  • Masuleh di Provinsi Gilan merupakan permukiman pegunungan bersejarah berusia sekitar 800–1.000 tahun, berkembang melalui perdagangan, kerajinan, penggembalaan, dan perpindahan dari Masuleh Lama.
  • Rumah-rumah bertingkat mengikuti lereng Alborz, dengan atap dan halaman bangunan menjadi jalur pejalan kaki, ruang publik, serta tempat aktivitas sosial tanpa sirkulasi mobil.
  • Kehidupan lokal tetap hidup lewat pasar, kerajinan, dan kuliner Gilan; Masuleh masih berada dalam Daftar Tentatif UNESCO setelah pemeriksaan nominasi Warisan Dunia ditunda pada 2023.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Iran gak hanya identik dengan kota-kota berarsitektur megah seperti Isfahan atau Shiraz, sebab wilayah pegunungannya juga menyimpan permukiman tradisional dengan karakter yang sulit ditemukan di tempat lain. Salah satunya adalah Masuleh di Provinsi Gilan, sebuah kota bersejarah di lereng Pegunungan Alborz yang terkenal berkat susunan rumah bertingkat mengikuti kontur gunung. UNESCO menyebut kawasan bersejarah ini memiliki pola teras yang sejajar dengan lereng dan sejarah permukiman yang telah berlangsung sekitar 800 hingga 1.000 tahun.

Daya tarik Masuleh gak berhenti pada pemandangan rumah yang bertumpuk, karena kehidupan masyarakat, pasar tradisional, sampai kuliner khas Gilan membuat perjalanan ke kawasan ini semakin kaya cerita. Bahkan, ruang yang terlihat seperti atap rumah bisa menjadi bagian dari jalur pejalan kaki sekaligus ruang sosial bagi masyarakat setempat. Kalau penasaran mengapa Masuleh memiliki identitas yang begitu kuat di antara berbagai destinasi Iran, yuk telusuri lima fakta menariknya berikut ini.

  1. 1. Sejarahnya berkembang dari jalur perdagangan dan kegiatan kerajinan

    Masuleh, Iran
    Masuleh, Iran (unsplash.com/mohammad hosein safaei)

    Masuleh tumbuh dalam lanskap pegunungan yang sejak lama terhubung dengan aktivitas perdagangan, kerajinan, dan perpindahan masyarakat. Kajian ICOMOS mengenai lanskap budaya Masuleh menjelaskan bahwa kawasan ini dipengaruhi kegiatan penggembalaan selama ribuan tahun serta aktivitas pertambangan, peleburan, dan pandai besi pada masa lampau. Letaknya di jalur komunikasi penting sekaligus terlindungi medan curam turut mendorong Masuleh berkembang sebagai pusat perdagangan dan tempat berlindung bagi masyarakat dari berbagai kawasan.

    Permukiman Masuleh yang dikenal sekarang juga berkaitan dengan kawasan lama yang berada beberapa kilometer di sebelah barat lautnya. Seiring perjalanan sejarah, masyarakat secara bertahap berpindah dari kawasan yang kini dikenal sebagai Kohneh Masuleh atau Masuleh Lama menuju lokasi permukiman sekarang, sementara sumber arsitektur mencatat wabah dan gempa sebagai bagian dari rangkaian peristiwa yang mendorong perpindahan tersebut. Jejak panjang inilah yang membuat Masuleh bukan sekadar desa pegunungan cantik, melainkan permukiman yang memperlihatkan hubungan erat antara kondisi geografis, perdagangan, dan kemampuan masyarakat beradaptasi.

  2. 2. Atap rumah menjadi jalan sekaligus identitas Masuleh

    Masuleh, Iran
    Masuleh, Iran (unsplash.com/mohammad hosein safaei)

    Keunikan paling terkenal dari Masuleh terletak pada arsitektur bertingkat yang mengikuti lereng curam Pegunungan Alborz. Rumah-rumah tersusun sedemikian rupa sehingga atap atau halaman sebuah bangunan dapat menjadi ruang pejalan kaki bagi permukiman yang berada pada tingkat lebih tinggi. Tangga, gang sempit, teras, dan atap kemudian saling terhubung hingga membentuk ruang publik bertingkat yang menyatu dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

    Susunan tersebut membuat kawasan bersejarah Masuleh sangat berbeda dari permukiman yang bergantung pada jalan kendaraan. Mobil gak menjadi bagian dari sirkulasi di dalam struktur tradisionalnya, sedangkan masyarakat bergerak dengan berjalan kaki melalui jalur sempit dan tangga yang menghubungkan setiap tingkat. Menariknya lagi, atap-atap tersebut bukan cuma jalur untuk berpindah tempat, tetapi juga berfungsi sebagai ruang berkumpul dan menjalankan berbagai kegiatan sosial masyarakat.

  3. 3. Pasar tradisional dan kehidupan lokal masih menjadi daya tarik utama

    Masuleh, Iran
    Masuleh, Iran (unsplash.com/Niloufar Sharifi)

    Pasar Masuleh menjadi salah satu bagian penting yang memperlihatkan kehidupan sosial dan ekonomi kawasan ini. Di antara bangunan bertingkat dan lorong pejalan kaki, pengunjung dapat menemukan kain lokal, tas, kilim, boneka, kerajinan tangan, hingga berbagai benda dekoratif. Aktivitas tawar-menawar serta percakapan antara penjual dan pembeli juga menjadi bagian dari pengalaman pasar yang membuat suasananya terasa lebih hidup.

    Tradisi kerajinan bahkan mempunyai hubungan erat dengan karakter arsitektur Masuleh. Sejumlah fasad rumah menampilkan jendela dengan detail gereh-chini, yaitu seni susunan kayu dekoratif tradisional yang memperkuat karakter visual bangunannya. Kehadiran pengrajin, pedagang, dan pasar di tengah permukiman menunjukkan bahwa warisan Masuleh gak hanya bertahan sebagai objek wisata, tetapi masih menjadi bagian dari ruang kehidupan masyarakat.

  4. 4. Kuliner khas Gilan melengkapi pengalaman menjelajahi Masuleh

    ilustrasi mirza ghasemi
    ilustrasi mirza ghasemi (commons.wikimedia.org/Diako1971)

    Berada di Provinsi Gilan membuat perjalanan ke Masuleh juga menjadi kesempatan menarik untuk mengenal kekayaan kuliner Iran bagian utara. Salah satu hidangan regional yang populer adalah mirza ghasemi, olahan terung panggang dengan tomat, bawang putih, dan telur yang dikenal berasal dari Gilan. Aroma panggang dari terung berpadu dengan karakter bawang putih yang kuat sehingga menghadirkan cita rasa khas yang berbeda dari gambaran umum kuliner Iran.

    Pilihan lain yang lekat dengan Gilan adalah baghali ghatogh, hidangan berkuah kental yang menggunakan kacang, adas sowa, bawang putih, dan telur. Hidangan ini lazim disantap bersama kateh, yaitu nasi khas Iran yang dimasak dengan metode penyerapan air, sehingga cocok menjadi santapan hangat setelah menjelajahi jalur bertingkat Masuleh. Kuliner regional seperti ini membuat perjalanan terasa lebih lengkap karena wisatawan gak hanya melihat arsitektur, tetapi juga mengenal karakter Gilan melalui makanan.

  5. 5. Status Warisan Dunia UNESCO ternyata belum resmi diperoleh

    Masuleh, Iran
    Masuleh, Iran (unsplash.com/Pegah Mostafavi Zadeh)

    Popularitas Masuleh sering membuat kawasan ini dianggap sudah menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO, padahal status resminya lebih kompleks. Kota bersejarah Masuleh telah masuk Daftar Tentatif UNESCO sejak 2007, kemudian Iran mengajukan Lanskap Budaya Masuleh untuk dipertimbangkan sebagai Warisan Dunia. Pada 2023, Komite Warisan Dunia menunda pemeriksaan nominasi tersebut agar ruang lingkup pengajuannya dapat dipertimbangkan kembali dan diperjelas.

    Fakta tersebut justru memperlihatkan betapa luasnya nilai Masuleh karena perhatian terhadap kawasan ini gak hanya tertuju pada rumah-rumah bertingkatnya. ICOMOS menggambarkan lanskap Masuleh sebagai wilayah yang mencakup kota bersejarah, tradisi penggembalaan semi-nomaden, kerajinan, perdagangan, serta bentang alam di sekelilingnya. Jadi, identitas Masuleh terbentuk dari hubungan panjang antara manusia, arsitektur, kegiatan ekonomi, dan lingkungan pegunungan yang terus hidup sampai sekarang.

    Masuleh menunjukkan bahwa keterbatasan geografis justru dapat melahirkan pola permukiman yang kreatif dan berkarakter kuat. Atap yang menjadi jalan, pasar yang tetap hidup, kuliner khas Gilan, dan sejarah panjangnya membuat kawasan ini menawarkan pengalaman yang jauh lebih luas daripada sekadar panorama pegunungan. Gak heran kalau Masuleh terus menarik perhatian wisatawan dan pemerhati warisan budaya sebagai salah satu permukiman bersejarah paling unik di Iran.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More