Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Tournai, Kota Tertua yang Menyimpan Jejak Sejarah Belgia

5 Fakta Tournai, Kota Tertua yang Menyimpan Jejak Sejarah Belgia
kota Tournai di Belgia (commons.wikimedia.org/Jean-Pol GRANDMONT)
Intinya Sih
  • Tournai dikenal sebagai salah satu kota tertua di Belgia dengan sejarah sejak era Romawi dan berkembang berkat letaknya di tepi Sungai Scheldt.
  • Kota ini pernah menjadi pusat kekuasaan Dinasti Merovingian serta tempat ditemukannya makam Raja Childeric I yang penting bagi sejarah bangsa Franka.
  • Tournai memiliki warisan arsitektur bersejarah seperti Katedral Notre-Dame dan Belfry yang diakui UNESCO, mencerminkan kejayaan budaya dan industri permadani masa lampau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Tournai merupakan salah satu kota tertua di Belgia yang memiliki sejarah panjang sejak zaman Romawi. Kota ini terletak di wilayah Wallonia, dekat perbatasan Prancis, dan berkembang di sepanjang Sungai Scheldt. Warisan sejarah yang kaya menjadikan Tournai sebagai salah satu destinasi budaya paling menarik di negara tersebut.

Selama berabad-abad, Tournai menjadi saksi berbagai peristiwa penting yang membentuk sejarah Eropa Barat. Kota ini memiliki sejumlah bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga sekarang. Berikut 5 fakta menarik Tournai, kota tertua yang menyimpan jejak sejarah Belgia.

1. Salah satu kota tertua di Belgia

Kota Tournai di Belgia
kota Tournai di Belgia (commons.wikimedia.org/Pierre André Leclercq)

Sejarah Tournai dapat ditelusuri hingga masa Kekaisaran Romawi ketika kota ini berkembang sebagai permukiman penting di kawasan tersebut. Britannica menyebutkan bahwa letaknya yang strategis di tepi Sungai Scheldt membantu pertumbuhan perdagangan dan aktivitas ekonomi sejak zaman kuno. Keberadaan kota ini selama hampir dua ribu tahun menjadikannya salah satu pusat sejarah tertua di Belgia.

Berbagai peninggalan arkeologi menunjukkan bahwa Tournai telah dihuni dan berkembang jauh sebelum banyak kota besar Belgia lainnya muncul. Posisinya yang penting membuat kota ini terus bertahan melewati berbagai perubahan politik dan sosial. Hingga kini, jejak sejarah panjang tersebut masih dapat ditemukan di berbagai sudut kota.

2. Pernah menjadi pusat kekuasaan dinasti merovingian

Kota Tournai di Belgia
kota Tournai di Belgia (commons.wikimedia.org/Jean-Pol GRANDMONT)

Pada abad ke-5, Tournai menjadi salah satu pusat kekuasaan bangsa Franka yang mulai memperluas pengaruhnya di Eropa Barat. Dilansir Livius.org, kota ini dikenal sebagai tempat kekuasaan Raja Childeric I, salah satu penguasa penting Dinasti Merovingian. Perannya dalam sejarah awal bangsa Franka menjadikan Tournai memiliki posisi penting dalam perkembangan Eropa abad pertengahan.

Ketertarikan para sejarawan terhadap Tournai semakin besar setelah ditemukannya makam Childeric I pada tahun 1653. Penemuan tersebut menghasilkan berbagai artefak berharga yang memberikan wawasan tentang kehidupan elite Franka pada masa itu. Temuan ini juga menjadi salah satu penemuan arkeologi paling terkenal dalam sejarah Belgia.

3. Memiliki katedral unesco dengan lima menara ikonik

Katedral Notre-Dame de Tournai
katedral notre-dame de Tournai (commons.wikimedia.org/Jean-Pol GRANDMONT)

Katedral Notre-Dame de Tournai merupakan salah satu bangunan paling terkenal di kota ini. Katedral tersebut dibangun selama beberapa abad dan menampilkan perpaduan gaya Romanesque serta Gotik yang mengesankan. Lima menara yang menjulang tinggi menjadi ciri khas yang membuatnya mudah dikenali.

Dilansir UNESCO World Heritage Convention, keunikan arsitektur dan nilai sejarahnya membuat katedral ini diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2000. Bangunan tersebut dianggap sebagai salah satu contoh terbaik arsitektur keagamaan abad pertengahan di Eropa. Hingga saat ini, katedral tetap menjadi simbol utama Tournai dan daya tarik wisata terbesar kota tersebut.

4. Menara lonceng tertua di Belgia berada di Tournai

Menara Lonceng Tertua
menara lonceng tertua (commons.wikimedia.org/Jean-Pol GRANDMONT)

Belfry of Tournai merupakan menara lonceng tertua yang masih berdiri di Belgia. Dilansir Visit Tournai, menara ini dibangun pada tahun 1188 dan memiliki tinggi sekitar 72 meter. Pada masa lalu, bangunan tersebut digunakan untuk mengawasi kota sekaligus memberi peringatan jika terjadi bahaya.

Selain fungsi praktisnya, belfry juga menjadi simbol kebebasan dan hak-hak istimewa yang dimiliki warga kota pada abad pertengahan. Nilai sejarah tersebut membuat menara ini diakui sebagai bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO. Saat ini, Belfry of Tournai menjadi salah satu landmark paling terkenal di Belgia.

5. Pernah menjadi pusat industri permadani Eropa

Kota Tournai di Belgia
kota Tournai di Belgia (commons.wikimedia.org/Michielverbeek)

Pada akhir Abad Pertengahan dan awal era modern, Tournai dikenal sebagai salah satu pusat produksi permadani terbaik di Eropa. Para pengrajin kota ini menghasilkan karya berkualitas tinggi yang banyak diminati oleh kalangan bangsawan dan keluarga kerajaan. Industri tersebut membantu meningkatkan kemakmuran dan reputasi Tournai di tingkat internasional.

Permadani buatan Tournai terkenal karena detail artistik dan kualitas pengerjaannya yang luar biasa. Karya-karya tersebut diekspor ke berbagai wilayah Eropa dan menghiasi istana maupun bangunan penting. Kejayaan industri permadani menjadi salah satu bagian penting dari warisan budaya kota ini.

Tournai merupakan kota yang memperlihatkan bagaimana sejarah panjang dapat tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Dari warisan Romawi hingga bangunan-bangunan UNESCO yang masih berdiri megah, kota ini menawarkan banyak kisah menarik untuk dipelajari. Kekayaan sejarah dan budayanya menjadikan Tournai sebagai salah satu kota paling berharga di Belgia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More