Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Fakta Mosque City of Bagerhat, Situs Kota Islam Kuno di Bangladesh

5 Fakta Mosque City of Bagerhat, Situs Kota Islam Kuno di Bangladesh
Mosque City of Bagerhat (unsplash.com/Ahmed Jubair)
Intinya Sih
  • Mosque City of Bagerhat di Bangladesh dulunya bernama Khalifatabad, kota Islam abad ke-15 yang menjadi pusat pemerintahan dan kehidupan masyarakat dengan tata kota yang terencana.
  • Kawasan ini dijuluki Kota 360 Masjid karena banyaknya masjid bersejarah bergaya arsitektur Islam Bengal, termasuk Masjid Shat Gombuj yang menjadi ikon utama situs tersebut.
  • Didirikan oleh sufi Khan Jahan Ali dan diakui UNESCO sejak 1985, situs ini terkenal dengan peninggalan sejarah, arsitektur khas, serta legenda buaya penjaga makam pendirinya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Pernahkah kamu mendengar tentang Mosque City of Bagerhat? Situs bersejarah yang berada di Bangladesh ini merupakan peninggalan dari kota Islam kuno yang berkembang pada abad ke-15. Kawasan ini dikenal dengan deretan masjid bersejarah dan bangunan kuno yang masih dapat ditemukan hingga sekarang.

Sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO, Mosque City of Bagerhat memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan perkembangan Islam di wilayah Bengal. Situs ini juga menyimpan berbagai peninggalan yang membuatnya dikenal hingga saat ini. Yuk, simak lima fakta tentang Mosque City of Bagerhat berikut ini.

1. Dulu merupakan kota besar bernama Khalifatabad

peninggalan bersejarah di kawasan Khalifatabad yang berkembang pada abad ke-15.
peninggalan bersejarah di kawasan Khalifatabad yang berkembang pada abad ke-15. (commons.wikimedia.org/Dr Amit Biswas)

Sebelum dikenal sebagai Mosque City of Bagerhat, kawasan ini merupakan kota kuno bernama Khalifatabad yang dibangun pada abad ke-15. Kota ini berada di wilayah Bengal bagian selatan yang kini termasuk Bangladesh. Pada masa itu, Khalifatabad menjadi salah satu kota penting yang mendukung kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Khalifatabad tidak hanya menjadi tempat tinggal penduduk, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan. Kota ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti jalan, jembatan, waduk, dan bangunan umum yang mendukung aktivitas sehari-hari. Hal tersebut menunjukkan bahwa Khalifatabad pernah menjadi kota yang berkembang dan tertata dengan baik pada masanya.

2. Dijuluki kota 360 masjid

Masjid Shat Gombuj menjadi salah satu peninggalan paling terkenal di kawasan Mosque City of Bagerhat.
Masjid Shat Gombuj menjadi salah satu peninggalan paling terkenal di kawasan Mosque City of Bagerhat. (unsplash.com/Faisal Photography)

Mosque City of Bagerhat dikenal dengan julukan Kota 360 Masjid. Julukan ini berasal dari banyaknya masjid dan bangunan keagamaan yang pernah berdiri di kawasan tersebut pada masa kejayaannya. Keberadaan ratusan masjid menunjukkan bahwa kawasan ini memiliki pengaruh Islam yang kuat pada masanya.

Masjid-masjid di Bagerhat juga memiliki ciri khas tersendiri. Sebagian besar bangunan dibuat menggunakan batu bata bakar dan menampilkan gaya arsitektur Islam awal di wilayah Bengal. Salah satu contoh bangunan paling ikonik di sini adalah Masjid Shat Gombuj (Sixty Dome Mosque). Meskipun tidak semua bangunan masih bertahan hingga sekarang, peninggalan yang tersisa tetap menjadi bukti kemegahan masa lalu.

3. Didirikan oleh seorang sufi yang sangat dihormati

makam Khan Jahan Ali yang menjadi bagian penting dari sejarah Bagerhat.
makam Khan Jahan Ali yang menjadi bagian penting dari sejarah Bagerhat. (commons.wikimedia.org/Nahid Sultan)

Sosok di balik berdirinya kawasan ini adalah Khan Jahan Ali, seorang tokoh sufi yang sangat dihormati di wilayah Bengal pada abad ke-15. Selain dikenal sebagai ulama, ia juga berperan sebagai pemimpin militer yang visioner. Karena pengaruh dan jasanya yang besar, namanya tetap harum dan dikenang oleh masyarakat hingga sekarang.

Khan Jahan Ali memimpin para pengikutnya untuk membabat hutan rawa demi membangun kota mandiri ini. Sifatnya yang bijaksana dalam menyebarkan nilai-nilai keagamaan dan membangun peradaban tanpa menindas rakyat lokal membuatnya dianggap sebagai pahlawan. Hingga kini, kompleks makamnya tidak pernah sepi dari para peziarah.

4. Diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia sejak 1985

salah satu situs utama yang membuat Mosque City of Bagerhat diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO.
salah satu situs utama yang membuat Mosque City of Bagerhat diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO. (unsplash.com/Faisal Photography)

Mosque City of Bagerhat diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1985. Pengakuan ini diberikan karena kawasan tersebut dianggap sebagai salah satu contoh penting kota Muslim abad pertengahan yang masih menyimpan banyak peninggalan sejarah.

Selain memiliki nilai sejarah yang tinggi, situs ini juga dikenal karena arsitekturnya yang khas dan tata kotanya yang terencana dengan baik. Berbagai bangunan yang masih bertahan menjadi bukti perkembangan arsitektur Islam di wilayah Bengal pada masa lalu. Karena nilai sejarah dan budayanya yang penting, kawasan ini terus dilestarikan agar dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

5. Terdapat buaya air tawar di samping makam pendiri

ilustrasi buaya air tawar di sekitar makam Khan Jahan Ali.
ilustrasi buaya air tawar di sekitar makam Khan Jahan Ali. (commons.wikimedia.org/Neilok)

Salah satu kisah unik yang masih melekat pada Mosque City of Bagerhat adalah keberadaan buaya di kolam Thakur Dighi, yang terletak tepat di samping makam Khan Jahan Ali. Menurut legenda setempat, Khan Jahan Ali dulu memelihara dua ekor buaya air tawar raksasa bernama Kalapahar dan Dhautopahar yang dianggap memiliki kekuatan magis.

Meskipun buaya-buaya asli peninggalan abad ke-15 tersebut kini sudah mati, kolam tersebut tetap diisi oleh buaya penerus. Kepercayaan ini terus diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, demi alasan keamanan wisatawan, kini area kolam telah dipagari dengan ketat dan pengunjung dilarang memberi makan buaya secara langsung.

Mosque City of Bagerhat bukan hanya dikenal karena bangunan bersejarahnya, tetapi juga karena berbagai kisah dan peninggalan yang masih bertahan hingga kini. Mulai dari sejarahnya sebagai kota kuno, arsitekturnya yang khas, hingga cerita unik tentang buaya air tawar, semuanya menjadi bagian dari daya tarik situs ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna

Related Articles

See More