Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Gunung Terpendek di Dunia, Tak Ada yang Mencapai 100 Meter
ilustrasi gunung (commons.wikimedia.org/Simo Räsänen)
  • Lima gunung terpendek di dunia memiliki tinggi di bawah 100 meter, termasuk Gunung Jingshan di Cina (0,6 m), Hiyoriyama di Jepang (3 m), dan Tempozan di Jepang (4,5 m).
  • Selain itu, Hoge Blekker di Belgia (33 m) dan Gunung Wycheproof di Australia (42 m) juga masuk daftar karena keunikannya sebagai destinasi wisata alam yang mudah dijangkau.
  • Beberapa gunung tersebut merupakan buatan manusia atau terbentuk alami, kini menjadi lokasi wisata populer sekaligus simbol pelestarian lingkungan bagi pengunjung dari berbagai negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjulang tinggi hingga langit, gunung menjadi bentang alam yang disegani oleh semua orang. Ketinggiannya menjadi bukti keagungan alam yang tak terhingga. Dari kaki hingga puncak, gunung juga memaparkan keindahan tiada tara, mulai dari pemandangan hutan, pohon yang asri, hingga salju putih menawan. Namun, ternyata tak semua gunung menjulang tinggi, lho.

Salah satunya adalah Gunung Jingshan di Cina yang tingginya hanya 0,6 meter. Di Jepang juga ada Gunung Hiyoriyama dengan elevasi 3 meter. Melipir ke Australia, kamu bisa menemukan Gunung Wycheproof dengan tinggi sekitar 42 meter. Karena ketinggiannya, mereka menyandang gelar sebagai gunung terpendek di dunia. Penasaran dengan sisanya? Yuk, simak pembahasan berikut!

1. Gunung Jingshan (0,6 meter)

gunung Jingshan (commons.wikimedia.org/Ngguls)

Punya tinggi yang hanya 0,6 meter atau 60 centimeter, Gunung Jingshan yang berlokasi di Provinsi Shandong, Cina ini menjadi salah satu yang terpendek di dunia. Di atas tanah gunung ini terlihat seperti batu besar yang mencuat dari tanah. Namun, laman Oddity Central menjelaskan bahwa batu tersebut hanyalah puncaknya. Sejatinya sebagian besar tubuh gunung ini terkubur di dalam tanah.

Sayangnya tak ada yang tahu berapa tinggi atau seberapa dalam keseluruhan Gunung Jingshan. Pasalnya area sekitar gunung ini merupakan daerah yang dilindungi sehingga penggalian atau ekspedisi sangat dilarang. Selain itu pemerintah setempat juga melarang pembangunan bangunan dan struktur lain. Namun, Gunung Jingshan tetap bisa dilihat secara langsung karena menjadi destinasi wisata.

2. Gunung Hiyoriyama (3 meter)

gunung Hiyoriyama (commons.wikimedia.org/タコノマクラ)

Laman JapanTravel menjelaskan kalau gunung kecil ini cukup sulit ditemukan. Sebab terdapat dua gunung lain dengan nama yang sama dan lebih terkenal yang berlokasi di Ishinomaki serta Yuriage. Ditambah lagi daerah sekitar Gunung Hiyoriyama bukanlah tempat wisata. Jadi kamu harus cermat, bertanya kepada warga sekitar, atau cari peta yang akurat agar bisa menemukan gunung setinggi 3 meter ini.

Dulu tinggi Gunung Hiyoriyama mencapai 6 meter. Namun, setelah Jepang dilanda tsunami pada tahun 2011 ketinggiannya menurun menjadi 3 meter. Menariknya, setelah kejadian tersebut pemerintah langsung memberikan gelar gunung terpendek di Jepang pada gunung ini. Sama seperti Tempozan, Gunung Hiyoriyama merupakan gunung buatan. Dulu, gunung ini digunakan untuk memantau kondisi laut.

3. Gunung Tempozan (4,5 meter)

gunung Tempozan (commons.wikimedia.org/KishujiRapid)

Setinggi 4,5 meter, Gunung Tempozan menjadi yang terpendek di daerah Kansai. Dilansir Kansai Oddysey, gunung ini bisa didaki dan menjadi salah satu tempat yang cukup menarik, khususnya bagi wisatawan. Uniknya Gunung Tempozan merupakan gunung buatan yang dibuat oleh manusia. Pembangunnya dimulai pada tahun 1831 menggunakan lumpur yang terakumulasi dari luapan Sungai Ajigawa.

Dahulu Gunung Hiyoriyama jauh lebih tinggi dan digunakan sebagai landmark dan penanda bagi kapal yang akan berlabuh di Teluk Osaka. Namanya juga berbeda, yaitu Mejirushi-yama. Kemudian namanya berubah menjadi Gunung Tenpo dan akhirnya dikenal sebagai Gunung Tempozan di masa modern. Saat hendak mendaki gunung ini, kamu bisa memulainya dengan berjalan dari Terminal Ferry Tempozan.

4. Hoge Blekker (33 meter)

Hoge Blekker (commons.wikimedia.org/Marc Ryckaert)

Tak seperti gunung lain, Hoge Blekker yang punya tinggi 33 meter terdiri atas daerah berpasir. Dilansir Vist A City, Hoge Blekker merupakan sand dune atau area berpasir tertinggi di Belgia. Walau dipenuhi oleh pasir, semak-semak, dan pohon pendek, Hoge Blekker merupakan habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna. Salah satu yang cukup terkenal adalah burung branjangan jambul.

Hoge Blekker menjadi daerah wisata yang cukup populer. Punya luas sekitar 18 hektar, kamu bisa berjalan santai dan menjelajahi seluruh wilayah sesuka hati. Namun, kamu harus waspada dan jangan sembarangan memetik tanaman atau menangkap hewan. Pasalnya kawasan Hoge Blekker merupakan area cagar alam yang dilindungi oleh pemerintah.

5. Gunung Wycheproof (42 meter)

Gunung Wycheproof (tripadvisor.co.id)

Gunung setinggi 42 meter ini berlokasi di wilayah Wycheproof, Victoria, negara Australia. Dilansir Visit Wimmera Mallee, Gunung Wycheproof berdiri di area yang penuh dengan batu granit. Tanahnya kering, dikelilingi semak belukar, suhunya tinggi, dan dipenuhi rerumputan. Area ini sangat cocok untuk dieksplorasi, khususnya bagi orang yang menyukai area luas dengan banyak hewan liar.

Di gunung ini juga ditemukan satu mineral unik, yaitu Wycheproofite. Perlombaan memanjat gunung juga kerap diadakan. Bedanya, peserta tak hanya memanjat gunung dengan tangan kosong. Sebaliknya mereka akan berlomba memanjat Gunung Wycheproof sembari membawa sekarung gandum. Perlombaan tersebut diadakan untuk menghormati Gunung Wycheproof itu sendiri.

Jika bosan dengan gunung tinggi, lima gunung terpendek di dunia tersebut bisa menjadi destinasi wisata yang menarik. Kamu juga tak perlu menanjak atau berjalan hingga berjam-jam untuk mencapai puncaknya. Maka dari itu, gunung-gunung tersebut sangat cocok buat kaum mager yang ingin pamer naik ke puncak gunung. Jika berkunjung, jangan lupa untuk menjaga kelestarian semua gunung tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team