Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kota Kuno yang Terkubur dan Baru Ditemukan Kembali Oleh Peneliti
Pompeii (unsplash.com/Cole Ciarlello)
  • Pompeii dan Herculaneum di Italia terkubur letusan Vesuvius pada 79 Masehi, mengawetkan bangunan, jalan, benda organik, serta bukti kehidupan masyarakat Romawi.
  • Troy di Turki menyimpan lapisan permukiman selama sekitar 4.000 tahun, sementara Akrotiri di Santorini mengungkap tata kota prasejarah melalui bangunan, drainase, dan lukisan dinding.
  • Thonis Heracleion, pelabuhan Mesir kuno yang tenggelam di Teluk Aboukir, ditemukan pada 2000 dengan kuil, kapal, patung, serta artefak perdagangan bawah laut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Sejumlah kota kuno pernah menjadi pusat kehidupan masyarakat pada masanya, tetapi kemudian terkubur atau tenggelam akibat berbagai peristiwa. Letusan gunung berapi, perubahan lingkungan, dan aktivitas geologi dapat membuat kawasan permukiman tertutup material atau berada di bawah air. Kondisi tersebut membuat jejak kehidupan masyarakatnya tersembunyi selama waktu yang panjang.

Penemuan kembali kota kuno biasanya melibatkan penggalian dan penelitian arkeologi secara bertahap. Sisa bangunan, jalan, benda, dan lapisan permukiman dapat membantu mengungkap kehidupan masyarakat yang pernah tinggal di dalamnya. Berikut lima kota kuno yang ditemukan kembali setelah lama tersembunyi dari permukaan.

1. Pompeii

Pompeii (unsplash.com/Iwona Castiello d'Antonio)

Pompeii merupakan kota Romawi kuno di Italia yang tertimbun saat Gunung Vesuvius meletus pada 79 Masehi. Menurut UNESCO, abu dan lapili menutupi sebagian besar kota, sedangkan aliran vulkanik menghancurkan kawasan sekitarnya. Penggalian bertahap sejak pertengahan abad ke-18 mengungkap kembali sisa kota tersebut.

Penggalian menemukan rumah, toko, jalan batu, pemandian umum, teater, dan amfiteater yang menggambarkan tata kota Romawi. UNESCO menjelaskan bahwa bangunan dan tulisan pada dinding menjadi bukti kehidupan sosial serta kegiatan warga menjelang letusan. Material vulkanik yang menimbun kota turut mengawetkan banyak peninggalan.

2. Herculaneum

Herculaneum (commons.wikimedia.org/Jebulon)

Herculaneum adalah kota Romawi dekat Gunung Vesuvius yang terkubur akibat letusan pada 79 Masehi. Berbeda dari Pompeii, kota ini tertimbun aliran piroklastik yang mengawetkan bangunan dan benda organik. Herculaneum mulai dieksplorasi melalui terowongan pada abad ke-18 sebelum penggalian terbuka dilakukan pada 1738.

Herculaneum memiliki bangunan publik yang masih terawetkan, termasuk palaestra dan dua kompleks pemandian. Selain itu, terdapat juga ratusan kerangka di garis pantai dan gulungan papirus di Villa dei Papiri. Temuan tersebut membantu peneliti mempelajari kehidupan masyarakat Romawi, sementara bagian lain dari kota kuno tersebut masih tertimbun di bawah permukiman modern

3. Troy

Troy (pexels.com/Seckin)

Troy merupakan kota kuno di Hisarlik, Turki, yang dikenal melalui kisah Perang Troya karya Homer. Menurut UNESCO, kawasan ini dihuni selama sekitar 4.000 tahun dan menyimpan lapisan permukiman dari berbagai periode. Penggalian Heinrich Schliemann pada 1870 menjadi tonggak penting penelitian arkeologi di lokasi tersebut.

Troy terdiri dari sejumlah permukiman yang dibangun bertumpuk pada lokasi yang sama. British Museum menjelaskan bahwa lapisan tersebut mencakup tembok pertahanan, gerbang, dan bangunan dari periode berbeda. Temuan ini menguatkan keberadaan kota Troy, tetapi tidak membuktikan seluruh peristiwa dalam kisah Perang Troya benar terjadi.

4. Akrotiri

Akrotiri (commons.wikimedia.org/Norbert Nagel)

Akrotiri merupakan permukiman prasejarah di Pulau Thera, kini dikenal sebagai Santorini, Yunani. Kota ini tertimbun material letusan gunung berapi pada Zaman Perunggu akhir yang melindungi bangunan dan benda di dalamnya. Menurut Ephorate of Antiquities of the Cyclades, penggalian sistematis di Akrotiri dimulai pada 1967 dan terus berlangsung hingga kini.

Penggalian mengungkap jalan berbatu, sistem drainase, bangunan bertingkat, serta lukisan dinding. Akrotiri dikenal sebagai pusat penting prasejarah di Aegea yang menjalin hubungan dengan wilayah lain. Peninggalan tersebut membantu peneliti memahami tata kota, kegiatan ekonomi, dan kehidupan penduduk sebelum letusan.

5. Thonis Heracleion

Patung dari Thonis Heracleion (flickr.com/Jean-Pierre Dalbéra)

Thonis Heracleion merupakan kota pelabuhan Mesir kuno di Teluk Aboukir, dekat delta Sungai Nil. Kota ini tenggelam akibat perubahan permukaan laut dan aktivitas seismik yang membuat tanah kehilangan kestabilan. National Geographic melaporkan bahwa arkeolog Franck Goddio dan tim menemukan lokasinya pada tahun 2000 melalui pencarian bawah air.

Penelitian mengungkap sisa kuil, patung, kanal, kapal, ratusan jangkar batu, dan benda perdagangan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa Thonis Heracleion pernah menjadi pelabuhan penting yang menghubungkan Mesir dengan Mediterania. Pemetaan dan penggalian membantu peneliti merekonstruksi kota yang lama tersembunyi di bawah laut.

Kota kota kuno tersebut memperlihatkan bagaimana bencana alam dan perubahan lingkungan dapat mengubur pusat kehidupan masyarakat. Penelitian arkeologi kemudian membuka kembali jejak peradaban melalui bangunan, benda peninggalan, dan lapisan permukiman yang ditemukan. Setiap penemuan memberikan bukti baru untuk memahami sejarah dan kehidupan manusia pada masa lampau.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article