Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Marsupial Terbesar di Dunia, Semuanya Hidup di Australia
kanguru merah (commons.wikimedia.org/PotMart186)
  • Artikel membahas lima marsupial terbesar di dunia yang semuanya hidup di Australia, mulai dari kanguru merah hingga wombat biasa dengan ukuran dan karakteristik unik masing-masing.
  • Kanguru merah menjadi marsupial terbesar dengan bobot mencapai 91 kilogram, sementara spesies lain seperti kanguru kelabu timur, barat, dan wallaroo antilopine juga memiliki ukuran besar dan perilaku sosial khas.
  • Wombat biasa menjadi satu-satunya non-kanguru dalam daftar ini, berperan penting sebagai insinyur ekologis yang membantu menjaga keseimbangan ekosistem di habitatnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penyebutan hewan marsupial atau marsupial merujuk pada mamalia yang berasal dari infraclass Marsupialia. Sejatinya, marsupial mirip dengan mamalia lain karena sama-sama memiliki rambut di seluruh tubuh dan memiliki kelenjar susu. Bedanya, marsupial memiliki kantung di tubuhnya. Nah, kantung tersebut digunakan untuk merawat dan menjaga anak-anaknya.

Di banyak kesempatan, ukuran marsupial hanya setara dengan tikus, marmut, atau kucing. Meski begitu, ternyata beberapa spesies seperti wombat biasa, kanguru merah, kanguru kelabu timur, dan kanguru kelabu barat punya ukuran yang besar, lho. Yuk, kita bahas lima spesies marsupial terbesar di dunia lewat artikel berikut!

1. Kanguru merah (bobot maksimal 91 kilogram)

kanguru merah (commons.wikimedia.org/fir0002)

hPunya panjang maksimal hingga 2,1 meter dan bobot mencapai 91 kilogram, tidak mengherankan jika Osphranter rufus atau kanguru merah menyandang gelar sebagai marsupial terbesar nomor satu di dunia. Selain besar, hewan ini juga cepat, lho. Dilansir Atlas of Living Australia, kecepatan hewan ini mencapai 60 km/jam. Selayaknya spesies kanguru lain, ia bergerak dengan cara melompat.

Lebih lanjut, kanguru merah merupakan satwa endemik Australia. Ia bisa ditemukan di beberapa daerah, mulai dari hutan, semak-semak, savana, area lembap, hingga padang pasir. Ketahanan hewan ini juga sangat tinggi, bahkan ia bisa bertahan hidup tanpa minum air dalam waktu yang lama. Populasi kanguru merah di Australia masih melimpah. Terkadang, ia juga terlihat di pinggir jalan dan tertabrak kendaraan.

2. Kanguru kelabu timur (bobot maksimal 66 kilogram)

kanguru kelabu timur (commons.wikimedia.org/Thennicke)

Macropus giganteus atau kanguru kelabu timur punya panjang maksimal sekitar 2,9 meter. Memang lebih panjang dari kanguru merah, namun bobotnya sedikit lebih ringan, yaitu di angka 55-66 kilogram dengan spesimen terbesar bernama Lydekker yang bobotnya mencapai 91 kilogram. Soal penyebaran, kanguru kelabu timur lebih suka hidup di area yang agak lembap seperti hutan dan rerumputan.

Dilansir Animal Diversity Web, kanguru kelabu timur merupakan hewan sosial yang hidup berkelompok. Biasanya, satu kelompok bisa beranggotakan hingga 7 individu. Hewan ini juga bisa berkomunikasi dan biasanya akan berkomunikasi dengan suara kecil. Sejatinya, hewan ini tak memiliki predator alami. Namun, eksistensinya cukup terancam oleh dingo dan aktivitas manusia.

3. Kanguru kelabu barat (bobot maksimal 54 kilogram)

kanguru kelabu barat (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

Seperti namanya, Macropus fuliginosus atau kanguru kelabu barat menghuni wilayah barat Australia. Lebih lanjut, laman Australian Museum menerangkan kalau hewan ini sering ditemukan di area berkayu, semak-semak, hutan, area dengan vegetasi rapat, dan terkadang juga terlihat di area pemukiman. Sama seperti kanguru kelabu timur, kanguru kelabu barat merupakan hewan sosial.

Soal ukuran, kanguru kelabu barat punya panjang sekitar 1,1-1,3 meter. Bobotnya cukup berat, yaitu mencapai 54 kilogram. Di alam liar, makanan hewan ini mencakup dedaunan dan tanaman yang tumbuh rendah. Gak cuma itu, kanguru ini juga memiliki julukan yang unik, yaitu stinker. Nah, julukan tersebut disematkan karena individu jantan kanguru kelabu barat mampu mengeluarkan bau yang menyengat.

4. Wallaroo antilopine (bobot maksimal 37 kilogram)

wallaroo antilopine (commons.wikimedia.org/Djambalawa)

Dilansir Animalia, Osphranter antilopinus atau wallaroo antilopine mampu tumbuh hingga sepanjang 1,5 meter dan bobot maksimalnya mencapai 37 kilogram. Memang tidak sebesar spesies kanguru lain, namun ukuran tersebut cukup untuk menjadikannya marsupial terbesar nomor empat di dunia. Seperti spesies lain di daftar ini, wallaroo antilopine menghuni wilayah Australia, khususnya Australia utara.

Wallaroo antilopine hidup dalam kelompok yang bisa beranggotakan 30 individu. Nah, kelompok tersebut dipimpin oleh seekor individu jantan yang dominan. Dulu, populasi wallaroo antilopine sangat melimpah dan luas. Namun, sekarang populasinya mulai menyebar dan tidak merata. Untungnya, ia masih belum dikategorikan sebagai hewan terancam punah. Jadi, kamu masih bisa menemukan hewan ini dengan mudah.

5. Wombat biasa (bobot maksimal 35 kilogram)

wombat biasa (commons.wikimedia.org/JJ Harrison)

Vombatus ursinus atau wombat biasa merupakan satu-satunya marsupial terbesar yang bukan termasuk spesies kanguru. Walau bukan kanguru, namun ukurannya gak bisa diremehkan. Dilansir iNaturalist, wombat biasa punya panjang maksimal 1,2 meter dan bobotnya bisa mencapai 35 kilogram. Badannya sendiri gemuk, membulat, tubuhnya berwarna abu-abu gelap, dan kakinya pendek.

Penyebarannya cukup luas, khususnya di Australia bagian selatan dan timur. Gak cuma itu, bahkan hewan ini juga menghuni Pulau Tasmania. Habitatnya juga sangat beragam, mulai dari padang rumput, hutan terbuka, hingga area pegunungan yang tinggi dan dingin. Selain itu, hewan ini juga menyandang gelar sebagai insinyur ekologis yang berperan penting dalam membentuk eksositem dan lingkungan.

Tak mau kalah dari mamalia lain, ternyata ukuran marsupial tak bisa diremehkan. Gak cuma ukuran besar, tiap spesies juga memiliki keunikannya masing-masing. Ada yang gerakannya cepat, punya penyebaran luas, bahkan ada yang berperan penting bagi ekosistem. Maka dari itu, kehidupan mereka harus dijaga. Habitat mereka gak boleh dirusak dan kita harus melestarikan semua hewan tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article