5 Fakta Masjid Yıldız Hamidiye, Warisan Kesultanan Ottoman di Turki

- Masjid Yıldız Hamidiye dibangun atas perintah Sultan Abdul Hamid II antara tahun 1884–1886 dan berlokasi dekat Istana Yıldız di Beşiktaş, Istanbul.
- Arsitekturnya memadukan gaya Neo-Gotik dengan motif tradisional, dirancang oleh arsitek Yunani Nikolaidis Jelpuylo yang lama bekerja untuk kerajaan Ottoman.
- Masjid ini menjadi saksi percobaan pembunuhan terhadap Sultan Abdul Hamid II pada 21 Juli 1905 yang menewaskan 26 orang dan melukai puluhan lainnya.
Turki punya banyak bangunan bersejarah yang menarik, salah satunya adalah Masjid Yıldız Hamidiye. Masjid peninggalan Kesultanan Ottoman ini berada di daerah Beşiktaş, Istanbul.
Apa saja yang membuat masjid ini unik dan berbeda dari masjid lainnya di Turki? Mari kita simak fakta menariknya di bawah ini!
1. Dibangun atas perintah sultan abdul hamid ii

Sultan Abdul Hamid II memerintahkan langsung pembangunan Masjid Yıldız Hamidiye pada akhir abad ke-19. Proses pembangunannya sendiri berlangsung cukup singkat, yaitu antara tahun 1884 hingga 1886. Sejak awal selesai dibangun, masjid kekaisaran yang megah ini memang dikhususkan untuk digunakan langsung oleh sang sultan.
Sultan sengaja memilih lokasi pembangunan yang sangat dekat dengan tempat tinggalnya saat itu. Hal ini dikarenakan beliau dikenal cukup jarang bepergian jauh keluar dari area istana. Dengan begitu, sultan bisa dengan mudah datang ke masjid ini setiap minggu, terutama untuk melaksanakan sholat Jumat.
2. Sangat dekat dengan istana yıldız

Dilansir Istanbul Muse, Masjid Yıldız Hamidiye berlokasi di daerah Beşiktaş dan posisinya sangat dekat dengan Istana Yıldız. Istana tersebut merupakan tempat tinggal sekaligus pusat pemerintahan Sultan Abdul Hamid II selama memimpin. Karena jaraknya yang dekat, masjid ini terhubung sangat erat dengan pusat politik Kekaisaran Ottoman di masa-masa terakhirnya.
Oleh karena itu, bangunan ini bukan sekadar masjid biasa untuk warga sekitar saja. Masjid ini sebenarnya adalah bagian dari kompleks kerajaan yang jauh lebih luas dan besar. Di tempat inilah urusan agama, politik, dan kehidupan sehari-hari keluarga raja saling menyatu.
3. Memadukan gaya neo-gotik dengan motif tradisional

Masjid Yıldız Hamidiye memiliki gaya arsitektur yang sangat unik untuk bangunan dari akhir abad ke-19. Bentuknya berbeda dari masjid klasik Ottoman pada umumnya karena memadukan gaya Neo-Gotik dengan motif tradisional. Bangunan bersejarah ini dirancang dengan bentuk dasar persegi panjang dan hanya memiliki satu menara.
Dilansir Alba İnşaat, awalnya beberapa catatan menyebutkan bahwa kepala arsitek kekaisaran bernama Sarkis Balyan yang membangunnya. Namun, dokumen terbaru dari Arsip Istana Dolmabahçe menunjukkan fakta yang berbeda mengenai perancangnya. Masjid ini ternyata dirancang oleh seorang arsitek Yunani bernama Nikolaidis Jelpuylo yang sudah bekerja 30 tahun di dinas bangunan kerajaan.
4. Interior mewah

Dilansir Qoobah, bagian dalam kubah masjid ini dihiasi warna biru tua dan pola bintang-bintang emas yang sangat cantik. Dekorasi unik ini sengaja dibuat agar jemaah bisa merasakan suasana indah seperti sedang melihat langit malam. Di sekeliling bawah kubah, terdapat tulisan kaligrafi indah dari Surat an-Najm dan Surat al-Mulk sebagai penghiasnya.
Kubah tunggal yang megah ini ditopang oleh empat tiang besar dengan gaya arsitektur khas Barat. Area di antara jendela-jendela masjid juga dipercantik dengan ukiran mutiara kayu hitam dan tulisan lafaz Allah berlapis emas. Sementara itu, bagian mimbar tempat khotbah dan mihrab imam dibuat dari marmer putih yang terlihat kontras dengan dekorasi kayu di sekitarnya.
5. Menjadi saksi peristiwa sejarah

Masjid Yıldız Hamidiye pernah menjadi saksi peristiwa sejarah yang sangat menegangkan pada akhir abad ke-19. Tepat pada tanggal 21 Juli 1905, anggota Federasi Revolusioner Armenia mencoba membunuh Sultan Abdul Hamid II di depan masjid ini. Mereka meletakkan bom di dalam sebuah kereta kuda saat upacara kenegaraan sedang berlangsung di sana.
Untungnya sultan selamat dari ledakan maut tersebut karena jadwal beliau yang tiba-tiba tertunda. Sayangnya, bom yang meledak hebat itu tetap memakan korban dengan menewaskan 26 orang dan melukai 58 orang lainnya. Aksi nekat ini kabarnya dipicu oleh kemarahan terhadap kebijakan keras sultan yang menindas kaum minoritas di masa itu.
Masjid Yıldız Hamidiye bukan sekadar tempat ibadah yang indah dengan perpaduan arsitektur yang unik. Di balik kemegahannya, bangunan ini menyimpan kisah politik yang kuat serta sejarah kelam dari masa akhir Kesultanan Ottoman.












![[QUIZ] Jika Reinkarnasi Nyata, Kamu Akan Jadi Siapa di SpongeBob Squarepants?](https://image.idntimes.com/post/20240913/kuis-reinkarnasi-spongebob-1-055f713630759f1bd94eb0e31126b6e8.jpg)
![[QUIZ] Apakah Kamu Lebih Pintar dari Anak Kelas 6 SD?](https://image.idntimes.com/post/20240318/apakah-kamu-lebih-pintar-dari-anak-kelas-6-sd-materi-pas-kelas-6-sd-3438a62ae16bf0b992bfbce72a2f1a7a.jpg)





