Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Serangga yang Bisa Menggunakan Alat Bantu, Bukti Kecerdasan!

4 min read
5 Serangga yang Bisa Menggunakan Alat Bantu, Bukti Kecerdasan!
semut piramida dua warna (inaturalist.org/Philipp Hoenle)
  • Jangkrik pohon India jantan berukuran kecil melubangi daun lebar dan memasukkan kepala saat menggesekkan sayap, sehingga suaranya bisa dua hingga tiga kali lebih nyaring.
  • Semut piramida dua warna melempar batu ke pintu koloni pesaing, sementara harvester ant memakai batu sebagai jangkar untuk menahan serangan semut Camponotus.
  • Heat sand wasp memadatkan sarang dengan kerikil, sedangkan kumbang pembunuh Gorareduvius mengoleskan resin lengket pada tubuh agar mangsa tidak mudah kabur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kecerdasan hewan bisa diukur dari beberapa hal, salah satunya kemampuan menggunakan alat bantu. Biasanya kemampuan tersebut hanya dimiliki mamalia atau burung. Namun, serangga juga bisa melakukannya, lho. Memang tak banyak serangga yang bisa menggunakan alat bantu, tapi hal tersebut tetap membuktikan bahwa kecerdasan mereka tidak bisa diremehkan.

Ada jangkrik yang menggunakan alat bantu untuk membuat suaranya lebih keras. Di sisi lain, beberapa spesies semut menggunakan alat bantu untuk memudahkan kegiatan mencari makanan. Penggunaannya juga tak terbatas pada satu alat, melainkan bisa sangat bervariasi. Apa saja serangga yang bisa menggunakan alat bantu? Berikut daftarnya!

  1. 1. Jangkrik pohon india bisa memanfaatkan dedaunan

    jangkrik pohon india
    jangkrik pohon india (inaturalist.org/harshithjv)

    Oecanthus henryi atau jangkrik pohon india memanfaatkan satu material yang melimpah di habitatnya, yaitu daun. Dilansir Smithsonian Magazine, saat musim kawin individu jantan akan mengeluarkan suara keras untuk menarik perhatian betina. Biasanya, individu jantan berukuran besar mampu menghasilkan suara yang lebih keras daripada mereka yang kecil.

    Untuk mengatasi hal tersebut individu jantan berukuran kecil akan memanfaatkan daun. Jangkrik pohon india jantan berukuran kecil akan mencari daun yang lebar kemudian melubanginya. Kemudian ia akan memasukan kepala ke lubang tersebut dan mulai menggesekan sayapnya untuk bersuara. Andalkan metode tersebut, suara yang dihasilkan bisa dua hingga tiga kali lebih nyaring.

  2. 2. Semut piramida dua warna mampu melempar batu

    semut piramida dua warna
    semut piramida dua warna (inaturalist.org/Jake Nitta)

    Dorymymrex bicolor atau semut piramida dua warna merupakan spesies yang berasal dari Amerika. Penyebarannya sendiri mencakup wilayah Amerika Serikat, Meksiko, El Salvador, Peru, Honduras, hingga Kepulauan Karibia. Semut piramida dua warna sangat aktif di siang hari. Kerap berkelana di atas tanah, serangga berwarna merah ini berperan aktif dalam pertumbuhan tanaman dan penyebaran biji-bijian.

    Semut ini sering berinteraksi dengan spesies lain, karenanya persaingan tak terhindarkan. Untuk itu, artikel di jurnal Behavioral Ecology and Sociobiology menjelaskan bahwa hewan ini akan membawa dan melemparkan batu ke pintu masuk koloni semut lain. Hal tersebut secara efektif mampu menghalangi pergerakan semut lain. Alhasil persaingan dan konflik bisa diminimalisir.

  3. 3. Harvester ant pakai batu untuk mempertahankan diri

    harvester ant
    harvester ant (inaturalist.org/antpassionant)

    Spesies semut lain yang bisa menggunakan alat bantu di kehidupannya adalah Messor capitatus atau harvester ant. Artikel di jurnal Annales de la Société entomologique de France menjelaskan bahwa serangga berwarna hitam ini mampu memanfaatkan batu untuk mempertahankan diri dari serangan jenis semut lain yang berasal dari genus Camponotus.

    Harvester ant akan menaruh batu di bawah semut Camponotus. Batu digunakan sebagai jangkar tempat menempelkan diri untuk menahan semut Camponotus. Selain itu harvester ant juga akan menempelkan tubuhnya pada kepala semut Camponotus untuk membutakan mereka. Berkat strategi dan penggunaan alat tersebut, havester ant bisa menahan semut Camponotus selama beberapa jam tanpa terluka.

  4. 4. Heat sand wasp memukul-mukul kerikil saat membuat sarang

    heat sand wasp
    heat sand wasp (inaturalist.org/Vladimir Bryukhov)

    Meski sudah dibekali sengat untuk melawan predator dan menangkap mangsa, tetapi Ammophila pubescens atau heat sand wasp masih dibekali kecerdasan serta kemampuan untuk menggunakan alat bantu. Artikel di jurnal Psyche: A Journal of Entomology menjelaskan bahwa penggunaan alat bantu dilakukan dalam upaya pembuatan sarang.

    Awalnya heat sand wasp akan membuat sarang dengan cara menggali tanah. Kemudian ia akan bertelur dan memasukan ulat sebagai makanan bagi anak-anaknya ketika menetas. Setelah menutup sarang dengan tanah, tawon ini mengambil kerikil menggunakan mulut dan memukul-mukulkannya ke sarang. Hal tersebut membuat sarang lebih kuat dan kokoh sehingga tidak mudah rusak.

  5. 5. Kumbang pembunuh mengoleskan resin di tubuhnya

    kumbang pembunuh
    kumbang pembunuh (inaturalist.org/Paul George)

    Kumbang pembunuh dari genus Gorareduvius terkenal akan kecerdasan dan kemampuannya menggunakan alat bantu saat berburu. Dikutip Scicence Alert, spesies Gorareduvius dari Australia akan mengoleskan resin lengket dari rumput Spinifex di tubuhnya. Resin tersebut membuat tubuh menjadi lengket dan nantinya meningkatkan kesuksesan perburuan. Saat berhasil menangkap mangsa, mangsanya tak akan mudah kabur karena menempel dengan kuat di tubuh kumbang pembunuh. Adaptasi tersebut menunjukan pemanfaatan lingkungan yang sangat terampil.

    Ada banyak serangga yang bisa menggunakan alat bantu, mulai dari semut, tawon, hingga kumbang. Sama seperti manusia, penggunaan alat bantu dilakukan dimaksudkan untuk memudahkan kehidupan. Kemampuan tersebut juga membuktikan bahwa serangga memiliki kecerdasan yang tinggi. Mereka bisa memanfaatkan benda sekitar untuk menghadapi rintangan kehidupan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More