Bangunan bersejarah tidak selalu didirikan di lingkungan yang mudah dihuni. Sejumlah peradaban masa lalu membangun permukiman, benteng, hingga tempat ibadah di kawasan gurun, tebing terjal, dan pegunungan. Kondisi alam tersebut menghadirkan tantangan dalam pembangunan maupun pemenuhan kebutuhan hidup.
Berbagai situs bersejarah memperlihatkan cara manusia menyesuaikan diri dengan lingkungan ekstrem. Bentang alam yang sulit dijangkau turut memengaruhi arsitektur, sistem pengelolaan air, hingga tata ruang bangunan. Jejak adaptasi tersebut masih dapat ditemukan pada sejumlah situs bersejarah yang bertahan hingga sekarang.
