Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Strategi Berburu Hewan di Pegununungan, Andalkan Kamuflase dan Kecepatan

4 min read
5 Strategi Berburu Hewan di Pegununungan, Andalkan Kamuflase dan Kecepatan
ilustrasi hewan (commons.wikimedia.org/Eric Kilby)
  • Predator pegunungan beradaptasi dengan kondisi dingin, terjal, dan minim oksigen melalui strategi berburu efisien untuk menangkap mangsa serta bertahan hidup.

  • Macan tutul salju dan ular pucuk memanfaatkan kamuflase, sementara viper serta elang mengandalkan sergapan cepat setelah menemukan target.

  • Burung predator mengawasi mangsa dari ketinggian, ular viper tanduk berekor laba-laba memancing burung, sedangkan puma, lynx, dan serigala mengejar mangsa dengan lincah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pegunungan memang dingin, ekstrem, dan memiliki pasokan oksigen yang cukup minim. Walau begitu, pegunungan tetap menjadi habitat yang ideal bagi berbagai jenis hewan. Bayangkan saja, ada hewan yang hidup di tebing pegunungan, hutan pegunungan, bahkan ada yang hidup di puncak gunung yang tinggi. Dalam hal ini, hewan predator jadi hewan yang sering ditemukan di pegunungan.

Untuk hidup di pegunungan, predator-predator tersebut mengembangkan berbagai strategi berburu yang unik. Andalkan semua strategi berburu tersebut, mereka bisa menangkap mangsa dengan efisien dan mampu bertahan hidup di kondisi yang jauh dari kata ideal. Penasaran dengan strategi berburu hewan di pegunungan? Maka dari itu, simak pembahasan berikut.

  1. 1. Berkamuflase dan bersembunyi

    ilustrasi hewan (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)
    ilustrasi hewan (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp)

    Di pegunungan terdapat beberapa tempat, seperti gua, bebatuan, tebing, hingga semak-semak. Nah, semua tempat tersebut bisa menjadi area kamuflase dan bersembunyi yang ideal bagi banyak predator. Lebih lanjut, Panthera uncia atau macan tutul salju jadi salah satu predator pegunungan dengan kamuflase terbaik. Dilansir one earth, ia sampai disebut ghost of the mountains atau hantu pegunungan.

    Dalam hal ini, macan tutul salju bisa berkamuflase menggunakan tubuh yang berwarna putih dan corak tutul hitamnya. Tentunya, ia akan berkamuflase dalam rangka bersembunyi dari mangsa. Selain macan tutul salju, beberapa reptil seperti ular pucuk juga sangat ahli berkamuflase. Berbeda dengan macan tutul salju, ular pucuk akan berkamuflase di semak-semak, dedaunan, dan pepohonan di hutan.

  2. 2. Menyergap mangsa dengan gesit

    ilustrasi hewan (commons.wikimedia.org/Pratyush P. Mohapatra)
    ilustrasi hewan (commons.wikimedia.org/Pratyush P. Mohapatra)

    Selain dengan kamuflase, beberapa predator juga bisa berburu dengan sergapan super cepat. Nah, dua hewan yang memiliki sergapan super cepat adalah burung elang dan ular. Pertama, artikel di jurnal Biology Letters menjelaskan kalau ular berbisa seperti ular viper merupakan salah satu ular dengan sergapan tercepat. Saking cepatnya, ular mampu menyergap dengan kecepatan 160 meter per detik persegi.

    Burung predator seperti elang juga tak kalah cepat. Biasanya, elang akan menukik dari udara dan menyergap mangsa dengan kecepatan yang mencapai puluhan kilometer per jam. Tentunya, dengan kecepatan setinggi ini mangsa tak akan bisa berkutik dan akhirnya burung elang bisa menangkapnya dengan mudah. Lebih lanjut, kecepatan merupakan hal yang krusial saat berburu.

  3. 3. Terbang dan mengawasi mangsa dari ketinggian

    ilustrasi hewan (commons.wikimedia.org/Andy Morffew)
    ilustrasi hewan (commons.wikimedia.org/Andy Morffew)

    Pegunungan merupakan habitat utama dari berbagai burung predator, mulai dari burung elang, alap-alap, hingga burung pemakan bangkai. Sebab, pegunungan menyediakan pasokan makanan yang berlimpah, tempat persembunyian yang ideal, jauh dari pemukiman, dan tempat reproduksi yang sempurna. Lebih lanjut, burung-burung tersebut memiliki strategi berburu yang khas.

    Dilansir Discover Altai, burung predator akan bertengger di atas pohon atau tebing. Selain itu, mereka juga akan terbang tinggi dengan santai. Sembari terbang, burung predator akan mengawasi mangsanya dengan penglihatan yang super tajam. Saking tajamnya, mereka bisa mendeteksi hewan kecil seperti tikus dan ular. Saat menemukan target, barulah mereka akan menukik dan menangkap mangsa.

  4. 4. Menipu dan menarik perhatian mangsa

    ilustrasi hewan (inaturalist.org/Kian)
    ilustrasi hewan (inaturalist.org/Kian)

    Beberapa hewan predator yang hidup di pegunungan merupakan hewan yang tenang, kalem, dan pasif. Karena hal tersebut, mereka lebih memilih untuk menipu dan menarik perhatian mangsa daripada mencari mangsa secara aktif. Nah, salah satu hewan yang menggunakan strategi tersebut adalah Pseudocerastes urarachnoides atau ular viper tanduk berekor laba-laba.

    Dilansir National Geographic, ular berbisa tersebut memiliki ujung ekor yang bentuknya menyerupai laba-laba. Saat berburu, ia akan menggerakan ekornya agar terlihat seperti laba-laba yang sedang bergerak. Nantinya, gerakan tersebut akan menarik perhatian burung kecil. Saat burung tertarik dan mendekat, ular sepanjang 50 centimeter tersebut akan langsung menyergap dan menyantapnya.

  5. 5. Mengejar mangsa dengan lincah dan cepat

    ilustrasi hewan (commons.wikimedia.org/Christoph Moning)
    ilustrasi hewan (commons.wikimedia.org/Christoph Moning)

    Pegunungan memang terjal dan tidak rata, namun banyak hewan predator yang bisa berlari dan mengejar mangsa dengan mudah. Biasanya, strategi mengejar mangsa tersebut dilakukan oleh mamalia predator seperti puma, kucing liar macam lynx, atau serigala. Tak tanggung-tanggung, berbagai sumber menjelaskan kalau mereka bisa berlari hingga 80 km/jam. Andalkan kecepatan, kelincahan, dan kekuatan, mereka bisa mengejar berbagai jenis mangsa, entah itu reptil, kelinci, tikus, kambing, domba, hingga burung.

    Kehidupan di pegunungan memang sangat keras. Walau begitu, beberapa jenis hewan tetap bisa bertahan, bahkan beberapa diantaranya sudah beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan suhu, lingkungan, dan keadaan di pegunungan. Mereka tahan dengan suhu dingin, bisa berburu dengan efisien di pegunungan, bahkan ada yang menjadi predator puncak di pegunungan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More