Comscore Tracker

8 Cara agar Rumah Tidak Ikut Kebanjiran saat Air Meluap

Ikuti agar rumah tetap kering selama musim hujan

Musim hujan sudah tiba. Bagi beberapa orang, hal tersebut berarti tidak lagi harus khawatir pada panas terik matahari. Namun, mayoritas penduduk Indonesia sama-sama mengkhawatirkan satu hal: banjir. Bukan rahasia kalau banjir adalah "tamu yang tak diundang" di Indonesia saat awal tahun.

Selain sampah yang menyumbat, penyempitan kali, dan drainase yang tidak optimal, faktor alam seperti pasang dan surut juga menjadi penyebab mengapa Indonesia terus kebanjiran saat musim hujan. Jika tidak ditangani, kerugian dapat mencapai ratusan juta hingga miliaran!

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi banjir agar kerugian finansial juga bisa diminimalisir di awal tahun. Bagaimana caranya? Inilah cara-cara jitu untuk tetap kering selama musim hujan yang menyebabkan air meluap di mana-mana.

1. Cari tahu mengenai risiko banjir di wilayahmu

8 Cara agar Rumah Tidak Ikut Kebanjiran saat Air MeluapIlustrasi Banjir (IDN Times/Mardya Shakti)

Langkah pertama adalah melihat seberapa besar risiko banjir di lingkunganmu. Dengan begitu, kamu bisa membentengi rumah agar dapat menahan banjir. Berdasarkan peta banjir dari Federal Emergency Management Agency (FEMA) di Amerika Serikat, terdapat 4 jenis "zona warna" risiko banjir suatu wilayah, yaitu

  • Biru: peluang banjir tahunan 1 persen, atau sekali setiap 100 tahun.
  • Oranye: peluang banjir tahunan 0,2 persen, atau sekali setiap 500 tahun.
  • Kuning: FEMA belum menentukan persentase risiko banjir di zona kuning. Jika berencana tinggal atau ingin membeli properti di zona kuning, cari tahu sejarah banjir di daerah tersebut.
  • Biru dengan Garis Merah: Ini adalah jalur khusus banjir yang mencakup sungai dan dataran banjir di sekitarnya, dan biasanya dijaga tetap kosong agar air dapat mengalir dari zona banjir yang berdekatan.

Di mana pun zona yang kamu tinggali, kami tetap menyarankanmu untuk tetap menjaga diri dari banjir. Apalagi, jika kamu membangun kediamanmu di daerah rawan banjir, kamu kemungkinan besar harus merenovasi rumahmu agar lebih tahan luapan banjir.

2. Perhatikan pergerakan air banjir di lingkungan rumah

8 Cara agar Rumah Tidak Ikut Kebanjiran saat Air MeluapHeavy soil atau tanah dengan kandungan lempung dan pasir tinggi dapat mencegah banjir masuk rumah. farminguk.com

Perhatikan pola genangan air agar kamu dapat mencegah masuknya air ke rumah saat banjir. Gradasi atau kemiringan tanah dapat mengarahkan air menuju atau menjauhi rumahmu. Tentu saja, lebih baik kamu berada di atas gradasi, sehingga air banjir menjauh dari rumah!

Bagaimana cara mengetahuinya? Mudah saja. Amati pola aliran air yang terakumulasi selama hujan. Jika jalan di sekitar rumahmu tergenang setelah hujan, besar kemungkinan kalau daerahmu rawan terkena banjir.

Bagaimana jika pekaranganmu malah miring ke arah rumah? Hal tersebut bisa membuat air banjir menggenangi rumahmu! Gunakan tanah dengan kandungan lempung dan pasir tinggi/heavy soil agar permukaan pekarangan bisa mengalirkan air ke got, bukan ke rumah.

3. Bangun rumah bergaya panggung/stilt house

8 Cara agar Rumah Tidak Ikut Kebanjiran saat Air MeluapKonsep rumah panggung/stilt house. loveproperty.com

Karena banjir setinggi beberapa sentimeter saja sudah membuat rumah rusak, penting untuk membangun rumah lebih tinggi agar tidak tergenang air banjir! Kita bisa mengambil contoh rumah panggung/stilt house yang dibangun masyarakat pesisir pantai. Di saat air laut pasang, maka rumah mereka tidak terendam banjir.

Jika kamu tinggal di dataran banjir atau zona "biru dengan garis merah", maka membangun rumah panggung/stilt house akan memperkecil risiko banjir meluap masuk ke dalam rumahmu.

4. Buat peralatan listrik di rumah lebih tinggi

8 Cara agar Rumah Tidak Ikut Kebanjiran saat Air MeluapBahaya listrik saat banjir bisa merenggut nyawa. maincleaning.com

Tidak jarang banjir merenggut nyawa karena tersengat listrik bertegangan tinggi yang mengalir bersama banjir! Oleh karena itu, perangkat listrik seperti sakelar, stopkontak, circuit breaker, dan jaringan kabel listrik harus setidaknya 300 sentimeter di atas permukaan banjir.

Selain itu, angkat pemanas air, mesin cuci, dan peralatan dalam ruangan lainnya sehingga berada di atas permukaan banjir. Kemudian, unit pendingin udara (air conditioning), dan generator harus dinaikkan di atas permukaan banjir. Kedua perangkat listrik yang penting ini sebaiknya berada di atas tanah, agar tidak terendam banjir dan rusak.

Baca Juga: 7 Cara Mimpi Indah saat Tidur Malam Ini, Terbukti Secara Ilmiah

5. Pasang ventilasi pondasi atau pompa bah/sump pump

8 Cara agar Rumah Tidak Ikut Kebanjiran saat Air MeluapIlustrasi: Cara kerja sump pump. cartersguesthouses.com

Dengan membuat lubang ventilasi pada pondasi rumah, air banjir dapat mengalir melalui rumah, bukan menggenang di sekitarnya. Ventilasi pondasi juga menyediakan saluran keluar untuk air banjir. Jika kamu memiliki ruang bawah tanah, maka ventilasi pondasi juga mengurangi tekanan akibat banjir pada jendela dan dinding bawah tanah.

Selain ventilasi pondasi, pompa bah atau sump pump umum dipasang untuk memompa air keluar dari ruang bawah tanah. Kami merekomendasikan sump pump dengan cadangan tenaga baterai untuk mengantisipasi kalau listrik padam akibat banjir. Butuh tenaga ahli, berikut adalah video proses pemasangan sump pump di rumah.

https://www.youtube.com/embed/ziuvcHkP_UE

6. Lapisi bagian rumah rentan banjir dengan pelapis dan perekat/sealant

8 Cara agar Rumah Tidak Ikut Kebanjiran saat Air MeluapMemberikan perekat/sealant pada celah rumah yang rawan banjir. medium.com

Pelapis dan perekat/sealant yang dapat kamu oleskan pada pondasi, dinding, jendela dan pintu rumah, agar mencegah air banjir merembes masuk ke dalam rumah. Seperti yang kita ketahui, air banjir dapat masuk melalui celah retakan terkecil.

Selain itu, sisakan jarak antara mulsa pekarangan dan dinding eksterior rumah. Saat banjir, mulsa yang basah dapat membusuk di dinding eksterior rumah. Hasilnya, dinding dapat menyebabkan kebocoran. Jaga jarak antara mulsa dan dinding sehingga pondasi rumah benar-benar kering setelah hujan.

8 Cara agar Rumah Tidak Ikut Kebanjiran saat Air MeluapJangan biarkan mulsa menyentuh sisi rumah dengan memberi jarak berbatu. landdesigns.com

7. Memasang katup pada pipa

8 Cara agar Rumah Tidak Ikut Kebanjiran saat Air MeluapGate valve. thespruce.com

Pastikan semua pipa masuk rumah memiliki katup untuk mencegah sistem pembuangan limbah masuk ke rumah. Kami merekomendasikan katup gerbang/gate valve. Meskipun lebih rumit digunakan dan harus dioperasikan secara manual, gate valve memberikan kemampuan menyegel yang lebih baik terhadap tekanan banjir.

Dengan kata lain, gate valve lebih direkomendasikan daripada check dan flap valve yang cenderung terbuka secara otomatis untuk memungkinkan air mengalir keluar dan kemudian menutup ketika air mencoba mengalir masuk. Berikut adalah video animasi cara kerja gate valve.

https://www.youtube.com/embed/zoOB_NDr0io

8. Upaya mitigasi banjir lainnya

8 Cara agar Rumah Tidak Ikut Kebanjiran saat Air MeluapAir banjir merembes masuk rumah. generalsouthwest.com

Segala upaya sudah dilakukan, namun, ternyata banjir tetap masuk? Kamu bisa melakukan hal-hal berikut untuk mencoba menyurutkan banjir:

  • Bersihkan saluran pembuangan rumah agar aliran air lancar
  • Matikan saluran air agar tidak semakin banyak air yang menggenangi rumah
  • Gunakan karung pasir untuk menutup celah masuk air
  • Buka jendela agar udara bisa masuk
  • Pindahkan furnitur, permadani, perangkat elektronik, dan barang-barang lainnya ke lantai atas, atau minimal, angkat dari atas lantai
  • Matikan listrik melalui circuit breaker
  • Jika rumahmu memiliki asuransi, rekam dan foto situasi banjir, sehingga lebih mudah bagimu memberikan bukti untuk klaim asuransi

Itulah langkah-langkah dan cara mencegah banjir agar tidak masuk rumah saat musim hujan dan air meluap. Sedia payung sebelum hujan, lebih baik perlengkapi rumahmu dengan segala "persenjataan" untuk melawan banjir, daripada menghadapinya di saat banjir tersebut sudah datang.

Baca Juga: Kenali 5 Tipe Banjir di Dunia, Dampak dan Solusinya Beda

Topic:

  • Bayu D. Wicaksono
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya