Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa Itu PM2.5 dalam Kualitas Udara? Ini Bahayanya
ilustrasi kualitas udara (pexels.com/Saakshi Yadav)
  • PM2.5 adalah partikel halus berdiameter 2,5 mikrometer atau lebih kecil yang sulit disaring tubuh dan dapat masuk ke saluran pernapasan.

  • Partikel PM2.5 berasal dari banyak sumber, termasuk debu, asap kendaraan, aktivitas industri, serta kebakaran hutan dan lahan.

  • PM2.5 kerap menjadi polutan utama dalam laporan kualitas udara. Paparannya juga bisa memicu sejumlah risiko kesehatan, baik itu jangka pendek atau jangka panjang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat menggunakan aplikasi pemantau kualitas udara, ada banyak istilah yang muncul, termasuk salah satunya PM2.5. Istilah ini mengacu pada partikel berukuran sangat kecil yang bisa mengganggu kesehatan seseorang yang terpapar.

Lantas, sebenarnya apa itu PM2.5 dalam kualitas udara? Berikut ini penjelasannya mulai dari pengertian sampai bahayanya bagi kesehatan.

1. Apa Itu PM2.5?

ilustrasi polusi udara (pexels.com/Jimmy Liao)

PM2.5 adalah singkatan dari particulate matter 2.5. Melansir BMKG, pengertiannya diartikan sebagai partikel halus di udara yang punya diameter aerodinamis sebesar 2,5 mikrometer atau lebih kecil.

Mengingat ukurannya yang sangat kecil, partikel ini juga sangat berbahaya. Alasannya, dengan ukuran tersebut partikelnya sulit disaring tubuh dan bisa masuk jauh ke dalam saluran pernapasan saat seseorang menghirupnya.

Lebih jauh, partikel PM2.5 umumnya berasal dari berbagai sumber. Sebut saja seperti debu, asap kendaraan atau aktivitas industri, sampai kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

2. Bahaya PM2.5 bagi kesehatan

ilustrasi polusi udara (pexels.com/Anton Ivanov)

Menurut IQAir, PM2.5 menjadi polutan utama yang biasa muncul dalam laporan kualitas udara. Karena ukurannya yang sangat kecil, partikel ini dapat masuk jauh ke dalam tubuh dan berpotensi memunculkan risiko kesehatan, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam berbagai laporan AQI, PM2.5 juga sering muncul sebagai polutan utama karena potensinya yang melebihi ambang batas keamanan dan berdampak pada populasi besar. Efeknya, paparan partikel tersebut dapat menimbulkan berbagai risiko kesehatan.

Pada jangka pendek, risikonya termasuk gangguan seperti iritasi pada tenggorokan dan saluran udara, batuk hingga kesulitan bernapas. Sementara untuk jangka panjang, ada bahaya yang lebih serius seperti Rhinitis, gangguan paru-paru, bronkitis, ISPA hingga penyakit kulit.

3. Tips menghindari paparan PM2.5

ilustrasi polusi udara (unsplash.com/Amir Hosseini)

Dalam berbagai aplikasi pemantau kualitas udara, PM2.5 biasa ditampilkan dalam satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³). Angka ini menunjukkan konsentrasi partikel halus yang terkandung dalam udara.

Melansir Kemenkes, polutan yang ada dalam PM2.5 umumnya berasal dari berbagai sumber, termasuk emisi kendaraan, limbah asap industri, sampai kebakaran hutan. Paparannya mungkin tidak bisa sepenuhnya dihindari, tetapi ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalisirnya. Berikut di antaranya:

  • Pantau kualitas udara secara berkala: Kamu bisa periksa konsentrasi PM2.5 melalui aplikasi atau situs pemantau kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah. Cek saja secara berkala karena bisa terjadi perubahan.

  • Kurangi aktivitas di luar ruangan saat polusi tinggi: Jika memungkinkan, kamu dapat menunda aktivitas di luar ruangan, terutama ketika konsentrasi partikelnya sedang tinggi.

  • Gunakan masker yang sesuai: Berikutnya bisa juga memanfaatkan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus.

  • Hindari sumber polusi tambahan di dalam rumah: Kurangi juga aktivitas yang mungkin menambah polusi dari rumah. Misal seperti menghasilkan asap dari pembakaran sampah atau merokok di dalam ruangan.

Itulah tadi ulasan mengenai apa itu PM2.5 dalam kualitas udara mulai dari pengertian sampai bahayanya. Semoga informasinya bermanfaat, ya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article