Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa yang Terjadi jika Asap Karhutla Mencapai Bulan?
ilustrasi Bulan dan Bumi (pixabay.com/GuillaumePreat)
  • Kebakaran ekstrem dapat membentuk awan pyrocumulonimbus yang mengangkat asap, karbon hitam, dan aerosol organik hingga stratosfer, tempat partikel bisa bertahan serta menyebar lebih lama.
  • Belum ada bukti ilmiah bahwa asap karhutla dapat meninggalkan atmosfer Bumi; bila lolos, pergerakannya di ruang angkasa bergantung pada gaya fisik, bukan tiupan angin.
  • Dalam skenario hipotetis mencapai Bulan sejauh 384.400 kilometer, asap tidak membentuk kabut karena atmosfer Bulan sangat tipis; partikel dapat melintas atau berinteraksi dengan permukaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setiap tahun, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa negara menghasilkan asap yang mencemari udara, mengganggu kesehatan, dan bisa terbawa angin hingga melintasi batas wilayah. Dalam kondisi tertentu, panas ekstrem dari kebakaran bahkan dapat membentuk awan raksasa yang menjulang tinggi ke atmosfer. Namun, apakah kamu tahu seberapa jauh asap karhutla bisa bergerak dari permukaan Bumi?

Bayangkan jika partikel asap karhutla terus naik, menembus atmosfer Bumi, hingga memasuki ruang angkasa. Dalam skenario hipotetis ini, partikel asap harus menempuh jarak sekitar 384.400 kilometer untuk mencapai Bulan. Lantas, apa yang akan terjadi jika asap karhutla Indonesia benar-benar sampai ke sana? Berikut penjelasan skenario lengkapnya berdasarkan perspektif ilmiah.

1. Asap karhutla yang membubung akan menembus batas atmosfer Bumi

ilustrasi karhutla (pexels.com/K)

Bayangkan jika asap karhutla Indonesia terus membubung tinggi hingga mendekati batas terluar atmosfer Bumi. Skenario ini mungkin terdengar seperti fiksi ilmiah, tetapi kebakaran ekstrem memang bisa mendorong asap naik jauh lebih tinggi daripada biasanya. Dilansir NASA, kebakaran dengan panas intens dapat membentuk awan badai yang disebut pyrocumulonimbus, yang mampu membawa asap hingga ke stratosfer, lapisan atmosfer di atas tempat sebagian besar cuaca terjadi.

Berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal Science pada 2023, asap dari badai akibat kebakaran hutan dapat menyumbang partikel karbon hitam dan aerosol organik ke stratosfer bawah. Jika partikel asap sudah mencapai lapisan ini, partikel tersebut dapat bertahan dan menyebar lebih lama di atmosfer. Namun, apakah asap karhutla bisa terus naik hingga benar-benar meninggalkan atmosfer Bumi dan memulai perjalanan menuju Bulan? Sayangnya belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan hal tersebut.

2. Partikel asap bakal melayang di ruang angkasa

ilustrasi melayang di ruang angkasa. (pexels.com/Zelch Csaba)

Bagaimana jika sebagian partikel asap karhutla berhasil meninggalkan atmosfer Bumi dan melayang di ruang angkasa? Dalam kondisi ini, partikel tersebut tidak lagi bergerak seperti asap di udara karena ruang angkasa hampir tidak memiliki udara yang bisa membawa dan mendorongnya. Mengutip dari NASA, atmosfer Bumi berangsur-angsur menipis hingga ke ruang angkasa tanpa memiliki batas terluar yang benar-benar tegas.

Namun, partikel asap tidak otomatis bisa mencapai ruang angkasa hanya karena terus membubung tinggi. Berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada 2019, badai yang dipicu kebakaran ekstrem dapat mengangkat asap hingga stratosfer dan membuatnya menyebar luas selama berbulan-bulan. Jika partikel asap benar-benar berhasil lolos dari atmosfer, perjalanan selanjutnya akan bergantung pada pergerakan partikel dan gaya yang bekerja di ruang angkasa, bukan lagi sekadar tiupan angin seperti di Bumi.

3. Asap karhutla mencapai Bulan, apa yang terjadi selanjutnya?

ilustrasi Bulan (pexels.com/Ben Traveler)

Bagaimana jika partikel asap karhutla Indonesia benar-benar berhasil menempuh jarak sekitar 384.400 kilometer hingga mencapai Bulan? Alih-alih membentuk kabut tebal seperti di Bumi, partikel asap tidak akan menyebar dengan cara yang sama karena Bulan hampir tidak memiliki atmosfer. Dilansir NASA, Bulan hanya memiliki eksosfer yang sangat tipis sehingga partikel di sekitarnya dapat bergerak tanpa banyak bertumbukan dengan partikel lain.

Jika partikel asap sampai di lingkungan Bulan, sebagian mungkin bergerak melewati Bulan, sedangkan sebagian lainnya berpotensi berinteraksi dengan permukaannya, bergantung pada lintasan dan sifat partikelnya. Permukaan Bulan juga terpapar langsung oleh radiasi Matahari dan lingkungan ruang angkasa tanpa perlindungan atmosfer tebal seperti di Bumi. Meski begitu, belum ada bukti bahwa partikel asap karhutla dari Bumi dapat menempuh perjalanan tersebut, sehingga skenario ini tetap menjadi eksperimen pikiran berdasarkan prinsip fisika.

Pada akhirnya, perjalanan asap karhutla Indonesia hingga ke Bulan masih sebatas skenario hipotetis, tetapi sains menunjukkan betapa jauh dan kompleksnya pergerakan partikel di atmosfer maupun ruang angkasa. Skenario ini juga mengingatkan kita bahwa asap karhutla bukan sekadar masalah lokal, melainkan bagian dari fenomena lingkungan yang menarik untuk terus dipelajari. Menurutmu, apakah mungkin suatu hari asap karhutla di Bumi bisa menembus ruang angkasa?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article