Apakah Asap Karhutla Bisa Menembus Ruang Angkasa? Ini Faktanya!

- Asap karhutla terangkat oleh panas dan angin hingga beberapa kilometer; pengamatan di Kalimantan Tengah pada 2015 mendeteksinya sekitar 2 kilometer di atas permukaan.
- Citra satelit 2015 merekam asap kebakaran Indonesia menyelimuti Sumatra-Kalimantan hingga membentang ke Samudra Hindia, terbawa angin melintasi wilayah dan negara.
- Kebakaran ekstrem Australia 2019–2020 mengangkat asap hingga 23–30 kilometer, tetapi masih jauh di bawah garis Kármán 100 kilometer; belum ada bukti asap menembus ruang angkasa.
Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bisa membubung tinggi ke langit dan menyebar hingga melintasi batas negara. Dalam kondisi tertentu, asap bahkan dapat mencapai ketinggian belasan kilometer di atas permukaan Bumi. Dari bawah, asap mungkin hanya terlihat seperti gumpalan kelabu yang menutupi langit, tetapi di atmosfer, partikel-partikel kecilnya bisa menempuh perjalanan yang jauh.
Sebagian partikel ini terbawa angin, sementara sebagian lainnya bertahan di udara selama berhari-hari hingga berminggu-minggu. Fenomena ini membuat asap karhutla bukan sekadar persoalan di permukaan Bumi, melainkan juga bagian dari dinamika atmosfer yang lebih luas. Namun, seberapa jauh sebenarnya asap karhutla bisa terbang dan mungkinkah ia menembus ruang angkasa? Cari tahu jawabannya di bawah ini, yuk!
1. Perjalanan asap karhutla dari Bumi ke batas atmosfer

ilustrasi asap karhutla (pexels.com/Alexander Popadin) Asap karhutla tidak langsung menghilang setelah meninggalkan permukaan hutan. Panas dari api membuat udara dan partikel asap terangkat, lalu angin dapat membawanya ke berbagai arah. Berdasarkan studi yang terbit dalam jurnal Atmospheric Chemistry and Physics pada 2010, ketinggian asap kebakaran yang diamati melalui satelit di Amerika Utara berkisar dari beberapa ratus meter hingga sekitar 5 kilometer di atas permukaan tanah.
Seberapa tinggi asap naik bergantung pada kekuatan api dan kondisi atmosfer, termasuk pergerakan udara di sekitarnya. Asap yang mencapai lapisan udara lebih tinggi juga berpeluang menyebar lebih jauh, bahkan melintasi wilayah atau negara. Sementara itu, pengamatan satelit CALIPSO terhadap karhutla di Kalimantan Tengah pada Oktober 2015 mendeteksi asap pada ketinggian sekitar 2 kilometer.
Temuan ini menunjukkan bahwa perjalanan asap bisa mencapai beberapa kilometer ke atas langit. Namun, tidak semua kebakaran menghasilkan kepulan asap dengan ketinggian yang sama. Terlebih, karhutla di Indonesia terjadi di beberapa wilayah, yang mana ketinggian asapnya pasti berbeda-beda.
2. Jejak asap karhutla yang terlihat dari ruang angkasa

ilustrasi Bumi dari ruang angkasa. (unsplash.com/NASA) Asap karhutla tidak hanya menyebar di sekitar lokasi kebakaran, tetapi juga bisa membentang hingga melintasi lautan. Dilansir NASA Earth Observatory, citra satelit pada September 2015 memperlihatkan asap tebal yang menyelimuti Sumatra dan Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan. Satelit dapat merekam sebaran asap dari atas Bumi sekaligus membantu ilmuwan mengidentifikasi lokasi kebakaran melalui titik-titik panas.
Pada Oktober 2015, pengamatan satelit NASA juga menunjukkan asap dari kebakaran Indonesia membentang hingga Samudra Hindia. Pergerakan ini terjadi karena angin membawa partikel asap menjauh dari sumber kebakaran, bahkan hingga melintasi batas negara. Meski terlihat dari luar angkasa melalui citra satelit, asap tersebut tetap berada di atmosfer Bumi dan bukan berarti telah mencapai ruang angkasa.
3. Asap karhutla dan batas ruang angkasa

ilustrasi stasiun ruang angkasa (pexels.com/Pixabay) Asap karhutla memang bisa mencapai lapisan atmosfer yang sangat tinggi, tetapi bukan berarti asap tersebut sudah menembus ruang angkasa. NASA Earth Observatory mencatat, asap kebakaran hebat di Australia pada 2019–2020 terangkat hingga sekitar 23–30 kilometer di atas permukaan Bumi. Fenomena ini terjadi karena kebakaran ekstrem dapat memicu badai yang membawa asap naik jauh lebih tinggi daripada kepulan asap biasa.
Sebagai pembanding, garis Kármán yang umum digunakan sebagai batas awal ruang angkasa berada pada ketinggian sekitar 100 kilometer. Meski asap kebakaran Australia sempat naik hingga puluhan kilometer dan menyebar mengelilingi Bumi, asap itu tetap berada jauh di bawah batas tersebut. Jadi, asap karhutla bisa menjelajah sangat tinggi dan jauh di atmosfer, tetapi bukan berarti bisa menembus ruang angkasa.
Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah bahwa asap karhutla yang terangkat ke atmosfer bisa menembus ruang angkasa. Meski dapat mencapai puluhan kilometer di atas permukaan Bumi, partikel asap masih berada jauh di bawah batas ruang angkasa yang umum digunakan. Menurutmu, berapa lama asap karhutla bisa bertahan di ketinggian lebih dari 20 kilometer?





















