Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apakah Air Hujan Bisa Memadamkan Kebakaran Hutan? Ini Faktanya

4 min read
Apakah Air Hujan Bisa Memadamkan Kebakaran Hutan? Ini Faktanya
ilustrasi langit merah karena karhutla. (unsplash.com/Og Mpango)
  • Hujan dapat mengurangi kabut asap dan memadamkan titik api kecil, tetapi tidak mampu menuntaskan kebakaran hutan.

  • Efektivitas hujan bergantung pada intensitas, durasi, luas kebakaran, vegetasi, serta jenis tanah.

  • Penanganan karhutla tetap memerlukan intervensi manusia melalui water bombing, modifikasi cuaca, dan pemadaman manual.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hujan kerap diharapkan datang saat kebakaran hutan terjadi. Alasannya, air dapat membantu menurunkan suhu dan membasahi vegetasi yang terbakar. Namun, hujan tidak selalu mampu menghentikan api, terutama jika kebakaran melibatkan lahan gambut atau bara yang masih tersimpan di bawah permukaan tanah.

Lantas, apakah air hujan bisa memadamkan kebakaran hutan sepenuhnya? Kemampuannya bergantung pada intensitas dan durasi hujan, kondisi vegetasi, serta jenis lahan yang terbakar. Berikut penjelasan mengenai pengaruh air hujan terhadap kebakaran hutan dan faktor yang menentukan efektivitasnya.

  1. 1. Apakah air hujan bisa memadamkan kebakaran hutan?

    Apakah Air Hujan Bisa Memadamkan Kebakaran Hutan
    ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/Matt Howard)

    Dilansir Western Fire Chiefs Association, air hujan sebenarnya memang bisa membantu memadamkan api. Namun, air hujan tidak bisa memadamkan api kebakaran hutan secara total tanpa bantuan aspek lain. Pemadaman api kebakaran melalui air hujan juga dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti intensitas hujan itu sendiri, seberapa luas daerah yang terbakar, hingga kelebatan vegetasi pada area kebakaran.

    Jika intensitas hujan terbilang tinggi, butiran air yang jatuh mampu memadamkan api kebakaran di beberapa titik. Di sisi lain, jika hanya turun hujan kecil atau gerimis, kebakaran tidak akan teratasi sama sekali. Hutan dengan vegetasi yang rapat karena kanopi pohon juga menyulitkan air hujan jatuh ke tanah. Alhasil, air hujan tak bisa menyentuh area terbakar di bawah pepohonan.

    Pada beberapa kasus, air hujan justru bisa menyulitkan petugas untuk memadamkan kebakaran. Dilansir ABC News, hal tersebut pernah terjadi saat kebakaran hutan di Australia pada 2020. Kala itu hujan yang cukup deras menghantam wilayah kebakaran hutan sehingga pemadam tidak bisa melakukan backburning.

    Backburning atau backfiring adalah teknik pemadaman di mana petugas secara sengaja membakar suatu area agar api lebih terkendali. Setelah terkendali dan tidak melebar mereka bisa memadamkannya dengan lebih mudah. Sayangnya, hujan yang turun terus memadamkan api hasil backburning, membuat penanganan kebakaran jadi makin sulit.

  2. 2. Kondisi di mana air hujan efektif untuk memadamkan kebakaran hutan

    Kondisi di mana air hujan efektif untuk memadamkan kebakaran hutan
    ilustrasi hujan (unsplash.com/Tapish)

    Terdapat kondisi khusus di mana air hujan bisa memadamkan atau mengurangi api kebakaran hutan. Laman The Bureau of Meteorology menjelaskan bahwa salah satu kondisinya adalah hujan yang lebat. Hujan lebat akan menjatuhkan air dalam jumlah besar. Kondisi tersebut membuat air bisa dengan mudah menjangkau area terbakar dan kemudian memadamkan api.

    Hujan deras dalam durasi lama juga membuat air bisa meresap ke dalam tanah. Proses tersebut tak hanya memadamkan kebakaran, tapi juga mencegah api muncul kembali karena tanah basah lebih sulit terbakar. Tipe vegetasi juga berpengaruh terhadap pemadaman api. Untuk area yang rata atau memiliki tanah liat air bisa lebih mudah memadamkan api.

    Sementara itu, air hujan akan sulit memadamkan api di area gambut. Pasalnya, air harus meresap lebih dalam ke bagian gambut yang menyimpan bahan organik agar api tidak terpicu.

  3. 3. Cara yang dinilai efektif untuk memadamkan kebakaran hutan

    Cara yang dinilai efektif untuk memadamkan kebakaran hutan
    ilustrasi usaha pemadaman kebakaran hutan (unsplash.com/fabian jones)

    Daripada hanya mengandalkan air hujan pemadaman, kebakaran hutan harus dilakukan dengan cara lain yang lebih efektif. Laman resmi BPDB Kabupaten Hulu Sungai Selatan menjelaskan bahwa ada beberapa metode pemadaman kebakaran hutan, yaitu water bombing, modifikasi cuaca atau hutan buatan, dan pemadaman manual.

    Water bombing adalah metode yang dilakukan dengan cara menyiram titik api menggunakan air dalam jumlah besar. Air tersebut biasanya akan diangkut dan dijatuhkan oleh pesawat. Modifikasi cuaca untuk memicu hujan juga bisa dilakukan, hal tersebut nantinya akan membantu pemadaman kebakaran dalam skala yang besar. Terakhir, pemadaman manual dengan menyemprot air ke daerah kebakaran. Metode tersebut bisa dilakukan oleh petugas pemadam, warga sekitar, atau relawan yang bersedia membantu.

    Jadi, apakah air hujan bisa memadamkan kebakaran hutan? Jawabannya bisa dibilang tidak, air hujan hanya membantu dan mengurangi efek dari kebakaran itu sendiri. Untuk pemadaman yang optimal perlu adanya campur tangan manusia dengan berbagai metode dan teknik khusus agar kebakaran bisa diatasi.

    Referensi:

    “Why the rain in Australia makes it harder to fight wildfires”. abc News. Diakses Oktober 2026.

    “Wildfires and Rain: What You Need to Know”. Western Fire Chiefs Association. Diakses Oktober 2026.

    “Wildfires and Rain: What You Need to Know”. Western Fire Chiefs Association. Diakses Oktober 2026.

    “Understanding Backburning and Wildfire Suppression”. Western Fire Chiefs Association. Diakses Oktober 2026.

    “Rain provides help, poses some hazards for fire suppression on Ridge and Craig Lake fires”. Department of Natural Resources. Diakses Oktober 2026.

    “How weather affects fires”. The Bureau of Meteorology. Diakses Oktober 2026.

    “Teknik Memadamkan Karhutla”. BPBD Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Diakses Oktober 2026.

    “Penyebab Kebakaran Hutan dan Cara Penanggulangannya”. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lima Puluh Kota. Diakses Oktober 2026.

    “5 Cara (Metode) Memadamkan Api / Kebakaran”. Dinas Pemadam Kebakar dan Penyelamatan Kota Banda Aceh. Diakses Oktober 2026.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More