ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/Matt Howard)
Dilansir Western Fire Chiefs Association, air hujan sebenarnya memang bisa membantu memadamkan api. Namun, air hujan tidak bisa memadamkan api kebakaran hutan secara total tanpa bantuan aspek lain. Pemadaman api kebakaran melalui air hujan juga dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti intensitas hujan itu sendiri, seberapa luas daerah yang terbakar, hingga kelebatan vegetasi pada area kebakaran.
Jika intensitas hujan terbilang tinggi, butiran air yang jatuh mampu memadamkan api kebakaran di beberapa titik. Di sisi lain, jika hanya turun hujan kecil atau gerimis, kebakaran tidak akan teratasi sama sekali. Hutan dengan vegetasi yang rapat karena kanopi pohon juga menyulitkan air hujan jatuh ke tanah. Alhasil, air hujan tak bisa menyentuh area terbakar di bawah pepohonan.
Pada beberapa kasus, air hujan justru bisa menyulitkan petugas untuk memadamkan kebakaran. Dilansir ABC News, hal tersebut pernah terjadi saat kebakaran hutan di Australia pada 2020. Kala itu hujan yang cukup deras menghantam wilayah kebakaran hutan sehingga pemadam tidak bisa melakukan backburning.
Backburning atau backfiring adalah teknik pemadaman di mana petugas secara sengaja membakar suatu area agar api lebih terkendali. Setelah terkendali dan tidak melebar mereka bisa memadamkannya dengan lebih mudah. Sayangnya, hujan yang turun terus memadamkan api hasil backburning, membuat penanganan kebakaran jadi makin sulit.