Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Apakah Kucing Bisa Dendam Pada Pemiliknya? Ini Jawabannya
ilustrasi kucing (pexels.com/Alexey Baikov)
  • Penelitian menunjukkan hewan, termasuk kucing, memiliki emosi dasar seperti takut dan senang, namun tidak sekompleks manusia yang bisa merasakan dendam atau iri hati.
  • Kucing tidak memiliki kapasitas mental untuk menyimpan atau merencanakan balas dendam; perilaku agresifnya biasanya dipicu rasa tidak nyaman atau perubahan lingkungan.
  • Kucing memiliki ingatan kuat terhadap pengalaman positif maupun negatif, sehingga reaksi mereka sering disalahartikan sebagai dendam padahal hanya bentuk kewaspadaan alami.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kucing dikenal sebagai hewan yang sukar diprediksi, acuh tak acuh dan cuek. Terkadang, kucing secara tiba-tiba berperilaku negatif seperti memukul atau menyakar. Misalnya saat menyalakan musik, kucing bisa tiba-tiba memukul pemiliknya. Atau saat pemilik pulang ke rumah, kucing seakan cuek dan tidak ingin digendong oleh pemiliknya. Padahal sebelumnya tidak seperti itu.

Perilaku kucing seperti ini terkadang menimbulkan banyak pertanyaan, apalagi bagi pemilik kucing. Apakah kucing marah karena tidak diajak bepergian? Atau apakah kucing bisa dendam sehingga tiba-tiba memukul pemiliknya? Berikut ini penjelasan terkait perilaku kucing.

1. Emosi pada hewan

ilustrasi kucing (pexels.com/JC Presco)

Berbicara dendam, emosi satu ini erat kaitannya dengan manusia namun apakah emosi juga dirasakan oleh hewan? Dikutip dari Paul Ekman, hewan juga memiliki emosi terutama emosi takut dan gembira. Kalau manusia setidaknya memiliki lima emosi yang berbeda, pada hewan masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut emosi apa saja yang dirasakan oleh hewan.

Sejalan dengan penelitian tersebut, berdasarkan Cornell University, menyebutkan bahwa hewan memiliki emosi. Kesimpulan ini tak hanya didapatkan dari satu bidang ilmu saja. Peneliti telah melakukan penelitian perilaku hewan dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari biologi, psikologi, antropologi dan filsafat.

2. Apa kucing punya rasa dendam?

ilustrasi kucing (pexels.com/Serena Koi)

Seperti penjelasan sebelumnya, hewan juga memiliki emosi termasuk kucing. Tapi, apakah kucing juga punya rasa dendam? Mengingat perilakunya yang bisa tiba-tiba menyerang.

Dikutip dari PetMD, kucing tidak memiliki rasa dendam seperti halnya manusia. Dalam web tersebut, Dr. Placer menjelaskan bahwa kucing bertindak berdasarkan fakta bukan dari interpretasi.

Sejalan dengan penjelasan tersebut, dikutip dari Purina, kucing tidak bisa menyimpan dan tidak bisa memproses emosi dendam seperti manusia. Kucing tidak memiliki kapasitas mental untuk merencanakan balas dendam. Apalagi memiliki rasa iri atau memendam dendam berlarut-larut kepada pemilik atau orang lain.

3. Ingatan kucing yang sering disalahartikan

ilustrasi kucing (unsplash.com/Piotr Musioł)

Walaupun kucing tak memiliki rasa dendam, kucing memiliki ingatan cukup kuat. Termasuk ingatan jangka pendek dan jangka panjang. Dikutip dari Gulf Winds Animal Hospital, ingatan jangka pendek selama sekitar 16 jam dan ingatan jangka panjang biasanya melibatkan rasa takut dan kasih sayang. Kucing selalu ingat aroma, suara dan rasa dari orang yang memberikan kasih sayang atau orang yang pernah membuatnya tidak nyaman.

Ingatan kucing yang cukup kuat ini kerap diasosiasikan dengan dendam. Padahal kucing hanya mengingat pengalaman negatif yang pernah dirasakan. Dari pengalaman tersebut, kucing mempelajari dan menyesuaikan perilaku agar tidak merasakan hal negatif seperti sebelumnya. Misalnya saja kucing kesal saat buntutnya diinjak, kucing akan berusaha menghindar dari pemiliknya sementara waktu. Namun jangan khawatir, kucing akan kembali mendekat.

4. Perilaku tiba-tiba menyerang

ilustrasi kucing (pixabay.com/AndraPhoto)

Kalau kucing tidak memiliki rasa dendam, mengapa kucing tiba-tiba menyerang? Ada beberapa hal yang menyebabkan kucing tiba-tiba bersikap tidak biasa seperti menyerang. Kemungkinan pertama, kucing terlalu bersemangat dan kemungkinan kedua adalah ada yang membuatnya tidak nyaman.

Untuk memahami kucing, pahami beberapa hal berikut ini. Karena bisa jadi, hal ini adalah pemicu perubahan perilaku pada kucing.

  • Sentuhan yang tidak diinginkan, seperti terlalu banyak mengelus atau tidak ingin digendong. Karena beberapa ras seperti Russian Blue tidak suka digendong.

  • Perjalanan di mobil bisa sangat menegangkan. Kucing sering mengaitkan mobil dengan kunjungan ke dokter hewan yang seringkali membuatnya tidak nyaman.

  • Perubahan rumah juga dapat memicu perubahan perilaku kucing. Sebagai hewan yang suka dengan kebiasaan dan rutinitas, kucing perlu beradaptasi dengan penataan ulang furnitur atau kepindahan di rumah baru.

  • Selain itu, kucing akan tidak nyaman saat kaki atau buntutnya terinjak, musik atau suara keras serta gerakan tiba-tiba yang membuat insting bertahan hidupnya “menyala”.

5. Cara mengatasi emosi kucing

ilustrasi kucing (pexels.com/Noemí Jiménez)

Lalu, apa yang harus dilakukan pemilik anabul jika kucing berperilaku seperti yang disebutkan sebelumnya? Hal utama yang harus dilakukan adalah menciptakan rasa aman sehingga kucing merasa nyaman.  Langkah-langkah berikut ini bisa dicoba untuk menumbuhkan rasa nyaman untuk anabul.

  • Kucing adalah hewan yang suka rutinitas dan kebiasaan, coba untuk konsisten dengan rutinitas yang telah dilakukan.

  • Untuk menciptakan rasa nyaman, berikan respons lembut dengan gerakan lambat saat berinteraksi dengan kucing.

  • Jika kucing masih tampak tidak nyaman, beri waktu untuk menenangkan dan menyesuaikan diri.

  • Kenali kucing lebih dalam dengan memahami setiap perilakunya. Dengan begitu akan tahu apa yang disukai dan tidak disukai kucing.

Itu adalah jawaban dari pertanyaan apakah kucing bisa dendam? Dalam jawaban singkat, kucing tidak bisa dendam. Jika kucing menunjukkan perilaku yang tidak biasa, beri ruang untuk beradaptasi dan menenangkan diri. Jika masih kesulitan memahami anabul kesayanganmu, bisa menghubungi dokter hewan untuk berkonsultasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article