Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bagaimana Es Kering Bisa Membantu Memperlambat Kebakaran Gambut?

3 min read
Bagaimana Es Kering Bisa Membantu Memperlambat Kebakaran Gambut?
ilustrasi es kering (pexels.com/cottonbro studio)

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut bisa terus berlangsung meski api di permukaan tanah sudah padam. Hal ini terjadi karena bara api dapat bertahan di dalam lapisan gambut yang kaya bahan organik dan sulit dijangkau air. Jika tidak ditangani dengan tepat, bara tersebut dapat memicu kebakaran kembali dan memperluas area yang terbakar.

Salah satu bahan yang sedang diteliti untuk membantu mengatasi masalah ini adalah es kering atau karbon dioksida dalam bentuk padat. Suhunya yang sangat rendah berpotensi membantu mendinginkan bara, sementara perubahan bentuknya menjadi gas juga dapat memengaruhi kondisi di sekitar api. Lalu, bagaimana es kering bekerja untuk membantu memperlambat kebakaran gambut? Yuk, simak lebih lanjut di bawah ini!

  1. 1. Es kering mendinginkan bara api di dalam gambut

    ilustrasi memadamkan api karhutla
    ilustrasi memadamkan api karhutla (pexels.com/Francesco Sommacal)

    Es kering (dry ice) adalah karbon dioksida dalam bentuk padat yang memiliki suhu sangat rendah, sekitar minus 78,5 derajat celsius. Berbeda dengan es batu biasa, es kering tidak mencair menjadi air, tetapi langsung berubah menjadi gas ketika terkena suhu yang lebih hangat. Sifat ini membuat es kering menarik untuk diteliti sebagai salah satu bahan yang dapat membantu memadamkan kebakaran gambut.

    Pasalnya, bara api di dalam gambut bisa bertahan lama meski api di permukaan tanah sudah padam. Menurut studi yang terbit dalam Fire Safety Journal pada 2026, peneliti membandingkan kemampuan air, es, es kering, dan nitrogen cair untuk mengatasi kebakaran gambut dalam eksperimen laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa es kering memberikan efek pendinginan yang lebih lama dibandingkan bahan lain yang diuji.

    Ketika bersentuhan dengan gambut yang panas, es kering menyerap panas ketika berubah menjadi gas sehingga suhu di sekitarnya dapat menurun. Pendinginan ini berpotensi memperlambat proses pembakaran yang berlangsung tanpa nyala api di dalam gambut. Meski begitu, efektivitas es kering untuk memadamkan kebakaran gambut secara langsung di lapangan masih perlu diteliti lebih lanjut.

  2. 2. Karbon dioksida membantu mengurangi oksigen di sekitar bara

    ilustrasi es kering
    ilustrasi memadamkan api karhutla (pexels.com/Jose Maria Flores)

    Selain mendinginkan bara, es kering juga berpotensi membantu menghambat pembakaran melalui gas karbon dioksida yang dilepaskannya. Ketika es kering berubah langsung menjadi gas, karbon dioksida dapat terkumpul dan mengurangi kadar oksigen di sekitar bara. Oksigen sendiri dibutuhkan untuk mendukung proses pembakaran, termasuk bara yang membara tanpa nyala api.

    Berkurangnya oksigen dapat membantu memperlambat proses tersebut, terutama jika disertai penurunan suhu gambut. Namun, bara api masih dapat bertahan dalam kondisi oksigen terbatas sehingga karbon dioksida tidak selalu mampu memadamkannya sepenuhnya. Karena itu, kemampuan es kering menghambat kebakaran gambut bergantung pada kondisi pembakaran dan perlu diuji lebih lanjut di lapangan.

  3. 3. Keterbatasan es kering untuk memadamkan kebakaran gambut

    ilustrasi es kering
    ilustrasi es kering (pexels.com/cottonbro studio)

    Meski berpotensi membantu mendinginkan bara, es kering memiliki sejumlah keterbatasan untuk memadamkan kebakaran gambut. Karbon dioksida yang dilepaskan dapat mengurangi oksigen di sekitar bara, tetapi belum tentu menghentikan pembakaran sepenuhnya. Mengutip dari Occupational Safety and Health Administration (OSHA), kebakaran pada bahan padat tertentu dapat kembali menyala setelah gas karbon dioksida menghilang karena bara masih tersisa.

    Selain itu, penggunaan es kering juga memiliki risiko keselamatan karena suhunya sangat rendah dan dapat melukai kulit jika disentuh langsung. Gas karbon dioksida yang terkumpul di ruang tertutup juga dapat mengurangi kadar oksigen dan membahayakan manusia. Oleh sebab itu, penggunaan es kering untuk memadamkan kebakaran gambut masih memerlukan pengujian lebih lanjut, terutama untuk menentukan jumlah yang dibutuhkan dan efektivitasnya dalam kondisi lapangan.

    Es kering masih dalam tahap penelitian sebagai alternatif pemadaman kebakaran gambut. Penerapannya masih memerlukan pengujian lebih lanjut terkait efektivitas, biaya, dan keamanannya di lapangan. Menurutmu, apakah es kering berpotensi menjadi solusi untuk mengatasi kebakaran gambut di Indonesia?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More