Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut bisa terus berlangsung meski api di permukaan tanah sudah padam. Hal ini terjadi karena bara api dapat bertahan di dalam lapisan gambut yang kaya bahan organik dan sulit dijangkau air. Jika tidak ditangani dengan tepat, bara tersebut dapat memicu kebakaran kembali dan memperluas area yang terbakar.
Salah satu bahan yang sedang diteliti untuk membantu mengatasi masalah ini adalah es kering atau karbon dioksida dalam bentuk padat. Suhunya yang sangat rendah berpotensi membantu mendinginkan bara, sementara perubahan bentuknya menjadi gas juga dapat memengaruhi kondisi di sekitar api. Lalu, bagaimana es kering bekerja untuk membantu memperlambat kebakaran gambut? Yuk, simak lebih lanjut di bawah ini!
