Kawanan kambing melintas di kaki gunung. (pixabay.com/raindom-9710525)
Kalau begitu, apakah hewan bisa memprediksi terjadinya bencana alam seperti gunung meletus dan gempa bumi? Mengutip laman BBC, penelitian mengenai apakah hewan bisa memprediksi bencana alam pernah dilakukan oleh pakar perilaku hewan Martin Wikelski dari Max Planck Institute of Animal Behavior di Jerman. Martin mempelajari pola pergerakan sapi, domba, dan anjing di sebuah peternakan di wilayah Marches, Italia tengah, yang rawan gempa.
Selama periode penelitian, terdapat lebih dari 18 ribu gempa di wilayah itu, dari yang kecil sampai besar. Hasilnya, tim menemukan bahwa hewan ternak berperilaku berbeda sejak kurun waktu hingga 20 jam sebelum gempa terjadi. Setiap kali hewan jadi 50 persen lebih aktif selama lebih dari 45 menit berturut-turut, peneliti memprediksi akan terjadi gempa dengan magnitudo di atas 4,0. Tujuh dari delapan gempa kuat berhasil diprediksi lewat metode ini.
Studi lain juga dilakukan Martin untuk mencari tahu apakah hewan juga bisa memprediksi erupsi gunung berapi. Tim memantau pergerakan kambing ternak di lereng vulkanik Gunung Etna, Sicily, salah satu gunung berapi paling aktif di Eropa. Menariknya, hewan ternak ini seperti punya firasat awal kapan Gunung Etna akan kembali aktif.
Tiap kali terjadi erupsi, kambing-kambing itu menjadi aktif. Mereka berlarian ke sana kemari, beberapa bersembunyi di balik semak-semak atau pepohonan berjam-jam sebelum letusan besar akan terjadi. Aktivitas mereka selalu meningkat tiap hendak terjadi letusan besar.
Alasan di balik perilaku ini belum diketahui pasti. Dalam laman ICARUS Global Monitoring with Animals, Martin Wikelski menerangkan bahwa kemungkinan hal ini dipicu oleh bau magma yang sedang naik dan merembes keluar melalui tanah. Gas-gas mengandung zat seperti sulfur dan hidrogen ini menguar dari bebatuan cair yang membara.
Untuk memastikan validitas temuannya, penelitian dilanjutkan selama 2 tahun. Setelahnya, tim mencatat 27 letusan dengan tujuh di antaranya merupakan letusan berskala besar. Terbukti, tiap kali letusan besar akan segera terjadi, hewan-hewan tersebut sudah menunjukkan kegelisahan berjam-jam sebelumnya.