Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Benarkah Ikan Hiu Tidak Memiliki Tulang? Ini Faktanya

Benarkah Ikan Hiu Tidak Memiliki Tulang? Ini Faktanya
ilustrasi hiu putih besar (commons.wikimedia/Pterantula)
Intinya Sih
  • Hiu termasuk kelas Chondrichthyes dengan lebih dari 450 spesies di seluruh dunia, memiliki bentuk tubuh fusiform dan kemampuan kamuflase untuk beradaptasi di berbagai perairan.
  • Kerangka hiu sepenuhnya tersusun dari tulang rawan yang ringan dan fleksibel, bukan tulang keras, membuatnya mampu berenang cepat tanpa kantung renang seperti ikan bertulang.
  • Tulang rawan memberi keseimbangan antara kekuatan dan kelenturan, membantu hiu bergerak lincah, mengapung efisien, serta menopang tubuh besar dengan endapan kalsium di bagian penting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Hiu dikenal sebagai penghuni lautan paling besar dan menakutkan. Di tengah kedalaman samudra, tubuhnya berenang dengan lincah, memotong air tanpa suara. Ditambah deretan gigi tajam layaknya mesin pemburu yang siap mengoyak apa pun. Tidak heran kalau hiu dinobatkan sebagai rajanya lautan. Tapi, di balik reputasi sangar itu, kabarnya hiu tidak memiliki tulang sama sekali!

Kedengarannya mustahil, bagaimana mungkin makhluk sebesar itu mampu berenang begitu kokoh dan lihai tanpa kerangka tulang yang menopang tubuhnya? Jika dibayangkan, tubuh hewan akan sangat lembek dan tidak bisa bergerak melawan tekanan air jika tidak memiliki tulang, tapi hal itu tidak berlaku bagi hiu. Penasaran apakah benar hiu tidak memiliki tulang? Berikut penjelasannya

1. Karakteristik ikan hiu

ilustrasi hiu (unsplash.com/Gerald Schömbs)
ilustrasi hiu (unsplash.com/Gerald Schömbs)

Hiu dapat ditemukan di berbagai jenis cekungan samudra di seluruh dunia. Mereka mampu hidup di laut tropis, beriklim sedang, dingin dan kutub. Melansir Sea World, diketahui terdapat lebih dari 450 spesies hiu yang tersebar di seluruh dunia. Mereka memiliki klasifikasi ilmiah dengan kelas Chondrichthyes dan subkelas Holocephali dan Elasmobrachii.

Tubuh hiu memiliki bentuk fusiform, yang berarti membulat dan meruncing di kedua ujungnya. Desain tubuh yang seperti ini memungkinkan mereka untuk mengurangi energi yang dibutuhkan untuk berenang. Namun, hiu wobbegong dan hiu malaikat memiliki tubuh yang lebih pipih daripada hiu lainnya.

Secara ukuran, hiu lentera kerdil dan hiu laut dalam adalah hiu terkecil dan hanya dapat tumbuh hingga 17 cm. Spesies terbesar dinobatkan pada hiu paus, ikan terbesar di dunia, yang dapat tumbuh mencapai 16 meter panjangnya.

Hanya 39 spesies hiu yang diketahui tumbuh hingga lebih dari 3 meter. 176 spesies lainnya memiliki panjang kurang dari satu meter. Untuk sebagian besar spesies, hiu betina tumbuh sekitar 25 persen lebih besar daripada hiu jantan.

Masuk ke bagian sirip, di mana hampir semua spesies hiu memiliki lima jenis sirip kaku. Mereka menggunakan sirip ekor untuk bergerak maju dan ke bawah. Tubuh hiu juga dilengkapi dengan sepasang sirip dada, yaitu sirip di belakang celah insang yang memanjang ke luar. Sirip ini membantu mengangkat bagian depan tubuh dan melawan gaya ke bawah yang disebabkan oleh sirip ekor, juga membantu mereka saat mengarahkan diri di dalam air. Hiu biasanya memiliki satu atau dua sirip punggung, yang berfungsi seperti lunas perahu, menjaga tubuh mereka tetap stabil saat berenang.

Kelebihan hiu tidak hanya terletak pada tubuhnya yang besar, mereka juga memiliki kemampuan berkamuflase. Bagian atas tubuh hiu cominan gelap sehingga menyatu dengan kedalaman laut jika dilihat dari atas, sementara bagian perutnya yang terang menyatu dengan permukaan air yang lebih terang jika dilihat dari bawah. Adanya kemampuan ini dimanfaatkan oleh hiu sebagai teknik kamuflase, atau penyamaran warna.

2. Benarkah hiu tidak memiliki tulang?

ilustrasi hiu sirip putih (commons.wikimedia/Jerome Paillet)
ilustrasi hiu sirip putih (commons.wikimedia/Jerome Paillet)

Melansir IFLScience.com, hiu sejatinya tidak memiliki tulang. Kerangka mereka sepenuhnya terbuat dari tulang rawan, bahan fleksibel dan 'kenyal' yang sama seperti yang ditemukan pada telinga dan hidung manusia. Berbeda dengan tulang, yang merupakan jaringan kaku dan termineralisasi yang kaya akan kalsium fosfat, tulang rawan sebagian besar terbuat dari air dan protein kolagen, sehingga lebih ringan, fleksibel, dan kurang kaku.

Tidak hanya hiu, beberapa ikan seperti pari, ikan pari gergaji, dan chimaera atau hiu hantu juga tidak dilengkapi dengan tulang. Mereka termasuk dalam kelompok ikan bertulang rawan.

Sebagaimana kita ketahui bahwa tulang berperan dalam menopang struktur tubuh, terlebih hiu dengan ukuran tubuh yang sangat besar. Lantas, mengapa ikan hiu tidak mengembangkan fitur yang satu ini? Mengutip IFLScience.com, diketahui bahwa tulang rawan lebih ringan dan fleksibel, yang memungkinkan hiu berenang lebih cepat dengan kelincahan yang luar biasa.

Berbeda dengan ikan bertulang lainnya, hiu tidak memiliki kantung renang, organ berisi gas yang mengontrol daya apung. Sebaliknya, mereka memiliki hati yang tebal berisi minyak dengan kepadatan rendah yang membantu mereka mengapung. Kerangka tubuh mereka yang lebih ringan juga membantu mereka dalam hal ini.

Sebuah studi dari Universitas Negeri San Francisco pun menyoroti tentang mengapa hiu tidak pernah mengembangkan tulang. Para ilmuwan kemudian mempelajari DNA hiu gajah (Callorhinchus mili), ikan bertulang rawan dengan moncong seperti belalai yang unik, dan menemukan bahwa genom mereka tidak memiliki gen yang dibutuhkan untuk mengubah tulang rawan menjadi tulang.

Alih-alih mengembangkan gen-gen ini, genom mereka sebagian besar tetap tidak berubah selama ratusan juta tahun, sehingga tulang rawan tetap menjadi bahan kerangka utama mereka. Hal serupa mungkin terjadi pada hiu sejati dan ikan bertulang rawan. Lalu, seberapa banyak 'tulang' yang mereka miliki? Sebagian besar hiu memiliki sekitar 200 hingga 400 struktur yang terbuat dari tulang rawan yang berfungsi sebagai struktur penopang tubuh mereka.

3. Bagaimana tulang rawan pada hiu bekerja dengan sangat baik

ilustrasi ikan hiu (pexels.com/Willian Justen de Vasconcellos)
ilustrasi ikan hiu (pexels.com/Willian Justen de Vasconcellos)

Tulang rawan lebih ringan dan lebih fleksibel daripada tulang, hal ini memberikan keuntungan besar bagi hiu di dalam air. Tulang rawan ini memungkinkan hiu menjadi perenang yang sangat lincah dan efisien, yang sangat penting untuk mendukung perburuan atau perjalanan jarak jauh.

Hiu dirancang untuk bergerak. Adanya tulang rawan memberikan keseimbangan sempurna antara kekuatan dan fleksibilitas. Berikut alasan mengapa tulang rawan lebih baik daripada tulang bagi ikan hiu:

  • Ringan

Hiu tidak memiliki kantung renang seperti ikan bertulang. Kerangka tulang rawan mereka membuatnya cukup mudah mengapung dan meluncur di dalam air dengan sedikit usaha.

  • Fleksibel

Hal ini memungkinkan hiu untuk berputar, berbelok, dan melakukan gerakan tajam, yang mana sangat membantu hiu untuk mengejar mangsa atau menjelajahi terumbu karang.

  • Tahan lama

Tulang rawan cukup kuat untuk menopang tubuh hiu yang besar, terutama jika diperkuat dengan adanya endapan kalsium di area yang membutuhkan kekuatan ekstra seperti rahang dan tulang belakang

Dengan demikian, benar bahwa hiu tidak memiliki tulang layaknya hewan pada umumnya. Tubuh sebesar itu didominasi oleh tulang rawan yang ringan dan fleksibel. Tubuh hiu didesain dengan tulang rawan demi memudahkannya berenang lebih lincah, mengapung, dan meluncur di dalam air tanpa perlu usaha ekstra. Itulah mengapa hiu dikenal sebagai perenang yang andal karena berkat tulang rawannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More