Kucing sedang makan (pexels.com/Eyupcan)
Setelah penjelasan di atas, pertanyaan adalah apakah makanan anjing cocok diberikan ke kucing? Jawabannya tidak. Sesekali memang tidak langsung menunjukkan tanda bahaya, namun jika kucing terus-menerus makan makanan anjing, maka tumbuhnya berisiko kekurangan nutrisi penting. Dalam jangka panjang, kondisi ini mampu menimbulkan berbagai masalah kesehatan, antara lain:
Saat kucing mengonsumsi makanan anjing segar dengan kualitas tinggi, kucing tidak akan mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi tubuh yang penting.
Kucing berisiko mengalami kekurangan nutrisi jika makan makanan anjing karena kucing membutuhkan arginin atau asam amino, artinya makanan anjing biasanya tidak mengandung arginin. Selain itu, kucing juga tidak mendapatkan cukup taurin (asam amino) jika hanya mengonsumsi makanan anjing. Di sisi lain, tubuh anjing mampu menghasilkan cukup taurin sehingga mereka tidak membutuhkan nutrisi tersebut pada makanannya.
Kucing menggunakan arigin untuk metabolisme nitrogen sebagai bagian dari siklus urea mereka. Tanpa nutrisi arigin yang cukup, kucing dapat mengalami penumpukan amonia—yakni kondisi yang dapat berakibat fatal jika tidak segera diobati.
Kucing menggunakan taurin untuk mendukung fungsi jantung, retina, cairan empedu, dan reproduksi. Artinya, jika kucing tidak mendapatkan cukup taurin, mereka dapat mengalami masalah kesehatan di area tersebut.
Sebagai penutup, kucing dan anjing memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Beberapa nutrisi harus kucing dapatkan dari makanan, sementara anjing tidak memerlukan karena tubuhnya mampu memproduksi sendiri. Itulah mengapa, untuk jangka panjang, kucing tidak disarankan makan makanan anjing karena berisiko mengalami kekurangan nutrisi, masalah jantung, keracunan amino, dan masalah mata hingga reproduksi.