ilustrasi moluska (commons.wikimedia.org/Stephane Pouvreau)
Berbeda dari air laut yang komposisinya mudah berubah karena arus dan pasang surut, cangkang menyimpan catatan yang tidak langsung terhapus. Bahkan setelah moluska mati, cangkangnya dapat tertimbun di dasar laut dan tetap menyimpan informasi kimia. Sampel cangkang dari lapisan sedimen yang berbeda usia bisa dibandingkan untuk melihat perubahan kualitas laut selama puluhan hingga ratusan tahun. Arsip alami ini membantu menyusun gambaran sejarah pencemaran di suatu wilayah.
Keunggulan lainnya terletak pada ketersediaan sampel yang melimpah di banyak pesisir. Kerang dan tiram sering ditemukan dalam jumlah besar, sehingga analisis dapat dilakukan berulang untuk memastikan konsistensi data. Informasi dari cangkang juga dapat dikaitkan dengan catatan aktivitas manusia di daratan sekitar. Dari situ terlihat hubungan antara perkembangan industri dan peningkatan kandungan polutan di laut.
Cangkang moluska menyimpan jejak polusi laut karena unsur kimia yang terlarut ikut masuk saat mineralnya terbentuk. Komposisi tiap lapisan dapat dibaca untuk melihat perubahan kualitas perairan dari waktu ke waktu. Dengan data itu, kondisi laut tidak hanya dipantau lewat sampel air saat ini, tetapi juga melalui catatan yang sudah tersimpan lama di dalam hewan laut satu ini.