Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Fenomena Blue Moon Mengubah Bulan Jadi Biru?

Apakah Fenomena Blue Moon Mengubah Bulan Jadi Biru?
ilustrasi Bulan (unsplash.com/Kym MacKinnon)
Share Article

Bulan memiliki siklus yang terus berubah setiap bulannya, mulai dari fase sabit, separuh, hingga purnama. Dalam kondisi tertentu, siklus tersebut bisa memunculkan fenomena yang dikenal sebagai blue moon. Mendengar namanya, sebagian orang mungkin membayangkan Bulan akan berubah menjadi berwarna biru di langit malam.

Padahal, istilah blue moon sebenarnya tidak selalu berkaitan dengan warna Bulan itu sendiri. Dalam dunia astronomi, fenomena ini memiliki arti yang berbeda dan cukup menarik untuk dipahami. Blue moon juga termasuk salah satu fenomena bulan purnama yang jarang terjadi sehingga sering menarik perhatian banyak orang. Berikut fakta-fakta seputar blue moon yang harus kamu tahu!

1. Apa itu blue moon?

ilustrasi Bulan
ilustrasi Bulan (pexels.com/Михаил Крамор)

Blue moon atau bulan biru merupakan istilah untuk bulan purnama tambahan yang terjadi dalam 1 bulan kalender. Pada Mei 2026, fenomena ini muncul karena ada dua kali bulan purnama dalam bulan yang sama. Bulan purnama pertama terjadi pada 2 Mei 2026, sedangkan bulan purnama kedua akan muncul pada 31 Mei 2026.

Bulan purnama kedua inilah yang disebut sebagai blue moon. Mengutip dari NASA, fenomena tersebut terjadi karena siklus Bulan berlangsung sekitar 29,5 hari. Satu bulan kalender bisa saja “kebagian” dua kali fase purnama dalam kondisi tertentu.

Meski terdengar langka, blue moon sebenarnya bukan fenomena yang sangat aneh. Peristiwa ini biasanya terjadi sekitar 2 hingga 3 tahun sekali. Hanya saja, sebutannya yang tak biasa membuat blue moon kerap jadi sorotan publik.

2. Bulan tidak akan berubah menjadi biru

ilustrasi Bulan
ilustrasi Bulan (unsplash.com/Jonathan Marchant)

Banyak orang mengira blue moon ialah fenomena ketika Bulan berubah menjadi berwarna biru di langit malam. Padahal, anggapan tersebut sebenarnya tidak tepat. Dilansir laman Time and Date, istilah blue moon lebih berkaitan dengan perhitungan kalender dan siklus fase Bulan.

Oleh sebab itu, warna Bulan saat fenomena blue moon biasanya tetap terlihat seperti bulan purnama biasa. Bulan yang benar-benar tampak biru justru merupakan fenomena yang sangat langka dan biasanya dipengaruhi debu atau asap di atmosfer Bumi. Itulah kenapa blue moon lebih dikenal sebagai fenomena astronomi unik daripada perubahan warna Bulan secara langsung.

3. Waktu dan cara mengamati blue moon

ilustrasi Bulan (pixabay.com/TheOtherKev)
ilustrasi Bulan (pixabay.com/TheOtherKev)

Fenomena blue moon bisa diamati pada malam hari pada 31 Mei 2026 saat Bulan memasuki fase purnama. Mengutip dari dari laman In-The-Sky.org, fenomena ini disebut blue moon karena merupakan bulan purnama kedua yang terjadi pada Mei 2026. Pada fase tersebut, Bulan akan terlihat hampir sepanjang malam, mulai senja hingga menjelang pagi hari.

Blue moon juga dapat diamati dengan mata telanjang tanpa perlu teleskop atau alat khusus lainnya. Agar pengamatan lebih jelas, kamu bisa mencari tempat dengan langit terbuka dan minim polusi cahaya. Jika cuaca cerah, blue moon bakal tampak seperti bulan purnama biasa yang bersinar terang di langit malam.

Beberapa fenomena langit memang memiliki sebutan-sebutan yang unik. Selain blue moon, bulan purnama juga memiliki nama-nama lain yang menarik setiap bulannya, seperti snow moon, flower moon, dan pink moon. Setelah mengetahui fakta tentang blue moon, apakah kamu tertarik untuk mengamati bulan purnama tersebut?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More

Benarkah Bulu Berang-berang Laut Paling Lebat di Dunia Hewan?

30 Mei 2026, 13:05 WIBScience