Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Dampak Asap Karhutla pada Kucing, Gak Cuma Bahayakan Manusia
ilustrasi kucing (unsplash.com/Tran Mau Tri Tam)
  • Asap karhutla mengandung partikel halus dan zat iritan yang dapat memicu mata merah atau berair, bersin, batuk, pilek, serta ketidaknyamanan saat makan atau menelan pada kucing.

  • Paparan asap dapat menyebabkan peradangan dan penyempitan saluran napas, dengan gejala batuk, napas cepat, suara napas tidak biasa, hingga sulit bernapas yang memerlukan penanganan dokter hewan.

  • Kucing dengan penyakit jantung atau paru, serta kucing lanjut usia, lebih rentan mengalami gejala berat; tempatkan di dalam ruangan berudara bersih dan pantau kondisi kesehatannya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga hewan peliharaan seperti kucing. Asap yang dihasilkan dari pembakaran mengandung partikel halus dan gas yang dapat mengganggu kesehatan hewan. Kucing yang terpapar asap berisiko mengalami iritasi pada mata hingga gangguan pada saluran pernapasan.

Risiko ini dapat meningkat jika paparan berlangsung lama atau konsentrasi asap di udara tinggi. Kucing yang sudah memiliki penyakit jantung atau paru juga berpotensi mengalami gejala yang lebih berat. Lalu, apa saja dampak asap karhutla terhadap kesehatan kucing? Simak penjelasan lebih lengkapnya berikut ini, yuk!

1. Asap karhutla dapat menyebabkan iritasi mata dan saluran pernapasan kucing

ilustrasi kucing (pexels.com/Emine)

Asap karhutla mengandung partikel halus dan berbagai zat iritan yang dapat mengganggu kesehatan kucing ketika terhirup atau mengenai mata. Mengutip dari US Environmental Protection Agency (EPA), paparan asap dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan hewan peliharaan. Kondisi ini bisa ditandai dengan mata merah atau berair, bersin, batuk, dan keluarnya cairan dari hidung.

Pada sebagian kucing, iritasi juga dapat membuatnya tidak nyaman saat makan atau menelan. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American Veterinary Medical Association pada 2025 menemukan kelainan mata pada 64 dari 108 kucing yang diperiksa setelah terpapar kebakaran hutan di California. Temuan tersebut menunjukkan bahwa gangguan mata perlu diwaspadai, meskipun tingkat keparahan dampaknya dapat berbeda pada setiap kucing.

2. Asap karhutla bisa memicu batuk dan kesulitan bernapas pada kucing

ilustrasi kucing (pexels.com/Amir Ghoorchiani)

Partikel dan zat kimia dalam asap dapat menyebabkan peradangan serta penyempitan saluran pernapasan kucing. Dilansir VCA Animal Hospitals, zat iritan dalam asap bisa memicu peradangan saluran napas, penyempitan saluran tersebut, hingga kerusakan paru-paru. Gejalanya dapat berupa batuk, napas cepat, suara napas yang tidak biasa, atau kesulitan bernapas.

Dalam kasus yang lebih berat, paparan gas seperti karbon monoksida juga dapat mengganggu pengiriman oksigen ke jaringan tubuh. Penelitian terhadap 22 kucing yang mengalami paparan asap dalam kebakaran rumah, diterbitkan dalam Journal of the American Veterinary Medical Association pada 1999, mendokumentasikan kasus dengan gangguan pernapasan dan perubahan pada hasil pemeriksaan paru-paru. Jika kucing bernapas dengan mulut terbuka atau terlihat kesulitan bernapas, segera bawa ke dokter hewan karena kondisi tersebut merupakan tanda darurat.

3. Paparan asap karhutla dapat memperburuk penyakit jantung dan paru pada kucing

ilustrasi kucing (pixabay.com/Nennieinszweidrei)

Kucing yang sudah memiliki penyakit jantung atau paru berisiko mengalami masalah lebih serius ketika terpapar asap karhutla. Mengutip dari EPA, hewan yang memiliki penyakit jantung atau paru termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap asap dan perlu diawasi saat kualitas udara memburuk. Partikel halus dan zat iritan dapat menambah beban pada sistem pernapasan yang sudah terganggu.

Akibatnya, kucing dapat menunjukkan gejala yang semakin berat, seperti batuk, lemas, atau kesulitan bernapas. Kucing berusia lanjut juga perlu mendapat perhatian lebih karena termasuk kelompok yang rentan terhadap paparan asap. Untuk mengurangi risikonya, tempatkan kucing di dalam ruangan dengan udara yang lebih bersih dan hubungi dokter hewan jika gejala muncul atau memburuk.

Asap karhutla dapat berdampak pada kesehatan kucing, mulai dari iritasi mata hingga gangguan pernapasan yang membutuhkan penanganan dokter hewan. Karena itu, penting untuk menjaga kucing tetap berada di dalam ruangan dengan udara bersih dan segera mencari bantuan medis jika muncul gejala yang mengkhawatirkan. Jika kamu punya kucing di rumah, hal apa yang akan kamu lakukan untuk melindunginya dari paparan asap karhutla?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article