Comscore Tracker

Jadi Tradisi, Ini Asal Mula Ritual Tiup Lilin saat Ulang Tahun

Ulang tahun dirasa kurang lengkap tanpa tiup lilin

Kebanyakan orang menganggap ulang tahun sebagai hari istimewa yang wajib dirayakan. Salah satu tradisi ulang tahun yang telah menyebar ke seluruh dunia adalah meniup lilin dan memotong kue.

Bagi banyak orang, ulang tahun dirasa tidak lengkap tanpa kue ulang tahun dan ritual tiup lilin. Uniknya lagi, sebelum meniup lilin, orang yang berulang tahun harus memanjatkan doa dan harapan. Pernahkah kamu bertanya-tanya, kapan dan di mana ritual tiup lilin saat ulang tahun berasal?

Untuk menjawab rasa penasaranmu, di sini kita akan membahas asal usul ritual tiup lilin saat ulang tahun.

1. Awal mula tradisi kue ulang tahun

Jadi Tradisi, Ini Asal Mula Ritual Tiup Lilin saat Ulang Tahunilustrasi kue ulang tahun (freepik.com/freepik)

Sebelum membahas ritual tiup lilin, ada baiknya kita membahas seputar kue ulang tahun karena lilin biasanya ditaruh di atas kue. Dilansir laman Times of India, orang Romawi memiliki budaya menyajikan kue kepada tamu pada acara-acara khusus, seperti pernikahan. Kala itu, kue dibuat dalam bentuk lingkaran datar dengan bahan-bahan seperti tepung, madu, dan kacang-kacangan.

Pada abad ke-15 M, toko roti Jerman menjual kue untuk perayaan ulang tahun di pasar. Ini menghilangkan mitos bahwa kue hanya bisa dipotong di pesta pernikahan dan menciptakan tradisi potong kue di hari ulang tahun.

Kue ulang tahun mengalami banyak perubahan, dan pada abad ke-17 muncul kue ulang tahun yang dihiasi dengan krim dan bentuk yang indah. Lalu, di pertengahan abad ke-19, negara-negara Eropa Barat mulai memotong kue pada hari ulang tahun dan dalam waktu singkat tradisi itu menyebar ke seluruh dunia.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Sepele Ini Memicu Timbulnya Jerawat, Basmi dan Hindari!

2. Budaya meniup lilin di Yunani Kuno

Jadi Tradisi, Ini Asal Mula Ritual Tiup Lilin saat Ulang Tahunilustrasi Lilin (pixabay.com/kpereira52291)

Dikutip laman The Takeout, tradisi meniup lilin diyakini muncul karena keinginan untuk menyenangkan apa yang ada di langit. Di zaman Yunani kuno, kue bundar dipanggang untuk menghormati dewi bulan, Artemis. 

Sebenarnya, ini bukanlah kue ulang tahun, melainkan semacam persembahan. Di atas kue ini diletakkan lilin untuk mewakili cahaya bulan, dan ketika lilin ditiup, asap lilin diyakini membawa harapan kepada para dewa.

3. Ritual meniup lilin di atas kue ulang tahun diyakini pertama kali dilakukan oleh orang Jerman

Jadi Tradisi, Ini Asal Mula Ritual Tiup Lilin saat Ulang Tahunilustrasi kue ulang tahun dengan lilin (pexels.com/Kaboompics.com)

Orang Jerman mungkin menjadi yang pertama yang menggabungkan tradisi memotong kue dan meniup lilin saat ulang tahun.  Dilansir laman Brightside, menaruh lilin di atas kue ulang tahun pertama kali dilakukan oleh Count Ludwig von Zinzendorf dari Jerman pada tahun 1746. Kala itu, ia menaruh lilin dalam jumlah sesuai dengan usianya. 

Dari sana, kebiasaan meniup lilin untuk merayakan ulang tahun mulai tersebar luas, utamanya di kalangan anak-anak. Namun, lilin tidak segera ditiup, melainkan dibiarkan menyala sepanjang hari. Ini dilakukan karena orang Jerman percaya anak-anak sangat rentan terhadap roh jahat di hari kelahiran mereka, sehingga keluarga akan berjaga-jaga dan memastikan lilin tetap menyala sampai malam hari. Di penghujung hari, anak yang berulang tahun disuruh meniup semua lilin sekaligus dengan harapan asap mereka akan sampai ke surga.

Baca Juga: 11 Anggota Kerajaan yang Praktikkan Pernikahan Sedarah, Jadi Tradisi!

4. Perayaan ulang tahun dengan tiup lilin mulai menyebar ke Amerika

Jadi Tradisi, Ini Asal Mula Ritual Tiup Lilin saat Ulang Tahunilustrasi lilin di atas kue ulang tahun (pixabay.com/cbaquiran)

Beberapa dekade kemudian, tradisi perayaan ulang tahun melintasi Atlantik ke benua Amerika. Dilansir laman Keap Candles, untuk waktu yang lama, banyak orang Amerika menolak tradisi meniup lilin saat ulang tahun. Namun, di tahun 1871, ritual meniup lilin mulai diterima secara luas di Amerika. 

Sebuah kue akan dihias dengan jumlah lilin yang sama dengan usia orang yang berulang tahun. Dari sana, tradisi perlahan berkembang menjadi  praktik membuat harapan dan menyanyikan lagu.

5. Meniup lilin juga disertai dengan kepercayaan dan kebiasaan lain

Jadi Tradisi, Ini Asal Mula Ritual Tiup Lilin saat Ulang Tahunilustrasi meniup lilin saat ulang tahun (pexels.com/cottonbro)

Tradisi meniup lilin mulai menyebar ke Swiss pada abad ke 19. Di sana, jumlah lilin yang dipasang di atas kue mewakili usia orang yang sedang berulang tahun. Yang agak berbeda di Swiss adalah lilin tidak ditiup sekaligus, tetapi ditiup satu per satu sampai semuanya padam.

Saat ini, tradisi meniup lilin sudah menyebar ke banyak negara. Meskipun begitu, tidak semua negara menyajikan kue di hari ulang tahun. Di China, mereka menyajikan roti yang terbuat dari tepung dan gandum yang diisi dengan pasta. Di Korea, mereka mengganti kue dengan sup rumput laut.

6. Kue ulang tahun tidak higienis

Jadi Tradisi, Ini Asal Mula Ritual Tiup Lilin saat Ulang Tahunilustrasi kue (pixabay.com/Leo L)

Di balik suka cita meniup lilin di hari ulang tahun, terdapat fakta bahwa ritual ini menyebabkan kue ulang tahun menjadi tidak higienis. Sebuah studi tahun 2017 dari Journal of Food Research menemukan bahwa meniup lilin pada kue meningkatkan jumlah bakteri pada lapisan gula sebesar 1.400 persen. 

Ini karena saat meniup kue, bakteri keluar dari mulut dan menempel ke atas kue. Meskipun begitu, kue yang tertutup kuman masih aman untuk dimakan.

7. Meniup lilin membuat kue lebih lezat

Jadi Tradisi, Ini Asal Mula Ritual Tiup Lilin saat Ulang Tahunilustrasi meniup lilin (pixabay/Profivideos)

Penelitian dari University of Minnesota yang dipublikasikan di jurnal Psychological Science menunjukkan bahwa meniup lilin pada kue ulang tahun membuat kue terasa lebih enak. Studi ini mengikuti peserta yang terlibat dalam perilaku ritual sebelum mengonsumsi makanan atau minuman, termasuk meniup lilin sebelum memotong kue ulang tahun.

Dalam penelitian ini, didapat bahwa peserta yang terlibat dalam perilaku ritual menilai makanan lebih nikmat daripada orang yang tidak terlibat ritual. Peneliti meyakini bahwa adanya ritual sebelum makan meningkatkan kenikmatan makanan karena adanya keterlibatan yang lebih besar.

 

Begitulah asal mula ritual tiup lilin saat ulang tahun. Kamu sendiri, apakah rutin merayakan ulang tahun dengan tiup lilin?

Baca Juga: 5 Fenomena Sosial yang Mungkin Terjadi di Negara Konflik, Sulit!

Topic:

  • Fatkhur Rozi

Berita Terkini Lainnya