ilustrasi kolibri gunung berapi (wikimedia.org/Chris Jimenez)
Dilansir laman Birds and Blooms, kolibri gunung merapi memiliki beberapa subspesies yang tersebar di berbagai gunung berapi di Amerika Tengah, dan masing-masing memiliki variasi warna gorget dan distribusi yang khas. Misalnya, S. f. torridus ditemukan di Gunung Irazú dan memiliki tenggorokan keunguan terang, sementara S. f. flammula ditemukan di daerah Pegunungan Talamanca dengan corak sedikit lebih gelap.
Subspesies ini terbentuk karena isolasi geografis antar gunung yang menyebabkan perbedaan genetik dan adaptasi lokal. Perbedaan ini seringkali bukan hanya estetika, tetapi juga bisa memengaruhi perilaku kawin dan preferensi habitat.
Kolibri gunung berapi merupakan burung kecil endemik yang hidup di kawasan pegunungan tinggi Amerika Tengah. Burung ini memiliki tubuh mungil, tapi perannya dalam ekosistem sangat besar. Ia berfungsi sebagai penyerbuk utama bagi bunga-bunga pegunungan yang tidak dapat dijangkau oleh serangga. Selain itu, kolibri ini memiliki kemampuan adaptasi luar biasa terhadap suhu dingin dan medan yang curam. Sayangnya, habitat alaminya kini mulai terancam oleh deforestasi dan degradasi ekosistem pegunungan. Jika dibiarkan, hal ini dapat mengganggu keseimbangan ekologi di kawasan dataran tinggi. Oleh karena itu, upaya pelestarian kolibri gunung merapi menjadi penting sebagai bagian dari menjaga keberlanjutan kehidupan di puncak dunia.