5 Fakta Menarik Cerek Jawa, Burung Pantai Asli Pesisir Jawa

- Cerek jawa (Anarhynchus javanicus) adalah burung pantai endemik pesisir Jawa dan Kangean, berukuran sekitar 15 sentimeter, dengan warna cokelat-putih yang menyatu dengan lingkungan.
- Sebarannya kini tercatat hingga Sumatra, Sulawesi, Nusa Tenggara, Timor-Leste, dan Singapura, tetapi BirdLife International menyebut populasinya kecil serta sedang menurun.
- Burung ini hidup di pantai, dataran lumpur, tambak, dan sawah pesisir; rentan terhadap pembangunan, serta agresif melindungi sarang dengan menyerang atau berpura-pura terluka.
Bak bola bulu lembut, burung kecil ini sering terlihat mondar-mandir di pantai. Ia berdiri diam lalu berlari cepat untuk menyambar cacing. Ia bukan burung migran dari utara yang sedang habiskan musim dingin di Indonesia. Ini burung pantai asli pesisir nusantara. Namanya cerek jawa.
Cerek jawa atau Javan plover merupakan jenis burung pantai asli pesisir Jawa dan Kangean. Sepanjang hidupnya dihabiskan di kawasan pesisir. Tahukah kamu kalau burung ini sedang mengalami perluasan wilayah sampai ke Singapura? Yuk, kenalan dengan burung ini lewat fakta unik burung cerek jawa atau Javan plover berikut!
1. Burung apa itu cerek jawa?

Burung cerek jawa terlihat di Kali Mujur, Lumajang. (commons.wikimedia.org/Wibowo Djatmiko) Cerek jawa atau Javan plover (Anarhynchus javanicus) merupakan jenis burung pantai endemik pesisir Jawa. Ia sering ditemukan di kawasan pesisir seperti pantai, mencari makan sambil berlari-lari kecil dikejar ombak. Warnanya gak mencolok untuk terlihat menyatu dengan lingkungan pesisir.
Cerek jawa merupakan bagian dari genus Anarhynchus. Banyak spesies di genus Anarhynchus bercirikan kerah sebagian, seperti yang dimiliki cerek jawa. Pada burung cerek di genus Charadrius, kerahnya melintang penuh di dada.
2. Cerek jawa tergolong burung pantai berukuran kecil

Burung cerek jawa terlihat di Kali Mujur, Lumajang. (commons.wikimedia.org/Wibowo Djatmiko) Cerek jawa ukurannya agak kecil. Sekitar 15 sentimeter saja. Warnanya cokelat di bagian atas dan putih di bawah. Burung yang sedang berbiak biasanya ada semburat oranye di belakang mata dan di sekitar kerah.
Cerek jawa mirip banget dengan cerek tilil atau Kentish plover (A. alexandrinus) yang habiskan musim dinginnya di wilayah pesisir Indonesia. Bedanya, cerek jawa paruhnya lebih besar, kaki lebih pucat, dan penutup telinganya cokelat kemerahan. Cerek jawa kesannya juga lebih kekar.
3. Dikira cuma ada di Jawa, cerek jawa ternyata sedang meluas

Burung cerek jawa terlihat di Bali. (commons.wikimedia.org/Ron Knight) Dulu, cerek jawa dikira cuma ada di Pulau Jawa dan Pulau Kangean. Ternyata, cerek jawa diamati juga ada di pesisir Sumatra, Sulawesi, Nusa Tenggara, sampai ke Timor-Leste. Bahkan, laman Birds of Singapore menginformasikan adanya catatan cerek jawa yang berbiak di Pulau Tekong, Singapura.
Diduga, cerek jawa sedang mengalami perluasan wilayah sebaran. Namun, BirdLife International dalam laman Data Zone mengungkap kalau populasi cerek jawa tetap kecil. Bahkan, populasinya sedang mengalami penurunan.
4. Cerek jawa rentan gangguan di kawasan pesisir

Burung cerek jawa berdiri di pinggir pantai. (commons.wikimedia.org/Backupspambudi) Cerek jawa hidupnya di pantai berpasir, dataran lumpur, sampai di tambak ikan dan sawah di kawasan pesisir. Burung pantai ini pernah tercatat hingga 30 kilometer dari pantai ke arah daratan dan pernah dilaporkan terlihat di lahan sawah kering.
Cerek jawa berbiak di pedalaman dan di pesisir. Biasanya di persawahan atau di cekungan bukit pasir terbuka. Burung ini sangat rentan akan gangguan di habitat pesisir, seperti proyek pembangunan di kawasan pesisir.
5. Cerek jawa berperilaku seperti cerek tilil

Burung cerek jawa di Kali Mujur, Lumajang. (commons.wikimedia.org/Wibowo Djatmiko) Belum banyak yang diamati dari cerek jawa. Menurut laman Birds of the World, cerek jawa pernah terlihat berburu kepiting saat air sedang surut dengan gaya ala burung cerek pada umumnya. Cerek jawa diyakini berperilaku mirip cerek tilil.
Saat musim berbiak, cerek jawa sangat agresif. Burung ini diamati suka menyerang dara laut kecil (Sternula albifrons). Cerek jawa juga akan mengeluarkan suara sambil pura-pura terluka untuk memancing manusia menjauh dari sarang dan anak-anaknya.
Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang burung cerek jawa atau Javan plover? Semoga saja kawasan pesisir dan lahan basah di Indonesia bisa lebih terjaga, ya. Apa kamu tertarik untuk coba mengamati burung pantai satu ini?






















