Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Fakta Menarik Flightless Cormorant,  Menyelam Hingga Kedalaman 30 M!
ilustrasi flightless cormorant (flickr.com/Ron Lee)

Pernah membayangkan ada burung yang gak bisa terbang? Di dunia ini, ada beberapa spesies burung yang kehilangan kemampuan terbang karena adaptasi evolusi. Salah satu yang paling menarik adalah flightless cormorant atau kormoran tanpa sayap, yang hanya hidup di Kepulauan Galapagos.

Meski gak bisa terbang, burung ini justru berkembang jadi perenang dan penyelam ulung. Adaptasi lingkungan membuat tubuh mereka berbeda jauh dari kerabatnya yang masih bisa terbang. Yuk, simak lima fakta menarik tentang si burung unik ini!

1. Memiliki sayap mini yang hanya sepertiga dari ukuran normal

ilustrasi flightless cormorant (flickr.com/Debby Limburg)

Hal pertama yang bikin flightless cormorant beda adalah ukuran sayapnya yang super kecil, hanya sekitar sepertiga dari ukuran yang dibutuhkan untuk terbang. Sayap mungil ini terlihat seperti kain hitam yang compang-camping di tubuh mereka.

Tapi jangan salah, sayap kecil ini tetap berguna. Saat berenang, sayap ini membantu mereka meluncur lebih cepat di dalam air. Dengan cara ini, evolusi membuktikan bahwa kehilangan kemampuan terbang bukan berarti kehilangan fungsi sayap sepenuhnya!

2. Mampu menyelam hingga kedalaman 30 meter untuk berburu mangsa

ilustrasi flightless cormorant (flickr.com/Andrew Smith)

Walaupun gak bisa terbang, tetapi flightless cormorant punya keahlian yang gak kalah keren, yakni menyelam hingga kedalaman 30 meter! Burung ini bisa bertahan di bawah air selama beberapa menit untuk berburu makanan.

Bentuk tubuh streamline dan kaki berselaput mereka bikin gerakannya lincah di air. Biasanya, mereka berburu ikan, belut, dan gurita kecil yang bersembunyi di sela-sela karang. Keahlian menyelam ini bikin mereka jadi predator handal di habitatnya.

3. Melakukan ritual pacaran unik dengan menari bersama di bawah air

ilustrasi flightless cormorant (flickr.com/Ron Lee)

Musim kawin jadi momen yang menarik buat flightless cormorant. Pasangan burung ini akan melakukan tarian unik di bawah air. Mereka berenang berdampingan, menyelam, dan melakukan gerakan sinkron yang terlihat sangat kompak.

Setelah ritual ini, mereka akan membangun sarang di tepi pantai menggunakan rumput laut, ranting, dan material lain yang bisa ditemukan. Pasangan ini bergantian mengerami telur dan mencari makan untuk memastikan anak mereka bertahan hidup.

4. Termasuk spesies langka dengan populasi kurang dari 2.000 ekor di dunia

ilustrasi flightless cormorant (flickr.com/Tim Birds)

Meski unik dan menakjubkan, sayangnya flightless cormorant termasuk spesies langka yang populasinya sangat terbatas. Saat ini, diperkirakan hanya ada sekitar 2.000 ekor di dunia, dan mereka cuma ditemukan di dua pulau di Kepulauan Galapagos, yaitu Isabela dan Fernandina.

Kelangkaan ini membuat mereka masuk dalam daftar spesies yang terancam punah. Program konservasi ketat terus dilakukan untuk menjaga agar populasi mereka tetap stabil. Jadi, keberadaan burung ini benar-benar sangat berharga!

5. Mewarisi kebiasaan merentangkan sayap dari leluhurnya yang bisa terbang

ilustrasi flightless cormorant (flickr.com/Lynn Griffiths)

Menariknya, meski telah kehilangan kemampuan terbang, flightless cormorant masih memiliki kebiasaan unik yang diwarisi dari leluhurnya, yaitu merentangkan sayap. Setelah berenang, mereka akan berdiri di tepi pantai sambil merentangkan sayap kecilnya untuk mengeringkan bulu.

Kebiasaan ini penting untuk menjaga suhu tubuh dan memastikan bulu mereka tetap kering. Ritual ini menunjukkan bahwa meski sudah berevolusi, beberapa kebiasaan nenek moyang mereka masih bertahan sampai sekarang.

Flightless cormorant adalah bukti nyata keajaiban evolusi. Meski kehilangan kemampuan terbang, mereka berhasil beradaptasi dengan cara yang luar biasa. Keberadaan mereka mengingatkan kita bahwa keunikan adalah kekuatan, dan setiap makhluk punya caranya sendiri untuk bertahan hidup. Semoga bermanfaat!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team