Sekelompok penguin Humboldt di Kepulauan Ballestas, Peru. (commons.wikimedia.org/Frank_am_Main)
Sebagai penguin yang bergantung pada Arus Humboldt, penguin Humboldt terdampak langsung oleh fenomena el Niño. Secara berkala, el Niño mempengaruhi kelimpahan ikan di Arus Humboldt dan menyebabkan kelangkaan pangan. Saat el Niño terjadi, penguin Humboldt kesulitan mencari makan dan harus pergi lebih jauh untuk mendapatkan makanan.
Menurut informasi dari The Center for Biological Diversity, fenomena el Niño 1982—1983 menyebabkan kegagalan reproduksi dan kematian massal pada penguin Humboldt akibat kelaparan. Populasi penguin Humboldt yang awalnya sekitar 20.000 anjlok jadi sekitar 5.500 ekor kala itu. Populasi sempat pulih jadi 10.000—12.000 ekor pada 1996, tapi El Niño 1997—1997 kembali memangkas populasi secara drastis, hanya menyisakan 3.300 ekor penguin Humboldt.
Menurut laman Mongabay, saat el Niño tiba pada 2023, terjadi penyusutan populasi penguin Humboldt di Peru hingga dua pertiga populasi antara 2022—2025. Saat ini, penguin Humboldt sedang dalam tahap pemulihan, tapi menghadapi ancaman fenomena Super el Niño. Penguin Humboldt diamati mulai mencari makan lebih jauh.
El Niño memang merupakan fenomena alami, tapi perubahan iklim membuat jeda antarperistiwa makin singkat dan sulit diprediksi. Semoga penguin Humboldt bisa tetap bertahan dan kondisinya makin membaik, ya? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang penguin Humboldt yang terdampak el Niño?