Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Fakta Penguin Humboldt, Terdampak Langsung oleh Super El Nino!
tampak dekat wajah penguin Humboldt (commons.wikimedia.org/H. Zell)
  • Penguin Humboldt berukuran 66–70 sentimeter dan hidup di pesisir Chili-Peru, termasuk pesisir Gurun Atacama, dengan kelangsungan hidup bergantung pada pasokan makanan dari Arus Humboldt.
  • Spesies ini berburu ikan teri, sarden, dan herring melalui penyelaman, serta bersarang di lubang endapan guano atau bebatuan untuk melindungi telur dan anak dari predator serta panas.
  • El Niño mengurangi kelimpahan ikan, memaksa penguin mencari makan lebih jauh, dan pernah memicu kelaparan, kegagalan reproduksi, serta penurunan populasi drastis; populasi Peru juga menyusut dua pertiga pada 2022–2025.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penguin identik dengan wilayah kutub yang dingin serta diselimuti es dan salju. Namun, ada pula penguin-penguin yang hidup di wilayah hangat. Salah satunya adalah penguin Humboldt.

Penguin Humboldt atau Humboldt penguin merupakan salah satu jenis penguin yang hidup di wilayah hangat. Bahkan, sebarannya mencakup tempat terkering di dunia! Sayangnya, penguin Humboldt terdampak langsung oleh fenomena el Niño dan Super el Niño. Yuk, cari tahu lewat tujuh fakta menarik penguin Humboldt atau Humboldt penguin berikut ini!

1. Penguin Humboldt punya ciri khas unik di bagian kepala

Sekelompok penguin Humboldt terlihat di Kepulauan Ballestas, Peru. (commons.wikimedia.org/Frank_am_Main)

Penguin Humboldt (Spheniscus humboldti) merupakan jenis penguin berukuran sedang. Laman Britannica mencatat panjang penguin Humboldt 66—70 sentimeter. Beratnya berkisar 4—5 kilogram.

Sebagai salah satu jenis penguin bergaris di genus Spheniscus, penguin Humboldt mirip seperti penguin bergaris lainnya seperti penguin galapagos, penguin Magellan, dan penguin afrika. Untuk membedakan, perhatikan garis putih di atas mata yang lebih tipis. Area kulit yang gak ditumbuhi bulu di pangkal paruh juga lebih lebar.

2. Penguin Humboldt gantungkan hidupnya pada Arus Humboldt

tampak dekat penguin Humboldt (commons.wikimedia.org/Dori)

Penguin Humbolt hidup di pesisir barat Amerika Selatan, tepatnya di pesisir Chili dan Peru. Menurut laman Animalia, sebaran penguin Humboldt terbatas di wilayah pesisir dan pulau-pulau lepas pantai yang dipengaruhi Arus Humboldt. Arus laut dingin ini menyediakan pasokan nutrisi dan makanan yang sangat melimpah.

3. Penguin Humboldt mendiami gurun terkering di dunia

Sekelompok penguin Humboldt bertengger di pesisir berbatu di wilayah Atacama. (commons.wikimedia.org/Javiercamposg7)

Wilayah sebaran penguin Humboldt mencakup Gurun Atacama, yaitu salah satu gurun terkering dan tergersang di dunia. Hanya saja, penguin Humboldt tinggal di wilayah pesisirnya. Sebagai penguin yang hidup di wilayah hangat, kaki penguin Humboldt gak ditumbuhi bulu. Sama seperti area di pangkal paruhnya, area tanpa bulu ini digunakan untu mendinginkan tubuh saat kepanasan.

4. Penguin Humboldt kejar ikan sarden sampai kedalaman puluhan meter

Penguin Humboldt sedang menyelam. (commons.wikimedia.org/Luna Moonshine)

Penguin Humboldt utamanya makan ikan teri, ikan sarden, dan ikan herring. Kadang, ia juga melahap selafopoda seperti cumi-cumi dan gurita. Penguin Humboldt mencari mangsa sambil menyelam. Menurut laman Britannica, penguin Humboldt biasanya mencari makan di kedalaman kurang dari 60 meter, tapi pernah diamati mencapai kedalaman sampai 150 meter!

5. Tempat bersarang ideal penguin Humboldt adalah di endapan kotoran

Sekelompok penguin Humboldt bersama burung kormoran. (commons.wikimedia.org/Murray Foubister)

Penguin Humboldt membangun sarangnya di tumpukan guano, yakni endapan kotoran penguin, burung laut, kelelawar, sampai anjing laut. Sarangnya itu ditempatkan di dalam lubang yang digali beberapa meter oleh penguin jantan. Kalau gak ada guano yang cukup, penguin Humboldt menyelipkan sarangnya di antara bongkahan batu.

Berarang di tempat yang tertutup sangat penting untuk melindungi telur dan anakan burung dari predator dan sinar matahari yang intens. Guano merupakan tempat paling ideal karena tersedia secara alami. Sayangnya, guano yang kaya nutrisi sering dipanen manusia untuk dijadikan pupuk.

6. Penguin Humboldt bisa bertelur kapan saja

Sekelompok penguin Humboldt di Pulau Chiloé, Chili. (commons.wikimedia.org/Murray Foubister)

Musim kawin penguin Humboldt tidak pasti. Penguin ini bisa bertelur kapan saja. Waktu bertelurnya bergantung pada letak geografis dan fase el Niño. Bila curah hujan tinggi, sarang bisa terbanjiri oleh luapan air. Oleh karena itu, penguin Humboldt harus cari timing yang tepat.

Sepasang penguin Humboldt bisa membesarkan dua kelompok anak dalam setahun. Per kelompok ada 1—3 butir telur. Menurut laman Birds of the World, menghasilkan kelompok telur sebanyak mungkin saat kondisi menguntungkan bikin penguin Humboldt bisa memaksimalkan keberhasilan reproduksi di habitat yang sulit diprediksi.

7. Penguin Humboldt terdampak langsung oleh fenomena el Niño

Sekelompok penguin Humboldt di Kepulauan Ballestas, Peru. (commons.wikimedia.org/Frank_am_Main)

Sebagai penguin yang bergantung pada Arus Humboldt, penguin Humboldt terdampak langsung oleh fenomena el Niño. Secara berkala, el Niño mempengaruhi kelimpahan ikan di Arus Humboldt dan menyebabkan kelangkaan pangan. Saat el Niño terjadi, penguin Humboldt kesulitan mencari makan dan harus pergi lebih jauh untuk mendapatkan makanan.

Menurut informasi dari The Center for Biological Diversity, fenomena el Niño 1982—1983 menyebabkan kegagalan reproduksi dan kematian massal pada penguin Humboldt akibat kelaparan. Populasi penguin Humboldt yang awalnya sekitar 20.000 anjlok jadi sekitar 5.500 ekor kala itu. Populasi sempat pulih jadi 10.000—12.000 ekor pada 1996, tapi El Niño 1997—1997 kembali memangkas populasi secara drastis, hanya menyisakan 3.300 ekor penguin Humboldt.

Menurut laman Mongabay, saat el Niño tiba pada 2023, terjadi penyusutan populasi penguin Humboldt di Peru hingga dua pertiga populasi antara 2022—2025. Saat ini, penguin Humboldt sedang dalam tahap pemulihan, tapi menghadapi ancaman fenomena Super el Niño. Penguin Humboldt diamati mulai mencari makan lebih jauh.

El Niño memang merupakan fenomena alami, tapi perubahan iklim membuat jeda antarperistiwa makin singkat dan sulit diprediksi. Semoga penguin Humboldt bisa tetap bertahan dan kondisinya makin membaik, ya? Setelah tahu lebih banyak, bagaimana pendapatmu tentang penguin Humboldt yang terdampak el Niño?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article