Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Australia Vaksinasi 5.000 Penguin akibat Temuan Flu Burung H5

Australia Vaksinasi 5.000 Penguin akibat Temuan Flu Burung H5
Penguin (pexels.com/Taryn Elliott)
  • Seekor penguin kecil di Victoria mati akibat flu burung H5, menjadi kematian pertama penguin di Australia sejak virus terdeteksi di Australia Barat dua bulan sebelumnya.
  • Pemerintah Victoria memvaksinasi lebih dari 5.000 penguin di Pulau Phillip dan St Kilda dengan dua dosis serta mikrocip, untuk menekan risiko kematian massal.
  • Pulau Phillip menampung sekitar 40.000 penguin kecil; pemerintah memperketat patroli pesisir dan biosekuriti guna melindungi satwa liar serta pariwisata lokal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Otoritas lingkungan Australia mengonfirmasi kematian seekor penguin kecil akibat infeksi virus flu burung galur H5 di Victoria pada Sabtu (15/8/2026). Temuan ini mendorong pemerintah setempat meluncurkan program vaksinasi massal bagi 5.000 penguin sejak Senin (17/8/2026).

Langkah darurat ini diambil untuk mencegah penularan luas yang dapat merusak ekosistem pesisir dan mengancam industri pariwisata.

  1. 1. Temuan kematian penguin di kawasan wisata Pulau Phillip

    ilustrasi penguin rockhopper (sheddaquarium.org)
    ilustrasi penguin rockhopper (sheddaquarium.org)

    Bangkai penguin kecil yang terinfeksi flu burung ditemukan di kawasan wisata Pulau Phillip. Ini merupakan kasus kematian pertama pada spesies penguin di Australia sejak patogen tersebut terdeteksi di Australia Barat dua bulan lalu. Selain pada penguin, virus H5 juga terkonfirmasi menyerang burung dara laut di Lakes Entrance dan Dromana.

    "Temuan di Lakes Entrance membuktikan bahwa flu burung H5 telah menyebar di Gippsland Timur dan terus bergerak melalui populasi burung liar di Victoria," ujar Kepala Pejabat Keanekaragaman Hayati Victoria, James Todd.

    Otoritas setempat kini memperketat patroli di sepanjang kawasan pesisir guna memantau pergerakan unggas migran.

  2. 2. Skema pemberian dua dosis vaksin dan mikrocip pelacak

    ilustrasi penguin kaisar (pexels.com/Vladimir Blyufer)
    ilustrasi penguin kaisar (pexels.com/Vladimir Blyufer)

    Program imunisasi menyasar lebih dari 5.000 penguin di Pulau Phillip dan St Kilda. Petugas medis menyuntikkan vaksin pada malam hari saat kawanan penguin kembali ke sarang dari laut. Setiap penguin menerima dua dosis vaksin dengan jeda empat hingga enam minggu, serta dipasangi mikrocip pelacak di bawah kulit.

    "Vaksinasi penguin kecil di Pulau Phillip menjadi langkah penting untuk melindungi koloni yang sangat berharga ini," kata Kepala Pejabat Veteriner Victoria, Dr. Graeme Cooke, dilansir The Guardian.

    Tim dokter hewan menjelaskan bahwa vaksinasi berfungsi menurunkan risiko kematian massal, meskipun tidak memberikan kekebalan mutlak dari paparan virus di alam bebas.

  3. 3. Ancaman terhadap populasi penguin dan industri pariwisata

    ilustrasi penguin (unsplash.com/Jay Ruzesky)
    ilustrasi penguin (unsplash.com/Jay Ruzesky)

    Pulau Phillip merupakan rumah bagi sekitar 40 ribu penguin kecil, sekaligus menjadi koloni terbesar di dunia. Kepadatan populasi di kawasan pesisir tersebut membuat penularan virus berisiko memicu kematian massal jika tidak segera diantisipasi. Padahal, daya tarik wisata parade penguin menyumbang pendapatan besar bagi sektor pariwisata Australia.

    "Pemerintah harus menyediakan seluruh sumber daya yang dibutuhkan agar satwa liar dapat bertahan dari wabah ini," kata Profesor Ekologi Satwa Liar Deakin University, Euan Ritchie.

    Pemerintah kini memperketat protokol biosekuriti guna memulihkan populasi satwa serta menjaga keberlangsungan mata pencaharian warga lokal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More