Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Fakta Snapping Shrimp, Strategi Pertahanan Koloninya Sangat Unik

Snapping shrimp (commons.m.wikimedia.org/Anker A, Grave S)
Snapping shrimp (commons.m.wikimedia.org/Anker A, Grave S)

Snapping shrimp juga dikenal sebagai pistol shrimp, tapi bukanlah mantis shrimp, keduanya spesies yang sangat berbeda. Mereka adalah krustrase yang berada dalam famili Alpheidae. Ukurannya hanya beberapa sentimeter, tapi pencapit besarnya bisa tumbuh hingga setengah dari panjang tubuhnya. Capit yang digunakan untuk menangkap mangsa.

Snapping shrimp terkenal karena kemampuannya untuk memproduksi suara keras. Bagaimana cara mereka menghasilkan suara tersebut? Kamu bisa menemukan jawabannya pada fakta Snapping shrimp di bawah ini.

1. Wilayah penyebaran snapping shrimp

Snapping shrimp (commons.m.wikimedia.org/Anker A, Grave S)
Snapping shrimp (commons.m.wikimedia.org/Anker A, Grave S)

Diperkirakan ada sekitar ratusan spesies snapping shrimp yang tersebar di seluruh dunia. Mereka memiliki dua pencapit dengan ukuran berbeda, salah satunya lebih besar. Ocean Conservancy menginformasikan bahwa snapping shrimp lebih suka berada di karang dan rumput laut, khususnya di wilayah yang iklimnya sedang dan tropis.

2. Menghasilkan suara keras dari gelembung

Snapping shrimp (commons.m.wikimedia.org/Philippe Boujon)
Snapping shrimp (commons.m.wikimedia.org/Philippe Boujon)

Ukuran snapping shrimp tidak besar, tapi mereka bisa menghasilkan suara yang sangat keras. Bagaimana cara mereka melakukannya? Dilansir ThoughtCo, para peneliti awalnya mengira bahwa suara tersebut dihasilkan saat mereka menggeretak pencapitnya. Akan tetapi, di tahun 2000, tim ilmuwan yang dipimpin oleh Detlef Lohse menemukan bahwa jepretan tersebut ternyata menciptakan gelembung.

Gelembung tercipta karena pencapitnya mendarat di soket dan air mengglembung keluar sehingga menyebabkan reaksi yang disebut kavitasi. Saat gelembung meledak, lalu timbul suara yang bisa mencapai 210 desibel. Proses tersebut juga disertai suhu yang sangat tinggi, bisa mencapai 18.000 F di dalam gelembung.

3. Memliki hubungan unik dengan ikan goby

Snapping shrimp (commons.m.wikimedia.org/Nick Hobgood)
Snapping shrimp (commons.m.wikimedia.org/Nick Hobgood)

Kamu harus tahu bahwa snapping shrimp ternyata memiliki hubungan mutualisme dengan ikan goby. Udang akan menggali pasir sebagai tempat perlindungan diri, dan mengizinkan ikan goby berbagi tempat dengannya. Di sisi lain, snapping shrimp punya penglihatan buruk sehingga harus mengandalkan ikan goby ketika ingin keluar dari liangnya dan menghindari pemangsa.

Udang hampir dikatakan buta, jadi mereka menyentuh goby dega salah satu antenanya. Jika goby bergerak, snapping shrimp akan segera kembali ke sarangnya. Hubungan yang sangat menguntungkan satu sama lain.

4. Bisa meregenerasi pencapitnya

Snapping shrimp (commons.m.wikimedia.org/Christophe Cadet)
Snapping shrimp (commons.m.wikimedia.org/Christophe Cadet)

Ukuran pencapit snapping shrimp besar sebelah, digunakan sebagai senjata. Ada banyak krustrasea yang bisa menumbuhkan kembali tungkainya yang hilang, tapi snapping shrimp bisa meregenerasi lengannya. Berdasarkan informasi dari Fact Animal, itu dianggap sangat unik untuk seukuran udang.

5. Hidup dalam koloni seperti semut

Snapping shrimp (commons.m.wikimedia.org/Rickard Zerpe)
Snapping shrimp (commons.m.wikimedia.org/Rickard Zerpe)

Spesies udang ini ternyata eusosial, mereka menganggap koloni segalanya. Snapping shrimp rela mengorbankan sebagian kebebasannya untuk menjadi alat bagi organisme di koloninya yang lebih besar, biasanya dipisahkan oleh seekor udang betina. Kondisi tersebut biasanya hanya terjadi pada lebah madu, semut dan spesies tawon lainnya.

Ada lebih dari 300 udang dalam satu koloni, sebagian besar dari mereka tidak pernah berkembangbiak. Kelompok didukung oleh upaya reproduksi dari satu ratu. Kondisi ini tidak pernah ditemui pada spesies udang lainnya.

6. Strategi pertahanan koloninya unik

Snapping shrimp (commons.m.wikimedia.org/Nick Hobgood)
Snapping shrimp (commons.m.wikimedia.org/Nick Hobgood)

Sumber yang sama menjelaskan bahwa snapping shrimp punya strategi pertahanan benteng. Hal tersebut ditentukan oleh tiga kondisi yaitu secara kebutuhan makanan dan tempat tinggalnya berada di habitat tertutup, sumber makanan berkualitas tinggi yang membuatnya rentan dimangsa serta kemampuan mereka untuk melindungi sumber daya. Hampir semua spons di habitatnya dimiliki oleh snapping shrimp.

Sekarang kamu tahu bahwa snapping shrimp hidup dalam koloni dan rela mempertahankan dan menukar kebebasannya untuk itu. Udang ini bisa membuat suara keras dari gelembung yang dibuatnya, suaranya bahkan lebih keras dari tembakan senjata api. Apakah kamu pernah melihat snapping shrimp sebelumnya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us