Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Fenomena Alam Langka di Edinburgh, Terbentuk Jutaan Tahun Lalu

3 min read
3 Fenomena Alam Langka di Edinburgh, Terbentuk Jutaan Tahun Lalu
ilustrasi Edinburgh (pexels.com/Hoàng Vũ)
  • Arthur’s Seat merupakan sisa kompleks vulkanik purba dari aktivitas sekitar 342 juta tahun lalu, yang tersingkap setelah struktur sekitarnya terkikis erosi selama jutaan tahun.
  • Castle Rock terbentuk dari magma yang membeku sekitar 340 juta tahun lalu; gletser kemudian mengikis batuan lunak di sekitarnya, menciptakan lanskap crag and tail.
  • Edinburgh dapat diselimuti haar, kabut laut saat udara hangat-lembap melintasi laut dingin, sehingga mengembun, mengurangi jarak pandang, dan membuat suhu terasa lebih dingin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Edinburgh menjadi salah satu destinasi wisata impian banyak orang karena menawarkan perpaduan sejarah, bangunan klasik, dan pemandangan alam yang khas. Kota di Skotlandia ini juga memiliki banyak tempat menarik, mulai dari Edinburgh Castle hingga kawasan berbukit yang menawarkan panorama kota. Namun, daya tarik Edinburgh ternyata tidak hanya berasal dari bangunan dan sejarahnya.

Kota ini juga menyimpan sejumlah fenomena alam unik yang terbentuk melalui proses geologi dan cuaca selama ribuan hingga jutaan tahun. Beberapa di antaranya bahkan bisa ditemukan di sekitar kawasan yang mudah dijangkau wisatawan. Lalu, apa saja fenomena alam unik yang bisa ditemui saat berkunjung ke Edinburgh? Yuk, kita eksplorasi di bawah ini!

  1. 1. Arthur’s Seat: sisa gunung api purba di tengah kota

    ilustrasi Arthur's Seat
    ilustrasi Arthur's Seat (pexels.com/Gül Işık)

    Arthur’s Seat merupakan salah satu bagian dari lanskap vulkanik purba yang berada di Edinburgh, Skotlandia. Mengutip dari British Geological Survey (BGS), aktivitas gunung api di kawasan ini terjadi sekitar 342 juta tahun lalu. Saat itu, letusan menghasilkan aliran lava dan material vulkanik yang kemudian mendingin dan membentuk batuan di kawasan tersebut.

    Selama jutaan tahun, proses erosi secara perlahan mengikis sebagian besar struktur gunung api purba itu. Akibatnya, Arthur’s Seat yang terlihat sekarang merupakan bagian yang tersisa dari kompleks vulkanik tersebut. Fenomena ini membuat pengunjung bisa melihat jejak aktivitas gunung api yang terjadi jauh sebelum manusia menghuni Edinburgh.

  2. 2. Castle Rock: batu vulkanik yang dibentuk gletser

    ilustrasi Castle Rock
    ilustrasi Castle Rock (pexels.com/solivagus)

    Selain Arthur’s Seat, Edinburgh juga memiliki Castle Rock yang menjadi salah satu formasi geologi khas kota tersebut. Dilansir Edinburgh Geological Society, Castle Rock terbentuk dari aktivitas vulkanik sekitar 340 juta tahun lalu. Formasi ini merupakan volcanic plug, yaitu bagian saluran gunung api yang berisi magma dan kemudian membeku menjadi batuan keras.

    Ketika zaman es berlangsung, gletser mengikis batuan yang lebih lunak di sekitarnya, sementara batuan keras Castle Rock tetap bertahan. Proses tersebut membentuk lanskap yang dikenal sebagai crag and tail, dengan Castle Rock menjadi bagian tebingnya. Kini, formasi batuan purba tersebut menjadi tempat berdirinya Edinburgh Castle sekaligus menjadi bukti aktivitas vulkanik masa lalu di Edinburgh.

  3. 3. Haar: kabut laut yang bisa menyelimuti Edinburgh

    ilustrasi haar
    ilustrasi haar (pexels.com/Hermann Quetting)

    Selain fenomena geologi, Edinburgh juga dapat mengalami haar, yaitu kabut laut yang khas di pesisir timur Skotlandia. Berdasarkan studi yang terbit dalam Quarterly Journal of the Royal Meteorological Society tahun 1989, haar terbentuk ketika udara yang lebih hangat dan lembap bergerak di atas permukaan laut yang lebih dingin. Perbedaan suhu tersebut membuat udara mendingin hingga uap air di dalamnya mengembun menjadi butiran air kecil.

    Kabut yang terbentuk di atas laut kemudian dapat bergerak menuju daratan dan menyelimuti kawasan pesisir. Fenomena ini dapat membuat jarak pandang berkurang dan suhu terasa lebih dingin dalam waktu relatif singkat. Karena itu, Edinburgh dan wilayah pesisir timur Skotlandia dapat mengalami perubahan suasana dari cerah menjadi berkabut ketika kondisi pembentuk haar terpenuhi.

    Ketiga fenomena tersebut menunjukkan bagaimana proses alam selama jutaan tahun ikut membentuk wajah Edinburgh hingga seperti sekarang. Arthur’s Seat dan Castle Rock menjadi jejak aktivitas vulkanik purba, sementara haar menunjukkan keunikan kondisi cuaca di pesisir Skotlandia. Fenomena-fenomena ini membuat Edinburgh bukan hanya menarik karena sejarah dan bangunannya, tetapi juga karena cerita alam yang tersembunyi di balik kotanya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More