Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Fly Geyser, Fenomena Alam yang Berasal dari Kesalahan Pengeboran

5 Fakta Fly Geyser, Fenomena Alam yang Berasal dari Kesalahan Pengeboran
potret Fly Geyser di Nevada (commons.wikimedia.org/Jeremy C. Munns)
Intinya Sih
  • Fly Geyser di Nevada terbentuk secara tidak sengaja pada tahun 1964 akibat pengeboran energi panas bumi yang gagal dan meninggalkan aliran air panas kaya mineral.
  • Warna mencolok Fly Geyser berasal dari kombinasi endapan mineral dan pertumbuhan alga termofilik yang hidup di air bersuhu tinggi, menciptakan pola warna alami yang unik.
  • Geyser ini terus tumbuh karena endapan mineral berlapis dan kini berada di lahan privat Fly Ranch, dikelola oleh Burning Man Project dengan akses wisata terbatas demi pelestarian lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Fly Geyser merupakan salah satu fenomena alam unik yang berada di negara bagian Nevada, Amerika Serikat. Sumber air panas ini dikenal karena bentuknya yang tidak biasa serta warnanya yang mencolok. Menariknya, keberadaan Fly Geyser bukanlah hasil proses alam murni sejak awal, melainkan bermula dari aktivitas manusia yang terjadi puluhan tahun lalu.

Seiring waktu, air panas yang terus mengalir membawa berbagai mineral dan memicu pertumbuhan mikroorganisme yang memberikan warna cerah pada permukaannya. Kombinasi proses tersebut membuat Fly Geyser perlahan membentuk struktur yang semakin besar dan tampak unik. Lantas, apa saja fakta menarik di balik fenomena alam yang satu ini? Yuk, simak lima fakta uniknya berikut ini.

1. Terbentuk tidak sengaja oleh manusia

potret Fly Geyser yang terbentuk karena kesalahan pengeboran
potret Fly Geyser yang terbentuk karena kesalahan pengeboran (commons.wikimedia.org/RuggyBearLA)

Fly Geyser sebenarnya bukan terbentuk secara alami sejak awal. Geyser ini muncul secara tidak sengaja pada tahun 1964 ketika sebuah perusahaan energi melakukan pengeboran sumur untuk mencari potensi energi panas bumi di wilayah Nevada, Amerika Serikat. Namun, air bawah tanah yang ditemukan saat itu dianggap tidak cukup panas untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi sehingga proyek tersebut akhirnya dihentikan.

Diduga sumur tersebut tidak ditutup dengan sempurna setelah pengeboran selesai. Akibatnya, air panas dari dalam tanah terus keluar ke permukaan sambil membawa berbagai mineral terlarut. Mineral-mineral tersebut kemudian mengendap di sekitar lubang sumur dan perlahan membentuk gundukan batu kapur. Seiring waktu, endapan itu terus bertambah hingga menciptakan struktur unik yang kini dikenal sebagai Fly Geyser.

2. Warna cerahnya berasal dari alga yang hidup di air panas

potret warna cerah Fly Geyser yang berasal dari pertumbuhan alga termofilik di air panas
potret warna cerah Fly Geyser yang berasal dari pertumbuhan alga termofilik di air panas (commons.wikimedia.org/RuggyBearLA)

Fly Geyser dikenal karena warna-warninya yang mencolok, seperti merah, hijau, dan oranye yang terlihat jelas di permukaannya. Sekilas, tampilannya bahkan sering diibaratkan seperti tumpukan lilin warna-warni yang meleleh. Namun, warna tersebut bukan hanya berasal dari mineral yang terbawa air panas, melainkan juga dari organisme mikroskopis yang hidup di sekitarnya.

Warna-warna tersebut dihasilkan oleh alga termofilik, yaitu jenis alga yang mampu bertahan hidup di air bersuhu tinggi. Alga ini tumbuh di permukaan batuan yang terus dialiri air panas dari geyser. Karena setiap jenis alga memiliki tingkat toleransi suhu yang berbeda, mereka tumbuh pada bagian yang berbeda pula dan membentuk pola warna yang beragam di sekitar geyser.

3. Terus tumbuh karena endapan mineral

potret Fly Geyser yang terus tumbuh akibat endapan mineral
potret Fly Geyser yang terus tumbuh akibat endapan mineral (commons.wikimedia.org/RuggyBearLA)

Fly Geyser tidak hanya unik karena bentuk dan warnanya, tetapi juga karena ukurannya yang terus berubah. Air panas yang keluar dari geyser membawa berbagai mineral terlarut dari dalam tanah, seperti kalsium karbonat dan silika. Ketika air tersebut mencapai permukaan dan terkena udara, mineral-mineral itu perlahan mengeras dan membentuk lapisan batuan di sekitar geyser.

Endapan mineral ini kemudian menumpuk sedikit demi sedikit dari waktu ke waktu. Proses tersebut membentuk batuan travertine yang membuat struktur Fly Geyser semakin besar. Karena air panas terus mengalir setiap hari, endapan mineral juga terus bertambah sehingga bentuk geyser ini perlahan berkembang dari tahun ke tahun.

4. Airnya bisa menyembur sampai beberapa meter

potret Fly Geyser dari kejauhan dengan semburan air yang masih terlihat
potret Fly Geyser dari kejauhan dengan semburan air yang masih terlihat (commons.wikimedia.org/RuggyBearLA)

Fly Geyser terus mengeluarkan air panas yang kaya mineral dari beberapa lubang di permukaannya. Air tersebut tidak keluar dalam letupan besar seperti beberapa geyser lain, melainkan menyembur secara terus-menerus sepanjang tahun. Karena memiliki beberapa titik semburan, air panas dapat muncul dari berbagai bagian pada struktur geyser tersebut.

Semburan air dari Fly Geyser dapat mencapai ketinggian sekitar lima kaki atau sekitar 1,5 meter. Air panas yang kaya mineral ini kemudian mengalir ke area sekitarnya dan membentuk kolam-kolam kecil bertingkat. Proses ini juga membantu menambah endapan mineral yang membuat struktur geyser terus berkembang dari waktu ke waktu.

5. Lokasinya berada di tanah privat

potret Fly Geyser yang berada di lahan privat dengan akses kunjungan terbatas
potret Fly Geyser yang berada di lahan privat dengan akses kunjungan terbatas (commons.wikimedia.org/RuggyBearLA)

Fly Geyser terletak di kawasan Fly Ranch di negara bagian Nevada, Amerika Serikat. Lokasi ini merupakan lahan privat yang cukup luas, sehingga tidak dapat diakses secara bebas oleh masyarakat umum. Selama bertahun-tahun, area di sekitar geyser bahkan dipagari dan tertutup untuk publik guna melindungi lingkungan alami yang ada di sekitarnya.

Pada tahun 2016, lahan Fly Ranch dibeli oleh organisasi Burning Man Project. Setelah kepemilikan tersebut berpindah tangan, kawasan ini mulai dikelola dengan pendekatan yang lebih berfokus pada pelestarian lingkungan. Fly Geyser kemudian dibuka untuk kunjungan terbatas, tetapi aksesnya tetap diatur secara ketat. Pengunjung biasanya hanya dapat melihat lokasi ini melalui tur terpandu agar kondisi alam dan ekosistem di sekitarnya tetap terjaga.

Fly Geyser menunjukkan bahwa alam sering kali berkembang dengan cara yang tidak terduga. Dari sebuah kesalahan pengeboran, muncul fenomena unik yang terus berubah seiring waktu melalui proses alam yang berlangsung tanpa henti. Hal ini menjadi pengingat bahwa bahkan kejadian yang tidak direncanakan pun bisa menghasilkan sesuatu yang menarik dan bernilai untuk dipelajari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More