Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gerhana Matahari Total Terlama 2027, Berapa Menit Durasinya?

4 min read
Gerhana Matahari Total Terlama 2027, Berapa Menit Durasinya?
gerhana matahari total (unsplash.com/Rafael Padeiro)

Gerhana matahari merupakan salah satu fenomena yang cukup sering terjadi di Bumi. Secara keseluruhan, gerhana matahari bisa terjadi antara 2–5 kali dalam 1 tahun. Sementara, untuk gerhana matahari total, frekuensinya lebih jarang, yakni antara 1–2 tahun sekali. Dilansir NASA, gerhana matahari sendiri ialah fenomena yang terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari.

Ketika itu terjadi, bayangan Bulan menghalangi cahaya Matahari. Dari Bumi, yang terlihat seolah Matahari menghilang selama beberapa menit sebelum akhirnya muncul kembali. Membahas soal gerhana matahari, pada 2027 mendatang kita akan kembali disuguhi fenomena ini. Bukan gerhana matahari biasa, gerhana kali ini akan jadi salah satu yang terlama abad ini. Kira-kira berapa durasinya?

  1. 1. Gerhana matahari total 2027 berlangsung lebih dari 6 menit

    posisi Bumi, Bulan, dan Matahari saat gerhana matahari
    posisi Bumi, Bulan, dan Matahari saat gerhana matahari (nasa.gov/NASA's Goddard Space Flight Center)

    Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, gerhana matahari terjadi ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi. Jika Bulan menutupi cahaya Matahari sepenuhnya, fenomena ini disebut gerhana matahari total. Untuk durasinya sendiri, keseluruhan fase gerhana matahari sebenarnya bisa berlangsung selama berjam-jam. Ada fase parsial awal, fase totalitas, hingga fase parsial akhir.

    Dilansir laman National Eclipse, untuk durasi fase totalitas hanya berlangsung selama beberapa menit, dengan durasi maksimum sekitar 7 menit 30 detik. Namun, durasi selama itu cukup jarang terjadi karena umumnya fase totalitas hanya berlangsung antara 2–4 menit. Nah, kabar baiknya, pada gerhana matahari total 2 Agustus 2027 mendatang, kita bisa menyaksikan fase totalitas yang lebih lama, yakni sekitar 6 menit 23 detik. Ini menjadikannya gerhana matahari total terpanjang sejak 1991 hingga 2114 mendatang.

  2. 2. Tidak semua negara bisa melihatnya

    Luxor Temple di Mesir
    Luxor Temple di Mesir (unsplash.com/Ahmed Elnokrashy)

    Gerhana matahari memang cukup sering terjadi. Namun, gerhana ini gak terjadi di tempat yang sama setiap waktu, tetapi berpindah-pindah mengikuti jalur bayangan Bulan. Rata-rata gerhana matahari akan kembali ke tempat yang sama setelah 375 tahun. Selain gak terjadi di tempat yang sama, gak semua wilayah juga dapat menyaksikan gerhana matahari. Dilansir NASA, ini karena bayangan Bulan di Bumi gak terlalu besar. Alhasil, ketika gerhana matahari terjadi, hanya sebagian kecil tempat yang dapat menyaksikannya, itu pun kamu harus berada di sisi Bumi yang terkena sinar Matahari.

    Untuk gerhana matahari total pada 2 Agustus 2027 mendatang, gerhana tersebut akan melewati beberapa negara, dimulai dari Samudra Atlantik, lalu bergerak ke Spanyol, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Sudan, Arab Saudi, Yaman, Somalia, dan berakhir di Kepulauan Chagos yang berada di Samudra Hindia. Di antara semua negara, Mesir akan jadi tempat terbaik untuk menyaksikan gerhana matahari total karena negara tersebut memiliki peluang tertinggi untuk cuaca yang cerah tanpa awan. Gerhana di Mesir juga akan terasa semakin istimewa karena fenomena ini melewati Luxor, rumah bagi banyak harta karun dan bangunan bersejarah era Mesir Kuno.

  3. 3. Kenapa gerhana matahari total 2027 berlangsung lebih lama?

    gambar fase gerhana matahari
    gambar fase gerhana matahari (unsplash.com/Daniel Gomez)

    Kamu mungkin bertanya-tanya kenapa gerhana matahari total pada 2027 mendatang memiliki durasi waktu lebih lama? Well, gerhana dan durasinya sangat dipengaruhi oleh jarak Matahari dan Bulan dari Bumi. Dilansir Futura-Sciences, pada 2 Agustus 2027 Matahari sedang berada di jarak terjauhnya dari Bumi sehingga ukurannya akan terlihat sedikit lebih kecil.

    Sebaliknya, Bulan akan berada di jarak terdekatnya dengan Bumi kita, membuatnya terlihat lebih besar di langit. Kondisi ini membuat bayangan Bulan dapat menutupi Matahari sepenuhnya dan menghasilkan gerhana matahari total. Pada saat yang sama, bayangan bulan juga akan bergerak menelusuri jalur yang lebih dekat ke khatulistiwa Bumi. Hal ini membuat bayangan tersebut bergerak lambat saat melintasi Bumi dan menghasilkan durasi gerhana matahari yang lebih lama dari biasanya. 

    Dari sudut pandang Bumi, gerhana matahari total dan peristiwa gerhana lainnya mungkin terlihat sederhana. Matahari menghilang selama beberapa menit, sebelum akhirnya muncul kembali. Namun, yang terjadi sebenernya gak sesederhana itu. Bulan, Bumi, dan Matahari harus berada di posisi serta jarak tertentu untuk menghasilkan gerhana matahari total yang sempurna dengan durasi lama. Hal tersebut gak terjadi setiap waktu. Setelah gerhana matahari total pada 2 Agustus, gerhana matahari total dengan durasi yang lama baru akan terjadi lagi pada tahun 2114 mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More