Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
 4 Hewan yang Hidup di Lautan tapi Tidak Bisa Berenang, Apa Saja?
Bintang laut (commons.wikimedia/Dartrider)
  • Beberapa hewan laut seperti kuda laut, bintang laut, kepiting, dan ikan kelelawar bibir merah ternyata tidak pandai berenang meski hidup di perairan sepanjang hidupnya.
  • Kuda laut bergerak lambat karena tubuh tegak dan sirip kecil, sementara bintang laut berjalan di dasar laut menggunakan kaki tabung yang digerakkan sistem air internal.
  • Kepiting tertentu hanya berjalan menyamping di dasar laut, sedangkan ikan kelelawar bibir merah memakai sirip termodifikasi untuk ‘berjalan’ alih-alih berenang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Menghabiskan seluruh hidupnya di perairan tidak menutup kemungkinan hewan-hewan ini mahir dalam urusan berenang. Sebaliknya, berenang adalah hal yang sungguh menyulitkan, bahkan sebagian terlihat aneh jika harus berenang layaknya ikan-ikan di sana.

Tubuhnya didesain sangat unik dengan ciri khas tersendiri. Berikut adalah 4 hewan laut yang justru kesulitan berenang meskipun hidup di perairan. Berikut informasinya!

1. Kuda laut

Kuda laut (pexels.com/Jeffry)

Hidup di tengah perairan tidak menjamin kuda laut menjadi perenang handal. Sebaliknya, kuda laut adalah perenang yang sangat payah. Gerakannya pun sangat lambat. Hal ini bukan karena kuda laut yang malas bergerak, namun karena desain tubuhnya yang memang dirancang bukan untuk berenang.

Tidak seperti ikan yang posisi tubuhnya mendatar, kuda laut memiliki postur tubuh yang tegak. Bentuk kuda laut yang berdiri tegak inilah membuat kuda laut sulit untuk bergerak cepat.

Kuda laut juga tidak memiliki sirip ekor besar seperti ikan yang biasanya menjadi alat pendorong untuk memaksimalkan berenang. Untuk maju, kuda laut mengandalkan sirip kecil di punggung. Mereka hanya berdenyut 30-70 kali per detik untuk bergerak perlahan, hanya 5 kaki per jam.

2. Bintang laut

Bintang laut (pexels.com/Beth)

Bintang laut sejatinya tidak bisa berenang layaknya hewan laut yang lain. Mereka bergerak dengan berjalan atau meluncur di dasar laut. Bintang laut melakukan ini menggunakan kaki khusus berbentuk tabung di bagian bawah tubuh mereka. Namun, ketika bintang laut masih sangat muda atau pada tahap larva, mereka dapat berenang dengan mengapung di air.

Bintang laut memiliki kaki tabung kecil di bagian bawahnya yang membantunya bergerak di dasar laut atau terumbu karang. Bintang laut memiliki sistem internal unik berupa saluran berisi air. Air laut masuk melalui struktur kecil yang disebut madreporit dan mengalir melalui saluran untuk mencapai kaki tabung.

3. Kepiting

Tidak semua jenis kepiting bisa berenang. Beberapa, termasuk kepiting laba-laba dan kepiting batu, hanya berjalan atau berlari di dasar air atau dasar laut, dan biasanya bergerak menyamping.

Karena kepiting ini tidak bisa berenang, mereka menjelajahi dasar laut dan sungai menggunakan 4 pasang kaki yang sama. Cangkang kepiting berjalan umumnya berbentuk lebih cembung daripada cangkang kepiting perenang.

4. Ikan kelelawar bibir merah

Ikan kelelawar bibir merah (commons.wikimedia/Georgina)

Ikan kelelawar bibir merah adalah termasuk kelompok ikan, sayangnya ikan ini sangat buruk dalam urusan berenang. Ia beradaptasi untuk hidup di dasar laut dan menggunakan sirip yang dimodifikasi untuk berjalan. Berenang justru terasa sangat canggung dan terlihat aneh bagi ikan ini. Ikan ini tidak membutuhkan kemampuan berenang dan kaki digunakan untuk berjalan sebagai gantinya. Ia berjalan terhuyung-huyung di dasar laut layaknya orang sedang mabuk.

Sirip dada dan sirip perut dimodifikasi menjadi struktur yang mirip anggota tubuh. Ikan ini benar-benar berjalan di dasar laut menggunakan sirip kaki ini. Gerakannya lebih mirip berjalan di atas tongkat daripada berenang.

Sebagai penutup, semua hewan yang hidup di air sejatinya tidak benar-benar bisa berenang. Beberapa makhluk ini tubuhnya tidak dirancang untuk berenang meskipun menghabiskan seluruh hidupnya di perairan. Sebagai gantinya, mereka memiliki sirip yang mirip kaki untuk berjalan, atau cangkang seperti kepiting untuk berjalan di dasar laut, dan lengan-lengan yang unik seperti bintang laut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team