Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
4 Hewan yang Mampu Bertahan Hidup Saat Sumber Makanannya Berubah
ilustrasi rakun (unsplash.com/Moritz Kindler)
  • Beruang menyesuaikan menu dan lokasi mencari makan, beralih antara hewan kecil, tumbuhan, buah berry, hingga ikan sesuai ketersediaan musiman.
  • Rakun dan babi hutan yang omnivora memanfaatkan beragam makanan; saat sumber alami menipis, keduanya mencari alternatif hingga ke permukiman atau lahan pertanian.
  • Gagak mengandalkan pilihan makanan luas serta pembelajaran dari pengamatan dan pengalaman, termasuk memanfaatkan sisa makanan manusia di lingkungan perkotaan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di alam liar tentu ketersediaan makanan tidak selalu stabil karena adanya perubahan musim, kondisi iklim, hingga persaingan dengan hewan lainnya. Pada saat makanan utama sulit dijumpai, maka sebagian hewan mungkin akan mulai menyesuaikan pola makan dengan memanfaatkan berbagai sumber makanan alternatif yang masih bisa diperoleh dengan mudah di habitatnya.

Setiap hewan pasti memiliki strategi yang berbeda dalam menghadapi perubahan terkait makanan, mulai dari mengonsumsi jenis makanan lain hingga mengubah cara dalam mencari makanan sesuai dengan kondisi habitatnya. Simaklah beberapa hewan berikut ini yang dikenal memiliki kemampuan beradaptasi terhadap segala perubahan sumber makanan untuk bisa memenuhi kebutuhan energinya.

1. Beruang

ilustrasi beruang grizzly (pexels.com/Pixabay)

Beruang merupakan salah satu hewan yang memiliki pola makan sangat fleksibel karena banyaknya spesies yang bisa dikonsumsi sesuai dengan ketersediaan di habitatnya. Bukan hanya memakan hewan kecil, namun beruang juga bisa mengonsumsi buah-buahan, kacang-kacangan, akar tumbuhan, hingga serangga untuk memenuhi kebutuhan energi hariannya.

Pada saat sumber makanan mulai berkurang, maka beruang akan mengubah lokasi pencarian makan atau memanfaatkan sumber makanan lain yang tersedia di sekitarnya. Sebagai contoh, beruang coklat di wilayah tertentu ternyata bisa memakan buah berry dan tumbuhan pada saat makanan hewani tidak mudah untuk diperoleh lalu memanfaatkan ikan ketika musim migrasi ikan tiba.

2. Rakun

ilustrasi rakun (unsplash.com/Quinten de Graaf)

Rakun dikenal sebagai hewan yang memiliki pola makan sangat beragam, sehingga bisa memanfaatkan berbagai sumber makanan di lingkungan tempat tinggalnya. Hewan ini bisa memanfaatkan buah-buahan, kacang-kacangan, serangga, telur, ikan kecil, hingga hewan air lainnya untuk dikonsumsi, tergantung apa yang tersedia.

Pada saat makanan alami sudah mulai sulit untuk ditemukan, maka rakun akan mencari alternatif di sekitar permukiman seperti buah yang jatuh atau sisa makanan manusia yang mudah untuk dijangkau. Kemampuan dalam memanfaatkan sumber makanan baru ternyata membuat rakun bisa menyesuaikan perilaku mencari makan pada saat lingkungannya mulai mengalami perubahan.

3. Babi hutan

ilustrasi babi hutan (pexels.com/Anna Hinckel)

Babi hutan dikenal memiliki pola makan omnivora, yaitu kerap mengonsumsi bahan makanan yang berasal dari tumbuhan atau hewan sehingga pilihan makanannya memang sangat beragam. Hewan ini bisa mencari umbi-umbian buah yang jatuh, akar, jamur, biji-bijian, hewan kecil, hingga serangga yang ditemukan pada saat mengais tanah di sekitar habitatnya.

Pada saat sumber makanan tertentu mulai berkurang, maka babi hutan akan mulai memperluas wilayah pencarian makan dan mulai beralih ke bahan makanan tersedia di sekitarnya. Di beberapa daerah, hewan ini bahkan kerap mendekati lahan pertanian atau permukiman untuk mencari makanan, terutama pada saat sumber alami mulai sulit diperoleh.

4. Gagak

ilustrasi burung gagak (pexels.com/Pixabay)

Burung gagak merupakan kelompok burung yang dikenal sangat cerdas dan memiliki pola makan yang cukup fleksibel, sehingga bisa memanfaatkan berbagai sumber makanan di habitatnya. Hewan ini bisa memakan serangga, biji-bijian hewan kecil, telur, buah, hingga bangkai yang ditemukan pada saat sedang mencari makanan.

Bukan hanya memiliki pilihan makanan yang sangat beragam, namun beberapa spesies gagak ternyata kerap mempelajari cara baru dalam memperoleh makanan melalui proses pengamatan dan juga pengalaman. Jika tinggal di lingkungan perkotaan, maka mereka akan memanfaatkan sisa makanan manusia, sedangkan jika berada di habitat asli justru mereka akan mencari serangga atau biji-bijian sesuai musim.

Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sumber makanan tentu menjadi salah satu strategi penting dalam membantu hewan untuk menghadapi kondisi lingkungan yang tidak stabil. Hewan-hewan di atas seolah menunjukkan bahwa pola makan yang fleksibel ternyata bisa memperluas pilihan makanan pada saat sumber utama mulai sulit dijumpai. Meski begitu, kemampuan tersebut tetap memiliki batas karena setiap hewan pasti memerlukan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article