5 Fakta Orangutan Borneo, Primata yang Endemik di Pulau Kalimantan

Orangutan Borneo (Pongo pygmaeus) endemik Kalimantan, tersebar di Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Primata arboreal ini menghabiskan sekitar 90 persen waktu di pepohonan.
Makanannya mencakup 400–500 jenis, dengan buah menyumbang 60 persen. Mereka hidup dalam kelompok kecil, sementara ikatan induk dan anak dapat bertahan hingga anak berusia 11 tahun.
Berstatus terancam punah dengan perkiraan populasi 45.000–69.000 ekor, orangutan Borneo dilindungi di sejumlah taman nasional. Delapan ekor dipindahkan setelah kehilangan habitat akibat karhutla di Kalimantan Barat.
Orangutan Borneo sesuai namanya adalah spesies yang hidup di pulau Kalimantan bahkan mereka endemik. Orang utan adalah salah satu mamalia arboreal terbesar di dunia dengan panjang 3,2 kaki dan beratnya 90 kg. Soal makanan, orangutan borneo sebagian besar memilih memakan buah-buahan.
Nama ilmiah untuk orangutan borneo adalah pongo pygmaeus. Pongo adalah istilah abad ke-17 untuk kera besar afrika berasal dari bahasa Kongo. Sementara pygmaeus artinya 'kerdil' diambil dari bahasa Yunani.
Orangutan borneo memiliki tiga subspesies: orangutan kalimantan barat laut, orangutan kalimantan barat daya dan orangutan kalimantan timur laut. Semenarik apa profil orangutan borneo? Baca sekarang.
1. Persebaran habitat alami orangutan borneo

Orangutan borneo (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp) Tempat tinggal alami orangutan borneo adalah Kalimantan yang tersebar di tiga negara seperti Malaysia, Brunei Darussalam dan Indonesia, dilansir ifaw.
Mereka mendiami hutan hujan tropis dan sub tropis. Mereka juga ada di rawa-rawa dan dataran tinggi. Orangutan borneo adalah arboreal atau cenderung tinggal di kanopi pohon dengan membuat sarang. Sekitar 90 % waktu mereka berada di atas pohon.
2. Ciri fisik yang melekat

Orangutan borneo (commons.wikimedia.org/Mike Prince) Orang utan memiliki bulu kasar dan lebat berwarna kemerahan, lengan sangat panjang dan bahu lebih lebar daripada pinggul. Wajah, telinga, telapak tangan dan telapak kakinya tidak berbulu. Jari tangan dan kakinya panjang dan melengkung.
Orang utan memiliki hidung kecil dan tanda kemerahan di sekitar matanya. Orangutan dewasa memiliki kantung berdaging terlihat pada tenggorokan mereka. Bedanya dari betina, jantan memiliki kumis dan janggut yang menonjol.
3. Informasi lengkap soal makanannya

Orangutan borneo (commons.wikimedia.org/Thomas Fuhrmann) Diketahui bahwa orangutan borneo memakan 400-500 jenis makanan yang berbeda di mana buah-buahan mencakup 60 persen dari pilihan makanan mereka. Dua di antaranya buah ara liar dan durian. Ini list umum yang mereka makan: daun, pucuk, kulit pohon, madu serangga dan telur burung.
Untuk tujuan pengobatan, orangutan borneo mengonsumsi daun tanaman lokal untuk menghasilkan busa sabun yang nanti mereka oleskan pada kulitnya untuk meredakan perdagangan sendi dan otot.
4. Kehidupan sosial orangutan borneo

Orangutan borneo (commons.wikimedia.org/Thomas Fuhrmann) Dibandingkan dengan orangutan lainnya, orangutan borneo hanya memiliki kelompok dengan anggota sedikit biasanya betina bersama satu hingga dua anaknya. Betina biasanya membentuk ikatan sosial dengan kelompok betina lain dari wilayah jelajah yang ditentukan.
Induk orangutan membentuk ikatan yang kuat dengan anak-anaknya bahkan hingga anak itu sudah mulai mandiri ketika berumur 11 tahun.
Interaksi antara induk dan sang bayi sangat kentara. Induk betina memperlihatkan bagian belakang tubuhnya sebagai ajakan agar si bayi naik di atasnya. Ketika bayi merengek atau menangis karena lapar, mereka akan memberi isyarat kepada induk betina bahwa mereka ingin bermain.
Dalam suatu kawanan orangutan borneo, mereka menunjukkan solidaritas dengan saling membersihkan bulu satu sama lain. Suara yang dihasilkan oleh orangutan saat berkomunikasi satu sama lain dapat terdengar hingga 1 mil.
5. Orangutan borneo ada di berbagai taman nasional di Kalimantan untuk dilindungi

Orangutan borneo (commons.wikimedia.org/Charles J. Sharp) Saat ini, status orangutan borneo adalah terancam punah diperkirakan antara 45 ribu hingga 69 ribu ekor. Untuk itu, berbagai pihak berupaya untuk melindungi orangutan borneo dari potensi kepunahan dengan menempatkan orangutan borneo di berbagai taman nasional yang tersebar di Kalimantan.
Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah menampung hingga 6.000 orangutan termasuk orangutan borneo. Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah adalah tempat rehabilitasi orangutan liar termasuk orangutan borneo.
Di Taman Nasional Kutai di Kalimantan Timur menampung sekitar dua ribu orangutan termasuk orangutan borneo. Orang utan borneo ditempatkan di hutan Taman Nasional Betung Kerihun, Kalimantan Barat. Terakhir, orang utan borneo dipelihara dengan baik di Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat.
Baru-baru ini yang lagi gempar di Indonesia pada 2026, sebanyak 8 ekor orangutan borneo kehilangan habitatnya akibat karhutla di Kalimantan Barat. Syukurnya mereka berhasil ditranslokasi ke Hutan Lindung Batu Nyambu, Kabupaten Kepatang untuk diamankan.



















