Comscore Tracker

Digemari Banyak Orang, Ini Asal-usul Wangi Musk dalam Parfum

Wangi populer yang terbuat dari kelenjar hewan

Saat ini, banyak sekali wewangian yang beredar di pasaran dengan berbagai macam aroma dan dikemas dalam botol yang beragam bentuk. Salah satu aroma populer di kalangan banyak orang adalah wangi musk yang memiliki banyak varian, mulai dari white musk yang dimodifikasi dari ekstrak tumbuhan hingga bluberry musk yang diekstrak dari buah-buahan.

Namun, tahukah kalian, jika awalnya bahan dasar musk bukanlah berasal dari tumbuhan atau buah-buahan. Pasalnya, proses pengambilan bahan dasar musk harus diikuti dengan tindakan pembunuhan dan dianggap kejam. Mengapa demikian?

1. Berasal dari rusa kesturi jantan

Digemari Banyak Orang, Ini Asal-usul Wangi Musk dalam Parfumwikimedia.org

Jika kita melihat dari asal usulnya, aroma musk yang digemari banyak orang ini berasal dari kelenjar perut rusa kesturi jantan yang tidak bertanduk. Rusa kesturi atau musk deer ini bisa ditemukan di daerah Asia Utara, wilayah hutan di pegunungan India, Pakistan, Siberia, Rusia, dan Mongolia.

Rusa kesturi merupakan satwa yang dilindungi dan menurut International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), rusa kesturi juga diklasifikasi sebagai satwa yang terancam punah, lho. Karena 'kelangkaannya' tersebut, harga kelenjar musk dihargai sekitar 45.000 dollar AS atau setara dengan 632 juta rupiah per satu kilogram! Wow.

2. Penggunaan wangi musk dalam parfum

Digemari Banyak Orang, Ini Asal-usul Wangi Musk dalam Parfumshayandblue.com

Pada zamannya, bahan baku musk sempat dicampurkan dengan bahan baku tembok untuk membangun masjid agar aroma khas dari musk tadi akan merebak ke penjuru dinding masjid saat dinding tersebut terkena paparan sinar matahari. Referensi material kelenjar perut rusa kesturi sebagai bahan baku wewangian sudah digunakan sejak zaman kuno di wilayah timur kekaisaran Romawi (Byzantium) dan Arab pada abad ke-6.

Awalnya, kelenjar musk berbau seperti 'fecal'. Saat proses pembuatannya, kelenjar tadi akan dikeringkan dan direndam dalam etanol agar baunya lebih seperti wangi hawa sore yang lembab di dalam hutan, agak manis. Wewangian yang telah diproduksi tadi bisa menarik lawan jenis karena kelenjar tersebut mengandung kadar feromon yang kuat.

Menurut Will Andrews, ilmuwan di P&G Prestige, ia mengatakan, jika wangi musk memiliki bau yang sangat harum dan selalu mengeluarkan aroma yang lembut, terkadang selembut wangi bunga.

Baca Juga: 5 Fakta Sejarah tentang Penunjuk Waktu, Awalnya dari Sinar Matahari

3. Al Kindy dan risalah wewangian musk

Digemari Banyak Orang, Ini Asal-usul Wangi Musk dalam Parfum1001inventions.com

Al Kindi, seorang filsuf pertama yang lahir dari kalangan Islam dan seumur hidupnya terkenal karena mahir berbahasa Yunani. Al Kindi telah menerjemakan banyak sekali karya-karya dari para filsuf Yunani ke dalam bahasa Arab dan menulis ratusan risalah tentang berbagai subjek, salah satunya adalah risalah tentang parfum.

Dalam risalahnya itu, ia menyebut jika wangi musk merupakan bahan atau material yang banyak ditemukan dalam parfum. Hal ini membuat kelenjar rusa kesturi sebagai 'barang mewah' yang diimpor dari Timur dan sangat berharga.

Al Kindi juga pernah menulis sebuah buku yang berisi dasar-dasar kimia yang terdapat dalam parfum. Ia juga menulis lebih dari 100 resep parfum dengan aroma yang berbeda-beda.

4. Alternatif bahan baku wangi musk

Digemari Banyak Orang, Ini Asal-usul Wangi Musk dalam Parfumwikimedia.org

Sebenarnya, aroma natural musk sendiri sangat rumit untuk dideskripsikan. Namun, wangi musk paling sering didefinisikan sebagai aroma yang leathery, manis, spicy, creamy atau powdery, dan mirip aroma kayu-kayuan. Istilah "musk" dalam perfumery tidak terpaku pada komponennya yang terbuat dari apa, tapi lebih kepada aroma apa yang dihasilkan komponen tersebut.

Penggunaan aroma musk yang berasal dari rusa kesturi jantan sudah dilarang sejak tahun 1979 karena rusa tersebut sudah dinyatakan sebagai satwa yang terancam punah. Akhirnya, dibuatlah aroma musk lain dengan komponen dasar yang berbeda, seperti Garden Angelica (Angelica archangelica), Musk Flower (Mimulus moschatus), Abelmosk or Ambrette seeds (Abelmoschus moschatus).

Bahan baku tadi menjadi bahan baku utama yang saat ini begitu populer untuk produk parfum beraroma musk. Tentu, aroma tumbuh-tumbuhan tadi hampir mirip dengan aroma musk yang berasal dari kelenjar rusa kesturi jantan.

Tak hanya tumbuhan, molekul civetone yang ditemukan dalam pasta berwarna kuning mentega yang dikeluarkan oleh musang luwak dari kelenjar perineum-nya juga bisa dijadikan alternatif. Sebagaimana ditulis oleh perfumer Mandy Aftel. Ketika dilarutkan dalam air, bahan alternatif tadi memiliki aroma bunga selembut beludru dan harum seperti bunga.

5. Tidak ada salinan sempurna molekul musk

Digemari Banyak Orang, Ini Asal-usul Wangi Musk dalam Parfumhuffingtonpost.com

Seorang ilmuwan bernama Albert Baur pernah mensintesis sebuah molekul yang akhirnya memiliki aroma seperti musk pada tahun 1880-an. Akhirnya, hasil sintetis tadi digunakan dalam parfum hingga tahun 1950-an ketika orang menyadari jika molekul tidak terdegradasi.

Sejak saat itu hingga sejauh ini, para ilmuwan parfum lainnya belum dapat menemukan salinan yang sempurna dari molekul musk. Mereka menggunakan sintetis, seperti galaxolide dan versalide yang memiliki aroma musky dan kayu-kayuan, hampir mirip dengan aroma musk yang sempat didefinisikan oleh Will Andrews.

Jika kalian menentang kekerasan pada binatang dan enggan menggunakan wewangian musk karena wanginya yang berasal dari kelenjar hewan, kalian tidak perlu khawatir. Saat ini, banyak produk parfum ternama yang mengandung aroma musk dan sudah diekstrak dengan berbagai macam tumbuhan dan buah-buahan.

Tentu, aroma tadi tetap bisa menghasilkan aroma sensual, di mana parfum dengan aroma musk yang sudah dimodifikasi tadi tetap bisa digunakan untuk menarik perhatian lawan jenis hingga merelaksasi diri.

Baca Juga: 5 Hal Penting Tentang Masa Pakai dan Kedaluwarsa Parfum, Hati-hati Ya!

Ines Melia Photo Verified Writer Ines Melia

Dengan menulis saya 'bersuara'. Dengan menulis saya merasa bebas.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Arifina Budi A.

Berita Terkini Lainnya