Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa El Nino Tidak Membuat Semua Wilayah Kering?

6 min read
Kenapa El Nino Tidak Membuat Semua Wilayah Kering?
ilustrasi banjir (unsplash.com/Chris Gallagher)
  • El Nino menghangatkan Pasifik tengah-timur dan melemahkan angin pasat, sehingga pusat pembentukan awan serta hujan bergeser, bukan menghilangkan hujan secara global.

  • Indonesia dan sebagian Australia dapat lebih kering, sementara pesisir Peru-Ekuador, sebagian Afrika Timur, Amerika Selatan selatan, dan barat daya AS berpeluang lebih basah.

  • Dampak El Nino berbeda menurut lokasi dan musim, serta dipengaruhi topografi, angin musiman, arus laut, jalur badai, IOD, dan SAM; fenomena ini mengubah peluang cuaca, bukan kepastian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

El Nino acap kali dikaitkan dengan musim kemarau yang lebih panjang, berkurangnya curah hujan, hingga meningkatnya risiko kekeringan. Di Indonesia, fenomena iklim ini juga kerap menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ketersediaan air, pertanian, dan risiko kebakaran hutan serta lahan. Namun, dampak El Nino ternyata tidak selalu sama di setiap wilayah.

Di saat Indonesia mengalami kekeringan, beberapa wilayah di belahan dunia lain justru bisa mengalami hujan lebih deras hingga banjir. Fenomena yang sama dapat memicu kekeringan di satu tempat, tetapi meningkatkan curah hujan di tempat lain. Lantas, kenapa El Nino tidak membuat semua wilayah kering? Jawabannya berkaitan dengan cara fenomena ini mengubah sirkulasi atmosfer dan distribusi hujan di berbagai belahan dunia.

  1. 1. El Nino mengubah pola distribusi hujan

    El Nino merupakan fase hangat dari El Nino–Southern Oscillation (ENSO), yaitu pola iklim alami yang melibatkan interaksi antara atmosfer dan Samudra Pasifik tropis. Fenomena ini terjadi ketika suhu permukaan laut di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik tropis menjadi lebih hangat daripada biasanya. Pada saat yang sama, angin pasat yang umumnya bertiup dari timur ke barat melemah sehingga air laut hangat bergeser ke arah Pasifik tengah dan timur.

    Perubahan tersebut memengaruhi lokasi terbentuknya awan, pergerakan udara, dan turunnya hujan. Dalam kondisi normal, wilayah Pasifik barat, termasuk Indonesia dan sebagian Australia, menerima banyak hujan karena udara hangat dan lembap cenderung naik di kawasan tersebut. Ketika El Nino berkembang, pusat aktivitas hujan dapat bergeser ke arah Pasifik tengah dan timur.

    Akibatnya, beberapa wilayah yang biasanya mendapat banyak hujan mengalami penurunan curah hujan. Sebaliknya, daerah yang menerima peningkatan aktivitas awan dan udara lembap bisa mengalami hujan lebih deras. Jadi, El Nino bukan sekadar mengurangi jumlah hujan di seluruh dunia, melainkan mengubah distribusinya.

  2. 2. Beberapa wilayah justru mengalami hujan lebih deras

    Perubahan pola sirkulasi atmosfer selama El Nino membuat sejumlah wilayah berpeluang menerima curah hujan lebih tinggi daripada biasanya. Salah satu contohnya adalah pesisir Peru dan Ekuador di Amerika Selatan. Ketika air laut di sekitar Pasifik timur menghangat, lebih banyak uap air dapat masuk ke atmosfer dan mendukung pembentukan awan hujan.

    Dampaknya, kedua wilayah tersebut dapat mengalami hujan lebat hingga banjir, terutama ketika El Nino berkembang kuat. Kondisi ini berbeda dengan Indonesia yang kerap mengalami penurunan curah hujan selama fenomena serupa.

    Wilayah lain, seperti sebagian Afrika Timur di sekitar khatulistiwa dan Amerika Selatan bagian selatan, juga dapat mengalami kondisi lebih basah pada musim El Nino tertentu. Di Amerika Serikat bagian barat daya, El Nino bahkan dapat meningkatkan peluang datangnya badai musim dingin karena perubahan posisi aliran udara di atmosfer.

    Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa dampak El Nino bergantung pada lokasi geografis dan pola sirkulasi atmosfer yang terbentuk. Oleh karena itu, menyebut El Nino sebagai penyebab kekeringan saja belum cukup untuk menggambarkan pengaruhnya terhadap iklim global.

  3. 3. Tidak semua wilayah merasakan pengaruh El Nino yang kuat

    banjir
    ilustrasi banjir (pexels.com/Faisal Ibne Kalam)

    El Nino memang memengaruhi pola iklim di berbagai belahan dunia, tetapi pengaruhnya tidak selalu kuat atau langsung terasa di setiap tempat. Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), dampak ENSO terhadap curah hujan dan suhu berbeda-beda berdasarkan wilayah dan musim. Sebagian daerah mengalami perubahan yang cukup jelas, sedangkan daerah lain hanya mengalami sedikit perubahan.

    Hal ini terjadi karena kondisi cuaca suatu wilayah tidak hanya ditentukan oleh suhu permukaan laut di Samudra Pasifik. Faktor lokal, seperti bentuk permukaan bumi, keberadaan pegunungan, angin musiman, arus laut, dan jalur badai, turut memengaruhi pembentukan awan serta distribusi hujan.

    Sebagai contoh, dampak El Nino di Australia tidak seragam. Beberapa wilayah di bagian utara dan tenggara negara tersebut cenderung mengalami kondisi lebih kering pada musim tertentu. Namun, wilayah lain dapat mengalami perubahan yang lebih kecil karena dipengaruhi sistem iklim regional yang berbeda.

    Dengan kata lain, semakin jauh suatu wilayah dari pusat perubahan iklim di Pasifik, bukan berarti wilayah tersebut pasti tidak terdampak. Namun, besar dan arah dampaknya sangat bergantung pada interaksi El Nino dengan sistem iklim lainnya.

  4. 4. El Nino mengubah peluang, bukan menentukan cuaca secara pasti

    Satu hal penting yang perlu dipahami adalah El Nino tidak menjamin suatu wilayah akan mengalami kekeringan atau hujan ekstrem. Fenomena ini lebih tepat dipahami sebagai faktor yang mengubah peluang terjadinya kondisi cuaca tertentu. Ketika El Nino berlangsung, kemungkinan musim yang lebih kering atau lebih basah dapat meningkat di wilayah tertentu, tetapi hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh faktor lain.

    Misalnya, California dapat mengalami musim dingin yang lebih basah selama El Nino karena perubahan pola badai. Namun, wilayah tersebut tidak otomatis mengalami hujan deras sepanjang musim. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah atmospheric river, yaitu jalur panjang udara yang membawa banyak uap air dan dapat menghasilkan hujan atau salju dalam jumlah besar.

    El Nino tidak selalu dapat menentukan secara tepat kapan dan di mana jalur uap air tersebut terbentuk. Akibatnya, curah hujan aktual bisa berbeda dari pola yang umumnya dikaitkan dengan fenomena ini.

    Selain itu, fenomena iklim lain, seperti Indian Ocean Dipole (IOD) dan Southern Annular Mode (SAM), dapat memperkuat atau melemahkan pengaruh El Nino di wilayah tertentu. Interaksi berbagai faktor tersebut membuat respons cuaca setiap daerah menjadi lebih kompleks daripada sekadar kering atau basah.

  5. 5. Waktu terjadinya El Nino juga memengaruhi dampaknya

    Pengaruh El Nino tidak selalu berlangsung dengan intensitas yang sama sepanjang tahun. Dampaknya sering kali bergantung pada musim ketika fenomena tersebut berkembang dan mencapai puncaknya. Suatu wilayah bisa mengalami penurunan curah hujan pada periode tertentu, tetapi pengaruhnya menjadi lebih lemah pada bulan-bulan berikutnya.

    Di Indonesia, El Nino sering meningkatkan peluang berkurangnya curah hujan, terutama ketika bertepatan dengan musim kemarau. Kondisi tersebut dapat memperpanjang periode kering, mengurangi ketersediaan air, serta meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Meski begitu, tingkat dampaknya tetap berbeda antardaerah dan bergantung pada kondisi cuaca setempat.

    Sebaliknya, ketika wilayah lain sedang memasuki musim yang mendukung pembentukan hujan, perubahan sirkulasi atmosfer akibat El Nino dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan lebat. Inilah alasan fenomena yang sama bisa memicu kekeringan di Indonesia, tetapi meningkatkan risiko banjir di pesisir Pasifik Amerika Selatan. Karena itu, memahami dampak El Nino perlu mempertimbangkan tiga hal sekaligus, yaitu lokasi geografis, waktu terjadinya, dan interaksinya dengan pola iklim lainnya.

    Jadi, El Nino tidak membuat seluruh dunia kering karena fenomena ini mengubah distribusi hujan, bukan menghilangkannya. Dampaknya bisa berupa kekeringan di satu wilayah, hujan deras di wilayah lain, atau perubahan yang minim di tempat tertentu. Oleh sebab itu, dampak El Nino perlu dipahami berdasarkan kondisi geografis, musim, dan faktor iklim lainnya.

    Referensi

    Climate.gov. Diakses pada Oktober 2026. Can We Blame El Niño?
    Regents of the University of California. Diakses pada Oktober 2026. How does El Nino Impact the Weather?
    The Conversation. Diakses pada Oktober 2026. How Can the Same El Niño Cause Drought in One Part of the World and Floods in Another?
    World Health Organization. Diakses pada Oktober 2026. El Niño Southern Oscillation (ENSO)
    World Resources Institute. Diakses pada Oktober 2026. How Might a ‘Super El Niño’ Affect Food, Forests and Water?

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More