Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Kucing Mengangkat Pantat saat Dielus?

5 min read
Kenapa Kucing Mengangkat Pantat saat Dielus?
ilustrasi kucing mengangkat pantat (pexels.com/Tamba Budiarsana)
  • Kucing sering mengangkat pantat saat dielus, terutama di pangkal ekor yang sensitif, sebagai respons menikmati sentuhan; biasanya disertai mendengkur, tubuh rileks, atau mendekat.

  • Gerakan ini juga dapat menandakan rasa aman dan percaya, terkait komunikasi aroma serta respons yang terbentuk sejak masa anak kucing; pada betina belum steril, bisa muncul saat birahi.

  • Perhatikan tanda ketidaknyamanan seperti gatal berlebihan, bulu rontok, agresif, atau kesakitan. Lanjutkan elusan lembut hanya jika bahasa tubuh kucing tetap rileks.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau kucing tiba-tiba mengangkat bagian belakang tubuhnya saat dielus, jangan buru-buru menganggapnya sebagai tingkah aneh. Gerakan yang sering disebut elevator butt ini justru cukup umum pada kucing dan biasanya menunjukkan bahwa ia merasa nyaman dengan sentuhan yang diberikan.

Bagian tubuh yang disentuh juga bisa menjadi petunjuk. Ketika tangan mengusap punggung hingga mendekati pangkal ekor, beberapa kucing akan menaikkan pantatnya dan bahkan mendorong tubuhnya ke arah tangan. Lantas, kenapa kucing melakukan hal tersebut?

  1. 1. Menunjukkan bahwa ia menikmati elusan

    Pangkal ekor merupakan salah satu bagian tubuh kucing yang cukup sensitif karena memiliki banyak ujung saraf. Bagi sebagian kucing, sentuhan lembut di area tersebut terasa menyenangkan sehingga mereka secara alami akan menaikkan bagian belakang tubuhnya.

    Respons ini biasanya tidak muncul sendirian. Kucing yang menikmati elusan mungkin juga mendengkur, tubuhnya terlihat rileks, memejamkan mata perlahan, atau justru semakin mendekatkan tubuh ke tangan.

  2. 2. Bisa menjadi tanda bahwa kucing percaya

    Mengangkat bagian belakang tubuh juga berkaitan dengan rasa aman. Posisi tersebut membuat kucing memperlihatkan area tubuh yang cukup rentan, sehingga perilaku ini lebih mungkin muncul ketika ia merasa nyaman berada di dekat seseorang.

    Kucing juga mengandalkan aroma sebagai salah satu cara berkomunikasi. Area di sekitar pangkal ekor memiliki kelenjar penghasil aroma yang berperan dalam komunikasi antar-kucing. Saat kucing merasa akrab dan aman, kontak fisik di area tersebut dapat menjadi bagian dari interaksi sosialnya.

    Artinya, mengangkat pantat bukan hanya soal rasa nyaman saat dielus. Dalam situasi tertentu, gerakan ini juga dapat menunjukkan bahwa kucing sudah merasa familiar dan percaya kepada orang yang menyentuhnya.

  3. 3. Mungkin berkaitan dengan perilaku sejak masih kecil

    anak kucing
    ilustrasi anak kucing (pexels.com/Sarah Dietz)

    Ada kemungkinan respons tersebut juga berhubungan dengan pengalaman kucing ketika masih menjadi anak kucing. Kucing yang masih sangat kecil akan mengangkat bagian belakang tubuh ketika induknya membersihkan area sekitar ekor dan bokong.

    Ketika dewasa, sebagian kucing masih menunjukkan respons serupa saat mendapatkan sentuhan di area tersebut. Sensasi elusan mungkin memicu respons yang sudah terbentuk sejak masa awal kehidupannya.

    Bukan berarti kucing mengira manusia sebagai induknya. Lebih tepatnya, gerakan tersebut bisa menjadi respons alami yang sudah terbiasa dilakukan sejak masih kecil.

  4. 4. Pada kucing betina, bisa berkaitan dengan masa kawin

    Kucing betina yang belum disteril juga bisa mengangkat bagian belakang tubuh sebagai bagian dari perilaku kawin. Ketika sedang birahi, kucing betina dapat menaikkan bokong, melengkungkan punggung, dan menggeser ekornya ke samping.

    Postur ini dikenal sebagai lordosis dan merupakan salah satu sinyal bahwa kucing betina sedang berada dalam kondisi siap kawin. Biasanya, perilaku tersebut disertai tanda lain, seperti mengeong lebih sering atau keras, lebih manja, berguling-guling, dan berusaha mencari jalan keluar rumah.

    Namun, jangan langsung menyimpulkan bahwa kucing sedang birahi hanya karena pantatnya terangkat saat dielus. Kucing yang sudah disteril maupun kucing jantan juga dapat melakukan gerakan yang sama ketika merasa nyaman atau menikmati sentuhan.

  5. 5. Kucing ingin kamu membantu menggaruk bagian tersebut

    Kucing juga bisa mengangkat bagian pinggul dan punggung bawah karena area tersebut cukup sulit dijangkau saat mereka membersihkan tubuh sendiri. Bisa jadi bagian itu terasa gatal atau kucing memang menyukai sensasi pijatan lembut saat dielus. Jadi, gerakan tersebut mungkin merupakan caranya meminta bantuan untuk menggaruk area yang sulit dijangkau sekaligus menikmati sentuhan.

  6. 6. Perhatikan jika muncul bersama tanda tidak nyaman

    Seekor kucing mengangkat pantatnya saat berdiri sebagai ilustrasi perilaku kucing dalam foto dari Pexels.
    ilustrasi kucing mengangkat pantat (pexels.com/Matthew Adam)

    Meski biasanya normal, mengangkat pantat tidak selalu berarti kucing sedang menikmati elusan. Kondisi tubuh dan bahasa tubuh secara keseluruhan tetap perlu diperhatikan, terutama jika perilaku tersebut muncul secara tiba-tiba.

    Misalnya, kucing terus-menerus menjilat atau menggigit pangkal ekornya, menggaruk area tersebut, bulunya rontok, terlihat gelisah, atau sering menyeret bokong di lantai. Keluhan seperti ini dapat berkaitan dengan kutu, iritasi kulit, masalah kelenjar anal, atau rasa sakit.

    Respons kucing juga bisa berubah ketika area tertentu terasa sakit. Jika sebelumnya ia senang dielus di dekat pangkal ekor, tetapi tiba-tiba menjadi agresif, mengeong kesakitan, atau menjauh ketika disentuh, sebaiknya jangan dipaksakan dan pertimbangkan pemeriksaan ke dokter hewan.

  7. 7. Ikuti bahasa tubuhnya saat mengelus

    Kalau kucing mengangkat pantat sambil mendengkur, tubuhnya rileks, dan tetap mendekat, tidak ada alasan untuk menghentikan elusan selama ia terlihat nyaman. Kamu bisa melanjutkan dengan sentuhan lembut dan tidak perlu menekan area pangkal ekor terlalu kuat. Sebaliknya, ekor yang bergerak-gerak cepat, telinga mendatar, kulit punggung yang terlihat berkedut, atau kucing tiba-tiba menoleh ke arah tangan dapat menjadi tanda bahwa ia mulai tidak nyaman atau terlalu banyak menerima stimulasi.

    Kucing memang bisa berubah respons dengan cepat. Beberapa menit sebelumnya mungkin menikmati elusan, tetapi setelah merasa cukup, ia bisa memilih pergi begitu saja.

    Jadi, saat kucing mengangkat pantat ketika dielus, kemungkinan besar ia sedang merasa nyaman dan menikmati perhatian. Selama tidak disertai tanda gatal, sakit, atau perubahan perilaku yang mencolok, gerakan tersebut merupakan salah satu cara kucing merespons sentuhan dan berinteraksi dengan manusia yang sudah dipercayainya.

    Referensi

    AnimalPath.org. Diakses pada Oktober 2026. Why Do Cats Stick Their Bum In The Air When You Pet Them?
    Cat Behavior Associates. Diakses pada Oktober 2026. Why Cats Raise Their Butts When You Pet Them
    Cats.com. Diakses pada Oktober 2026. Why Do Cats Raise Their Butts When You Pet Them?
    Rover. Diakses pada Oktober 2026. “Elevator Butt”? Why Cats Raise Their Butts All the Time
    Yummy Pets. Diakses pada Oktober 2026. Why does My Cat Lift Their Butt When I Pet the Base of Their Tail?

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More